
JOGJA BERKABAR – Tren gaya hidup ramah lingkungan mulai terasa di Yogyakarta. Anak muda sekarang tidak hanya fokus soal gaya, tapi juga mulai peduli dengan dampak yang mereka tinggalkan.
Pilihan produk yang digunakan sehari-hari mulai berubah. Banyak yang beralih ke barang yang lebih ramah lingkungan.
Perubahan ini terlihat dari kebiasaan kecil. Mulai dari bawa tas sendiri sampai memilih produk yang bisa dipakai ulang. Selain lebih peduli lingkungan, produk seperti ini juga punya nilai estetik. Jadi tetap keren dipakai.
Berikut beberapa tren produk ramah lingkungan yang mulai dilirik anak muda di Jogja:
Totebag dan tas kain
Tas kain jadi pengganti kantong plastik. Selain bisa dipakai berulang kali, desainnya juga beragam. Banyak yang tampil simpel tapi tetap menarik.
Tumbler dan botol minum
Anak muda sekarang lebih sering bawa botol minum sendiri. Selain hemat, ini juga mengurangi sampah botol plastik sekali pakai. Desainnya juga makin stylish.
Sedotan stainless atau bambu
Sedotan sekali pakai mulai ditinggalkan. Banyak yang beralih ke sedotan stainless atau bambu. Bisa dipakai berulang dan mudah dibawa.
Kemasan makanan ramah lingkungan
Beberapa produk makanan dan minuman mulai pakai kemasan kertas atau bahan alami. Selain lebih aman untuk lingkungan, tampilannya juga lebih estetik.
Produk thrift dan daur ulang
Barang bekas yang masih layak pakai mulai diminati. Bahkan banyak yang justru mencari produk thrift karena dianggap unik dan beda.
Produk lokal berbahan alami
Mulai dari sabun, skincare, sampai kerajinan tangan berbahan alami juga makin populer. Selain mendukung produk lokal, ini juga lebih ramah lingkungan.
Tas belanja anyaman atau bahan alami
Tas dari anyaman bambu atau rotan juga mulai banyak dipakai. Selain kuat, tampilannya juga punya ciri khas tersendiri.
Perubahan ini tidak terjadi begitu saja. Banyak kampanye dan edukasi yang ikut mendorong kesadaran. Media sosial juga punya peran besar. Banyak anak muda yang berbagi gaya hidup ramah lingkungan lewat konten mereka.
Di sisi lain, pelaku usaha di Jogja juga mulai menyesuaikan diri. Mereka melihat peluang dari tren ini. Produk yang ramah lingkungan jadi lebih mudah ditemukan.
Gaya hidup ini memang tidak harus langsung berubah total. Pelan-pelan juga tidak masalah. Dari hal kecil, dampaknya bisa terasa.
Tren produk ramah lingkungan di Jogja menunjukkan perubahan yang positif. Anak muda tidak hanya mengikuti tren, tapi juga mulai lebih peduli.***