
Gunungkidul, (jogjaberkabar)– Seorang penambang batu kapur di Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, Gunungkidul mengalami nasib nahas. Wiyanto (43) tewas setelah tertimpa batu besar saat menambang secara manual di lahannya sendiri pada Rabu (5/4/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
Menurut warga setempat, Sadik, korban sedang menambang batu paras (batu kapur) bersama ayah dan mertuanya. Batu yang berhasil ditambang biasanya dikirim ke penggergajian untuk dijual sebagai bahan bangunan.
Korban sudah lama menambang di lahannya sendiri. Setelah batu di bagian atas habis, ia mulai menggali bagian bawah. Saat sedang mendodos bagian bawah, lapisan batu paras di atasnya tiba-tiba ambruk dan menimpa tubuhnya.
“Awalnya dia mengambil batu yang bagus, tapi malah batu besar jatuh menimpa dirinya,”kata Sadik.
Batu yang menimpa korban diperkirakan memiliki tinggi 2 meter dengan ukuran sekitar 4 meter persegi, membuat korban tidak bisa menghindar.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena batu padas yang besar tidak bisa langsung dipukul atau dihancurkan. Batu tersebut harus digeret secara perlahan agar tidak semakin hancur. Warga yang dibantu aparat kepolisian akhirnya berhasil mengangkat batu dan mengevakuasi jenazah korban dalam waktu sekitar satu jam.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Dukuh Lemahbang, Giyanto, menyebutkan bahwa penambangan tersebut termasuk dalam kategori galian C dan sudah berlangsung cukup lama. Ia menjelaskan bahwa tanah yang ditambang ambrol karena strukturnya labil akibat diguyur hujan.
“Tadi setelah kejadian, pihak kepolisian menghentikan aktivitas penambangan di daerah situ,” ujar Giyanto.
Sementara itu, Lurah Candirejo, Agus Supriyadi, membenarkan kejadian tersebut, meskipun belum mengetahui waktu pasti insiden itu terjadi.
“Kejadian tadi pagi, tapi persisnya saya kurang tahu,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini. Kejadian ini menjadi peringatan bagi para penambang agar lebih berhati-hati dalam bekerja, terutama di daerah dengan struktur tanah yang rawan longsor.