Siapa Saja Anak Pakubuwono XIII? Ini Silsilah dan Penerus Tahta Keraton Surakarta

Bagikan :
Ilustrasi Siapa Saja Anak Pakubuwono XIII? Ini Silsilah dan Penerus Tahta Keraton Surakarta/

JOGJA BERKABAR – Pakubuwono XIII wafat pada 3 November 2025. Inilah daftar anak-anak beliau serta penjelasan lengkap mengenai silsilah dan calon penerus tahta Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kabar duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat setelah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPH) Pakubuwono XIII berpulang pada Senin, 3 November 2025 di Rumah Sakit JIH Solo.

Raja ke-13 dari garis penerus Kasunanan ini wafat pada usia 75 tahun, meninggalkan warisan sejarah panjang sekaligus pertanyaan besar tentang siapa penerus tahtanya.

Almarhum dikenal sebagai sosok yang berupaya menjaga wibawa Keraton di tengah dinamika zaman modern. Selama masa pemerintahannya, PB XIII menghadapi berbagai tantangan internal, termasuk dualisme kepemimpinan di tubuh Keraton yang sempat menimbulkan perpecahan di awal 2000-an.

Sekilas Silsilah PB XIII

Nama lengkap beliau adalah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Hangabehi Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, lahir di Surakarta pada 15 April 1950.

Ia merupakan putra dari Pakubuwono XII, raja sebelumnya yang juga memiliki banyak keturunan dari beberapa garwa dalem (istri bangsawan istana).

Setelah wafatnya PB XII pada tahun 2004, terjadi perbedaan pandangan mengenai siapa yang layak naik tahta. Perselisihan itu akhirnya melahirkan dua figur yang sama-sama mengklaim sebagai penerus sah: KGPH Hangabehi dan KGPH Tedjowulan. Namun, seiring waktu, berbagai upaya rekonsiliasi dilakukan untuk mempersatukan Keraton.

Daftar Anak Pakubuwono XIII

Dari hasil pernikahannya, PB XIII diketahui memiliki beberapa anak, baik dari garwa padmi (istri utama) maupun dari garwa ampil (istri pendamping). Berdasarkan data keluarga Keraton, berikut adalah anak-anak PB XIII yang diketahui publik:

  1. KGPH Purboyo – putra sulung sekaligus sosok yang kini disebut-sebut paling berpeluang menjadi penerus tahta.
  2. Gusti Kanjeng Ratu Ayu Koes Indriyah – putri PB XIII yang aktif mengelola berbagai kegiatan budaya Keraton.
  3. Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Dipokusumo – dikenal memiliki kiprah di bidang sosial dan budaya.
  4. Beberapa putra-putri lainnya yang hidup lebih tertutup dari sorotan publik, karena mengikuti kehidupan di luar lingkungan keraton.

KGPH Purboyo, Calon Penerus Tahta Keraton Surakarta

Nama KGPH Purboyo mencuat kuat sebagai calon penerus tahta. Ia merupakan putra tertua PB XIII dan selama ini dikenal aktif mendampingi ayahnya dalam berbagai kegiatan adat. Purboyo juga kerap tampil dalam upacara resmi seperti Grebeg Maulud, Kirab Malam 1 Suro, dan Sekaten.

Selain faktor garis keturunan, Purboyo memiliki keunggulan dalam penguasaan adat dan tata krama keraton. Ia juga dianggap mampu menjembatani hubungan antara pihak internal Keraton dan pemerintah daerah, terutama dalam konteks pelestarian budaya Jawa.

Namun demikian, penetapan resmi penerus tahta masih menunggu keputusan keluarga besar dan lembaga adat Keraton. Proses ini biasanya melalui musyawarah kerabat dalem yang melibatkan para sentana dan abdi dalem senior.

Peran Keluarga dan Harapan Rekonsiliasi

Pasca wafatnya PB XIII, banyak kalangan berharap agar momentum ini menjadi titik temu bagi dua kubu yang sempat berselisih di masa lalu.

Sejumlah tokoh budaya dan ulama di Surakarta menyerukan agar penerus tahta dipilih dengan mempertimbangkan trah, takwa, lan tata krama  yang mana tiga nilai utama dalam filosofi Mataram.

Harapan masyarakat Surakarta pun serupa: agar Keraton kembali menjadi pusat kebudayaan, bukan sumber perpecahan.

Dengan munculnya figur seperti KGPH Purboyo dan dukungan berbagai pihak, besar kemungkinan era baru Keraton Surakarta akan segera dimulai.

***

Berita Terkini