
jogjaberkabar – Umat Muslim di Indonesia akan kembali melaksanakan ibadah wajib sholat Jumat.
Dan bagi Anda yang sedang mencari referensi untuk khutbah Jumat tanggal 22 Agustus 2025, maka Anda tak perlu bingung lagi.
Pasalnya, kali ini ada topik yang tak kalah penting untuk disampaikan yaitu mengenai lingkungan, khususnya soal air.
Tanpa berlama-lama lagi, berdasarkan laman resmi MUI, berikut adalah teks khutbah Jumat tema lingkungan yang bisa Anda jadikan referensi.
Khutbah Pertama
(Doa Mukadimah Khutbah Jumat)
Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah
Hari ini adalah hari yang berbahagia, karena pada hari yang mulia ini kita sama-sama masih dianugerahi oleh Allah SWT iman dan Islam, sehingga kita sama-sama dapat menunaikan ibadah Jumat pada siang hari ini.
Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang menjadi suri teladan bagi kita semua, sehingga kita dapat menjadi umat yang mulia, dan istiqamah dalam beribadah, hingga kita berharap, semoga pada hari akhir nanti kita mendapatkan syafaat dan pertolongannya, amin.
Jama’atal mushalliin rahimakumullah,
Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk senantiasa meningkatkan kualitas iman, Islam agar ketaqwaan kita senantiasa meningkat, seiring amaliyah yang kita lakukan ini.
Karena hakikat dari taqwa adalah menjalankan segala apa yang diperintahkan oleh Allah ta’ala dan menjauhkan dari segala apa yang dilarang-Nya.
Air merupakan sumber kihidupan bagi kita, karena dengan unsur air dan udara itulah kemudian tumbuh segala tumbuh-tumbuhan, hingga menjadi sumber oksigen bagi kita semua.
Adanya air di bumi adalah salah satu keajaiban. Bagaimana proses di permukaan bumi, termasuk proses-proses kehidupan, berlangsung dengan perantara air.
Keberadaan air di bumi adalah keistimewaan tersendiri, karena secara teoritis kemungkinan keberadaan air pada suatu tempat di alam semesta, selain bumi, kecil sekali.
Di alam semesta ini atau unsur-unsur menyusun air berbentuk sebagai hasil sampingan pada proses pembentukan bintang.
Ketika bintang mulai membentuk, di sebuah luarnya terbentuk pula badai debu dan gas. Air dijumpai sebagai awan antar bintang (interstellar cloud) di galaksi kita.
Air mungkin dijumpai pula digalaksi lain dalam jumlah yang berlimpah, karena oksigen dan hidrogen termasuk unsur-unsur yang paling banyak jumlahnya di alam semesta.
Awan antar bintang biasanya terkumpul menjadi nebula surya (solar nebulae) atau tata surya seperti matahari kita.
Pada daerah tata surya kita air banyak dipakai di luar bumi, tetapi pada umumnya dijumpai dalam bentuk gas atau es. Sedangkan dalam bentuk cair, air praktis hanya dijumpai di bumi.
Jamaah shalat Jumat yang berbahagia,
Hal ini terjadi karena adanya beberapa kali perubahan, sebagaimana firman Allah SWT, dalam surat al-Jatsiyah ayat 5-6).
وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ رِّزْقٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ اٰيٰتٌ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ تِلْكَ اٰيٰتُ اللّٰهِ نَتْلُوْهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّۚ فَبِاَيِّ حَدِيْثٍۢ بَعْدَ اللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ يُؤْمِنُوْنَ
Artinya: “Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dengan (air hujan) itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering); dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti. Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan ayat-ayat-Nya.” (QS al-Jatsiyah: 5-6).
Yang dimaksud dengan tanda-tanda adalah kebesaran anugerah Allah SWT yang telah menjadikan malam dan siang sebagai peredaran, sebagaimana juga Allah SWT menurunkan hujan melalui udara, namun jarang dari manusia memahaminya.
Sebagai manusia hanyalah berikhtiar atas apa yang dikehendaki oleh Allah SWT, bahkan ketika musih kemarau dan tidak ada hujan yang turun, kita diperintahkan untuk shalat istisqa yaitu meminta hujan turun. Sesungguhnya Allah lah yang menurunkan hujan, dan mengubah segala suhu, sesuai peredarannya.
Jama’atal mushallin as’ada kumullah fiddaraini,
Maka daripada itu, mari kita menjaga lingkungan kita, agar senantiasa air yang kita manfaatkan membawa kebaikan bagi kita, air senantiasa jernih dan dapat menyegarkan bagi kehidupan alam semesta ini, yang kemudian kita akan mendapatkan hasil dan manfaat dari segala kebaikan alam semesta ini.
Semoga kita senantiasa menjaga dan menjaga rahmat bagi alam semesta, dan dapat merawat dan menjaganya dengan penuh kehati-hatian, dengan cara itulah nikmat Allah SWT akan senantuasa melimpah pada kita semua, hingga ridha dan keberkahan-Nya juga, amin ya rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ
(الخطبة الثانية)
Khutbah Kedua
Adapun pada bagian khutbah kedua, Anda bisa mengisinya dengan membaca doa-doa agar umat Islam selamat di dunia maupun akhirat.
Nah, itu tadi teks khutbah Jumat 22 Agustus 2025 yang bisa Anda jadikan referensi.***