Rekayasa Lalu Lintas Libur Natal dan Tahun Baru 2025 di Jogja Dimatangkan, Malioboro Jadi Prioritas Utama

Bagikan :
Ilustrasi Rekayasa Lalu Lintas Libur Natal dan Tahun Baru 2025 di Jogja Dimatangkan, Malioboro Jadi Prioritas Utama/Unsplash

JOGJA BERKABAR – Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kepolisian Resor Kota Yogyakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 untuk mengantisipasi kedatangan 7 juta wisatawan, dengan fokus pengaturan di kawasan Malioboro dan jalur alternatif strategis.

 

Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Kepolisian Resor Kota Yogyakarta melakukan pematangan skema rekayasa lalu lintas guna memastikan mobilitas wisatawan tetap lancar selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2025. Langkah ini diambil seiring dengan prediksi lonjakan jumlah pengunjung yang signifikan ke Kota Pelajar pada akhir tahun.

Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 7 juta wisatawan akan berkunjung ke Yogyakarta selama periode liburan tersebut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas, khususnya di pusat wisata dan kawasan ikonik seperti Malioboro yang selalu menjadi magnet utama wisatawan.

Malioboro Jadi Titik Fokus Pengaturan Lalu Lintas

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa perhatian utama dalam rekayasa lalu lintas difokuskan pada kawasan Malioboro. Situasi ini semakin menantang setelah Jembatan Kewek harus ditutup sementara akibat kerusakan teknis, sehingga diperlukan pengaturan arus kendaraan yang lebih matang dan terukur.

Menurut Hasto, penutupan Jembatan Kewek dilakukan bersamaan dengan penerapan rekayasa lalu lintas yang bertujuan untuk mencegah penumpukan kendaraan dan kemacetan parah di sepanjang kawasan Malioboro. Pemerintah kota menilai pengaturan arus kendaraan menjadi kunci utama agar aktivitas wisata, ekonomi, dan mobilitas warga tetap berjalan seimbang selama libur panjang.

Tanpa Penutupan Total Malioboro Selama Nataru

Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan tidak akan menerapkan kebijakan penutupan total kendaraan atau uji coba kawasan pejalan kaki sepenuhnya di Malioboro selama libur Natal dan Tahun Baru. Arus lalu lintas tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat dari petugas gabungan.

Namun demikian, kebijakan situasional tetap disiapkan, khususnya pada malam pergantian tahun. Penutupan sementara dapat diberlakukan apabila kepadatan kendaraan dan pejalan kaki sudah mencapai batas maksimal.

Wali kota menjelaskan bahwa penutupan situasional pada malam tahun baru diperkirakan akan dimulai sekitar pukul 20.00 atau 21.00 WIB, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Keputusan tersebut akan diambil secara dinamis demi menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan.

Skema Arus Kendaraan Menuju Malioboro

Dalam rekayasa yang telah disusun, arus utama kendaraan menuju Malioboro diarahkan melalui Jalan Mataram. Jalur ini dipersiapkan sebagai akses utama guna mengurai kepadatan dari berbagai arah.

Sementara itu, kendaraan berukuran besar seperti bus pariwisata yang datang dari arah Jalan Margo Utomo akan dialihkan melalui jalur depan Gramedia, kemudian berbelok menuju kawasan Stadion Kridosono sebelum memasuki area Malioboro. Pengalihan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan lalu lintas di ruas jalan utama.

Prediksi Volume Kendaraan dan Moda Transportasi Wisatawan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, memaparkan bahwa dari total estimasi 7 juta wisatawan, sekitar 3,86 juta orang diperkirakan menggunakan kendaraan pribadi. Sementara itu, sekitar 3,16 juta orang memilih angkutan umum sebagai moda transportasi selama liburan.

Dengan komposisi tersebut, Dinas Perhubungan memprediksi terjadi peningkatan volume lalu lintas rata-rata hingga 20 persen dibandingkan hari normal. Kenaikan ini menjadi dasar perencanaan rekayasa lalu lintas dan penempatan petugas di titik-titik rawan kepadatan.

Jalur Alternatif untuk Mengurangi Kepadatan

Kepolisian Resor Kota Yogyakarta telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif bagi wisatawan yang memasuki kota dari berbagai arah. Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, Ajun Komisaris Polisi Alvian Hidayat, menjelaskan bahwa pengalihan arus ini bertujuan untuk mendistribusikan beban lalu lintas secara merata.

Bagi kendaraan yang datang dari arah timur melalui Jalan Laksda Adisucipto, arus akan diarahkan melewati Jalan Dokter Wahidin, Jalan Dokter Sutomo, kawasan Bausasran, Jalan Gajah Mada, Jalan Sultan Agung, hingga akhirnya masuk ke Jalan Mataram.

Sementara itu, kendaraan dari arah Sleman akan diarahkan melalui flyover Janti, kemudian menuju simpang Blok O, sebelum dialihkan ke kawasan Gedongkuning atau Jalan Kusumanegara.

Selain pengalihan jalur, rekayasa lalu lintas insidental juga akan diterapkan pada jam-jam sibuk. Beberapa ruas jalan akan diberlakukan sistem satu arah, seperti Jalan Bausasran yang diarahkan ke barat dan Jalan Gajah Mada yang diarahkan ke selatan.

Pengamanan Natal dan Tahun Baru Lewat Operasi Lilin Progo 2025

Selain pengaturan lalu lintas, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama selama libur Natal dan Tahun Baru. Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, Ajun Komisaris Besar Polisi Robertus Kokok, menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan menggelar Operasi Lilin Progo 2025.

Operasi ini melibatkan ratusan personel dengan pembagian tugas yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sebanyak 268 personel disiagakan untuk pengamanan umum, 600 personel dikerahkan khusus pada malam Natal, dan 775 personel akan bertugas pada malam Tahun Baru.

Sebanyak 71 gereja yang tersebar di 14 kemantren akan mendapatkan pengamanan ketat. Beberapa gereja prioritas juga akan menjalani proses sterilisasi oleh Tim Gegana untuk memastikan keamanan selama ibadah berlangsung.

Selain itu, pos terpadu disiapkan di sejumlah titik vital dan pusat keramaian, seperti Teteg Malioboro, Tugu Pal Putih, Titik Nol Kilometer, serta kawasan Gembira Loka Zoo. Kehadiran pos ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu wisatawan yang membutuhkan informasi dan bantuan selama libur akhir tahun.

Dengan rekayasa lalu lintas dan pengamanan yang disiapkan secara menyeluruh, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap libur Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman, baik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

***

Berita Terkini