Siapa Pemilik Akun Instagram catty_home_jember? Viral Video Anjing Dikuliti Picu Reaksi Publik

Bagikan :
Ilustrasi siapa pemilik akun Instagram catty_home_jember? (Pixabay.com)

jogjaberkabar – Beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap hewan.

Dalam rekaman itu, terlihat seekor anjing yang diduga dikuliti dalam keadaan masih hidup. Video tersebut sontak memicu kemarahan publik, terutama para pecinta hewan dan aktivis perlindungan satwa. Konten mengerikan ini dengan cepat menyebar di berbagai platform, memunculkan berbagai spekulasi mengenai lokasi kejadian dan pelaku yang terlibat.

Salah satu akun yang turut membagikan video tersebut adalah akun Instagram @rumahsinggahclow, yang dikenal sebagai akun peduli hewan terlantar.

Dalam unggahannya, disebutkan bahwa kejadian dalam video itu terjadi di wilayah Sragen, Jawa Tengah. Bahkan, dalam unggahan awal dari akun lain yang juga mempublikasikan video tersebut, ditulis permintaan agar pihak kepolisian segera turun tangan mengusut pelaku.

Klarifikasi dari Kepolisian: Video Lama dan Bukan Terjadi di Sragen

Menanggapi kehebohan yang timbul akibat video tersebut, pihak Polres Sragen melalui Kapolres AKBP Petrus Silalahi segera melakukan penyelidikan.

Dalam keterangan resminya, Petrus menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh jajaran polsek di wilayah hukum Polres Sragen guna menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Namun hasil investigasi menunjukkan bahwa tidak ada peristiwa pengulitan anjing hidup-hidup yang terjadi di Kabupaten Sragen.

Informasi awal yang menyebut lokasi kejadian di Sragen ternyata keliru. Selain itu, dari hasil penelusuran digital forensik, ditemukan fakta bahwa video tersebut pertama kali diunggah pada tanggal 5 Januari 2025 oleh akun Instagram bernama @catty_home_jember.

Siapa Pemilik Akun Instagram @catty_home_jember?

Setelah informasi mengenai akun yang pertama kali mengunggah video ini mencuat, warganet pun ramai-ramai mencari tahu siapa sosok di balik akun Instagram @catty_home_jember.

Berdasarkan penelusuran terhadap akun tersebut, diketahui bahwa nama yang tercantum di bio Instagram adalah Yesi Meilinda Sari.

Akun ini diketahui merupakan milik seorang pencinta hewan yang mengelola sebuah shelter atau tempat penampungan hewan di daerah Jember. Dalam unggahan-unggahannya, akun ini kerap membagikan aktivitas perawatan hewan terlantar serta permohonan donasi untuk keperluan pakan hewan.

Dalam salah satu unggahan sebelumnya, akun ini sempat membagikan video yang sama sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi penyiksaan terhadap hewan.

Namun hingga kini belum ada pernyataan langsung dari pihak pemilik akun terkait alasan mengunggah video tersebut dan dari mana sumber aslinya diperoleh.

Penyidik Dalami Motif dan Asal Video: Tidak Terjadi di Indonesia?

Kapolres Sragen menegaskan bahwa tim penyidik masih terus mendalami latar belakang video tersebut dan mencari tahu siapa pihak yang kembali menyebarluaskan konten lama itu hingga kembali menjadi viral.

Meskipun akun @catty_home_jember disebut sebagai pihak pertama yang mengunggah video itu pada awal Januari 2025, belum bisa dipastikan apakah akun tersebut juga yang pertama kali menyebarkan video dari sumber aslinya.

“Untuk saat ini, kami sedang melakukan pendalaman terhadap orang yang kembali memposting video ini, apakah ada maksud tertentu atau sekadar ketidaktahuan bahwa video tersebut adalah konten lama,” jelas Petrus dalam keterangannya kepada media.

Komunikasi dengan Rumah Singgah Clow dan Imbauan Bijak Bermedia Sosial

Untuk menuntaskan simpang siur informasi yang beredar, pihak Satreskrim Polres Sragen kini juga menjalin komunikasi dengan pihak Rumah Singgah Clow yang sebelumnya turut membagikan ulang video tersebut. Tujuannya adalah untuk mengklarifikasi maksud dari unggahan serta mendapatkan informasi tambahan mengenai asal muasal video penyiksaan tersebut.

Pihak kepolisian dalam kesempatan ini juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membagikan konten yang belum terverifikasi. Menurut AKBP Petrus, penyebaran informasi yang salah tanpa disertai data yang akurat hanya akan memicu keresahan publik dan berpotensi menyesatkan.

“Kami mengajak masyarakat agar tidak sembarangan menyebarkan konten yang belum jelas asal-usul dan kebenarannya. Verifikasi terlebih dahulu sebelum membagikan ke publik,” tegasnya.

Reaksi Publik dan Komunitas Pecinta Hewan

Aksi kekerasan terhadap hewan, terlebih jika didokumentasikan dan disebarluaskan, menjadi isu sensitif bagi banyak kalangan. Organisasi seperti Animal Hope Shelter Indonesia pun turut bereaksi terhadap penyebaran video tersebut.

Mereka mengecam tindakan biadab yang terekam dalam video dan berharap pelaku, jika memang berasal dari Indonesia, bisa segera ditemukan dan diberi hukuman sesuai hukum yang berlaku.

Beberapa netizen juga mengingatkan bahwa penyebaran video kekerasan semacam itu sebaiknya dilakukan dengan sangat hati-hati, bahkan sebaiknya hanya dikirim ke pihak berwajib sebagai alat bukti, bukan disebar untuk konsumsi publik karena bisa berdampak negatif secara psikologis.

Kasus viralnya video penyiksaan anjing yang diduga terjadi di Sragen namun ternyata bukan, menjadi pelajaran penting bagi kita semua mengenai pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Meskipun niat awal mungkin untuk meningkatkan kesadaran terhadap perlakuan kejam terhadap hewan, penyebaran informasi yang salah dapat berujung pada hoaks dan menyesatkan publik.

Pihak kepolisian, komunitas pecinta hewan, serta masyarakat umum harus terus bekerja sama untuk melindungi satwa dari kekerasan, sembari memastikan bahwa media sosial digunakan secara bertanggung jawab.

***

Berita Terkini