Update Lengkap Tol Jogja–Solo 2025: Status Pengerjaan, Target Rampung, dan Ruas yang Sudah Dibuka

Bagikan :
Ilustrasi Update Lengkap Tol Jogja–Solo 2025: Status Pengerjaan, Target Rampung, dan Ruas yang Sudah Dibuka/Unsplash

JOGJA BERKABAR – Progres pembangunan Tol Jogja–Solo pada segmen Prambanan–Purwomartani telah mencapai sekitar tujuh puluh persen.

Pengerjaan terus dikejar agar dapat difungsikan pada Natal dan Tahun Baru 2025 atau selambat-lambatnya Lebaran 2026. Artikel ini mengulas perkembangan terbaru, target penyelesaian, serta detail konstruksi setiap paket pekerjaan.

Pembangunan jalan Tol Jogja–Solo kembali menunjukkan perkembangan signifikan, khususnya pada segmen Prambanan hingga Purwomartani yang saat ini menjadi fokus utama.

Pengerjaan pada bagian ini telah menembus angka sekitar tujuh puluh persen dan terus dipercepat dengan harapan bisa berfungsi pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2025 atau, jika terjadi penyesuaian, selambat-lambatnya pada periode Lebaran 2026.

Tol yang menghubungkan Kartasura hingga Bandara Yogyakarta International Airport tersebut memiliki panjang keseluruhan sembilan puluh enam koma lima puluh tujuh kilometer.

Dari total panjang tersebut, sejumlah ruas telah lebih dulu dioperasikan dan digunakan masyarakat. Seksi pertama yang mulai beroperasi adalah Paket 1.1 yang membentang dari Kartasura menuju Klaten sepanjang dua puluh dua koma tiga kilometer.

Setelah itu, pada bulan Juli 2025, segmen dari Klaten menuju Prambanan sepanjang tujuh koma delapan puluh lima kilometer resmi dibuka untuk umum. Dengan beroperasinya dua segmen ini, masyarakat kini bisa memanfaatkan tiga puluh koma lima belas kilometer tol dari Kartasura hingga Prambanan.

Sementara itu, pengerjaan yang saat ini menjadi prioritas berada pada Paket 1.2 Klaten hingga Purwomartani. Paket ini mencakup panjang dua puluh kilometer, dengan bagian terpanjang berada pada rentang Prambanan hingga Purwomartani sepanjang kurang lebih sebelas koma lima kilometer.

Menurut keterangan dari Humas PT Jasamarga Jogja–Solo, Rachmat Jesiman, progres keseluruhan Paket 1.2 telah mencapai sekitar delapan puluh persen, sementara khusus untuk segmen Prambanan–Purwomartani masih berada di kisaran tujuh puluh persen.

Rachmat menjelaskan bahwa beberapa jenis pekerjaan konstruksi masih berlangsung. Pembangunan timbunan, struktur jalan layang atau elevated, pembuatan boks underpass, serta pemasangan saluran air masih harus diselesaikan.

Ia menambahkan bahwa sebagian jalur tol pada paket ini memang harus dibangun di atas aliran sungai sehingga membutuhkan konstruksi elevated untuk memastikan keamanan dan menghindari gangguan aliran air.

Ia menegaskan bahwa seluruh tim tengah bekerja secara intensif untuk mengejar target penyelesaian pekerjaan utama sebelum memasuki masa libur akhir tahun.

Meski demikian, fungsionalisasi atau pengoperasian tol tidak dapat ditetapkan secara sepihak oleh kontraktor. Keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat melalui kementerian yang berwenang.

Menurutnya, target operasional saat libur akhir tahun atau pada musim Lebaran mendatang sangat bergantung pada arahan resmi dari pemerintah pusat.

Pihak pengelola di tingkat proyek hanya memastikan bahwa seluruh konstruksi utama bisa mencapai tahap siap fungsi pada waktu yang disarankan.

Dengan terus berjalannya pembangunan dan meningkatnya progres setiap segmen, kehadiran Tol Jogja–Solo diharapkan dapat mempercepat mobilitas antara Solo, Yogyakarta, dan kawasan sekitar, serta mendukung akses menuju Bandara Yogyakarta International Airport secara lebih efisien.

Proyek ini juga diharapkan menjadi salah satu infrastruktur yang memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

***

Berita Terkini