
JOGJA BERKABAR – Media sosial X belakangan ini ramai oleh pengakuan dari akun @aarummanis.
Pemilik akun tersebut, yang akrab disapa Saa, mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang owner brand fashion lokal berinisial M.
Cerita itu langsung viral dan menyita perhatian banyak orang. Hingga artikel ini dibuat, cuitan Saa sudah mendapatkan lebih dari 9,8 ribu respons dari warganet yang ikut marah, sedih, dan bersimpati.
Saa membagikan pengalamannya lewat sebuah utas panjang. Ia menceritakan semuanya dengan gaya yang tenang, tapi isi ceritanya terasa berat.
Banyak orang mengaku merinding saat membaca kronologi yang ia sampaikan. Bagi Saa sendiri, kejadian ini bukan sekadar cerita di media sosial, tapi pengalaman traumatis yang masih ia ingat sampai sekarang.
Menurut penuturan Saa, pertemuan dengan M terjadi pada Mei 2025. Saat itu, mereka bertemu karena urusan pekerjaan.
Awalnya, situasi berjalan normal seperti kerja profesional pada umumnya. Tidak ada hal mencurigakan yang membuat Saa waspada sejak awal.
Setelah sesi kerja selesai, M mengajak Saa untuk makan. Saa mengaku sedang lapar. Ia pun mengiyakan ajakan tersebut.
Di pikirannya, ajakan itu hanya bentuk ramah tamah biasa. Tidak ada maksud lain. Ia juga menganggap jawabannya sebagai gestur sopan, bukan sesuatu yang spesial.
Saa sempat berpikir bahwa makan tersebut akan dilakukan bersama-sama. Ia mengira akan ada talent scouter yang ikut dan lokasi makannya berada di luar studio foto.
Namun, yang terjadi justru di luar dugaan. Talent scouter malah pergi lebih dulu dan meninggalkan Saa sendirian bersama M di dalam studio.
Di situlah suasana mulai terasa tidak nyaman. Saa menceritakan bahwa pembicaraan M perlahan berubah.
Topiknya tidak lagi soal pekerjaan. Arah obrolannya mulai masuk ke wilayah pribadi yang membuat Saa bingung dan gelisah.
Situasi kemudian semakin tidak aman. Saa mengaku mengalami sentuhan fisik yang tidak ia inginkan. Ia merasa kaget, takut, dan tubuhnya seperti membeku. Dalam kondisi itu, ia tidak bisa langsung bereaksi atau melawan.
Setelah kejadian tersebut, Saa memilih diam. Ia menyimpan semua perasaan sendiri. Ada rasa takut, malu, dan kebingungan yang bercampur jadi satu.
Ia bahkan sempat menyalahkan dirinya sendiri karena merasa sudah mengiyakan ajakan makan itu.
Waktu berlalu, tapi rasa tidak nyaman itu tidak hilang. Akhirnya, Saa memutuskan untuk berbicara.
Ia menuliskan pengalamannya di X dengan harapan ceritanya bisa dibaca banyak orang dan membuka mata soal pelecehan seksual yang sering terjadi diam-diam.
Unggahan tersebut langsung menuai respons besar. Banyak warganet memberikan dukungan dan menyemangati Saa. Nama owner brand berinisial M pun ikut terseret, meski identitas lengkapnya belum diungkap secara terbuka.
Saa menegaskan bahwa ia tidak berniat mencari perhatian. Ia hanya ingin jujur pada apa yang ia alami.
Kisah ini jadi pengingat bahwa pelecehan bisa terjadi dalam situasi yang terlihat sepele, dan keberanian untuk bersuara adalah langkah yang tidak mudah, tapi sangat berarti.***