
jogjaberkabar – Langit malam Agustus 2025 akan dihiasi salah satu pertunjukan alam paling memukau yang selalu dinanti setiap tahun hujan meteor Perseid. Puncak meteor Perseid 2025 malam ini jam berapa?
Fenomena ini dikenal karena taburan “bintang jatuh” yang indah, terutama jika langit cerah dan jauh dari polusi cahaya. Tidak hanya penikmat astronomi, masyarakat umum pun kerap menunggu momen ini untuk menyaksikan keajaiban langit secara langsung.
Menurut data Science NASA, pada periode puncak ini, pengamat berpeluang melihat sekitar 25 meteor per jam, asalkan langit dalam kondisi gelap tanpa gangguan cahaya buatan.
Asal Usul dan Komet Induk
Perseid merupakan salah satu hujan meteor paling produktif di dunia. Sumbernya adalah debu dan puing-puing dari komet 109P/Swift-Tuttle, sebuah komet besar yang mengelilingi Matahari setiap 133 tahun. Saat Bumi melintas di jalur orbitnya, atmosfer planet kita menabrak sisa-sisa komet tersebut, menciptakan kilatan cahaya di langit yang kita kenal sebagai meteor.
Komet Swift-Tuttle sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1862 oleh dua astronom, Lewis Swift dan Horace Tuttle. Komet ini termasuk objek terbesar yang rutin melintas dekat Bumi, dengan inti berdiameter sekitar 26 kilometer.
Kecepatan dan Suhu Meteor Perseid
Meteor Perseid terkenal sangat cepat. Saat memasuki atmosfer Bumi, kecepatannya bisa mencapai 59 kilometer per detik atau sekitar 214.365 kilometer per jam. Ukurannya umumnya sangat kecil bahkan hanya sebesar butiran pasir, namun gesekan dengan udara membuatnya memanas hingga lebih dari 1.650 derajat Celcius (sekitar 3.000 derajat Fahrenheit).
Ketika melesat di langit, meteor akan mulai terlihat pada ketinggian sekitar 97 kilometer dari permukaan Bumi. Hampir semua meteor terbakar habis sebelum mencapai tanah. Namun, jika ada fragmen yang selamat dan jatuh, benda itu disebut meteorit.
Jam Berapa Puncak Hujan Meteor Perseid?
Daya tarik hujan meteor Perseid tidak hanya pada jumlah meteor yang banyak, tetapi juga keindahan dan kecepatannya. Cahaya terang yang muncul sekejap di langit malam sering dianggap sebagai simbol keberuntungan.
Bagi penggemar fotografi, fenomena ini menjadi kesempatan emas untuk mengabadikan momen langka dengan latar galaksi yang menakjubkan.
Hujan meteor Perseid diperkirakan aktif mulai 17 Juli hingga 23 Agustus 2025. Namun, waktu terbaik untuk menyaksikan jumlah meteor terbanyak adalah saat puncaknya, yaitu pada malam 12 hingga dini hari 13 Agustus 2025.
Menurut Thomas Djamaluddin, Peneliti Ahli Utama di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan hujan meteor Perseid pada Selasa malam, 12 Agustus 2025, hingga menjelang fajar Rabu, 13 Agustus 2025.
Untuk menikmatinya, pengamat cukup mengarahkan pandangan ke langit timur laut. Fenomena ini akan terlihat jelas jika cuaca cerah, tidak ada halangan seperti pepohonan atau gedung tinggi, dan lokasi pengamatan minim cahaya buatan.
Meski demikian, Thomas mengingatkan bahwa intensitas hujan meteor tahun ini kemungkinan tidak setinggi rata-rata, sehingga jumlah meteor yang tampak mungkin lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Lokasi dan Cara Melihat Hujan Meteor Perseid
Fenomena ini dinamai “Perseid” karena titik radiasinya berada di sekitar rasi bintang Perseus. Meskipun begitu, meteor bisa terlihat melintas di berbagai arah langit, sehingga tidak perlu memandang tepat ke arah rasi Perseus untuk menikmatinya.
Untuk pengalaman terbaik, pilih lokasi yang jauh dari lampu kota dan bebas polusi cahaya. Waktu yang disarankan adalah antara tengah malam hingga menjelang subuh, saat langit paling gelap. Tidak diperlukan teleskop atau alat khusus cukup berbaring atau duduk dengan pandangan luas ke langit terbuka.
Hujan meteor Perseid 2025 akan mencapai puncaknya pada 12-13 Agustus 2025 dini hari, dengan potensi terlihat hingga 25 meteor per jam.
Pastikan memilih lokasi pengamatan yang gelap dan cuaca cerah untuk mendapatkan pengalaman terbaik. Fenomena ini adalah salah satu hadiah alam yang tidak boleh dilewatkan, terutama bagi pecinta keindahan langit malam.
***