Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2025 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya

Bagikan :
Ilustrasi puasa Ayyamul Bidh Agustus 2025 tanggal berapa? (Freepik.com)

jogjaberkabar – Setiap bulan dalam kalender Islam selalu menyimpan momentum ibadah yang istimewa, salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini dikenal sebagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Muslim.

Menjelang pertengahan bulan Safar 1447 Hijriah yang jatuh pada bulan Agustus 2025, banyak umat Islam mulai mencari tahu kapan puasa Ayyamul Bidh Agustus 2025 dilaksanakan?

Artikel ini akan mengupas secara lengkap dan terstruktur mulai dari jadwal, niat, hingga keutamaan puasa Ayyamul Bidh di bulan Agustus 2025.

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Secara bahasa, istilah Ayyamul Bidh berasal dari bahasa Arab yang berarti hari-hari yang terang. Sebutan ini merujuk pada malam-malam di pertengahan bulan Hijriah saat cahaya bulan bersinar penuh dan cerah. Dalam kalender Hijriah, Ayyamul Bidh berlangsung setiap tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya.

Ibadah sunnah ini sudah menjadi amalan rutin para sahabat dan dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meski tidak wajib, puasa ini mengandung pahala besar serta nilai spiritual tinggi bagi yang menjalaninya dengan ikhlas.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2025

Berdasarkan kalender Islam resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, awal bulan Agustus 2025 bertepatan dengan tanggal 7 Safar 1447 Hijriah. Maka, puasa Ayyamul Bidh untuk bulan Safar tahun ini jatuh pada pertengahan Agustus, tepatnya:

  • Kamis, 7 Agustus 2025 (13 Safar 1447 H)
  • Jumat, 8 Agustus 2025 (14 Safar 1447 H)
  • Sabtu, 9 Agustus 2025 (15 Safar 1447 H)

Uniknya, hari pertama puasa Ayyamul Bidh tahun ini bertepatan dengan hari Kamis, yang juga merupakan hari sunnah untuk berpuasa. Dengan demikian, umat Muslim dapat sekaligus menunaikan dua niat ibadah puasa dalam satu waktu, yaitu puasa Kamis dan puasa Ayyamul Bidh.

Bagaimana Niat Puasa Ayyamul Bidh?

Niat merupakan unsur penting dalam ibadah, termasuk dalam menjalankan puasa Ayyamul Bidh. Niat bisa diucapkan dalam hati maupun secara lisan, asalkan dilakukan sebelum fajar menyingsing.

Namun, jika seseorang belum sempat berniat di malam hari dan baru berniat di siang hari (selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa), maka puasanya tetap sah menurut pendapat sebagian ulama.

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ayyaamil biidh sunnatan lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat ini cukup dibaca satu kali setiap malam, dan dilanjutkan dengan sahur untuk mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Salah satu keistimewaan puasa Ayyamul Bidh adalah nilai pahalanya yang luar biasa. Menurut berbagai riwayat hadits, siapa pun yang melaksanakan puasa tiga hari setiap bulan, maka ia seperti telah berpuasa sepanjang tahun. Ini didasarkan pada perhitungan bahwa setiap satu hari kebaikan diberi ganjaran sepuluh kali lipat.

Hadits berikut menjelaskan keutamaannya secara gamblang:

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, maka itu seperti puasa sepanjang tahun.”

Lalu Allah menurunkan firman-Nya dalam Al-Qur’an:

“Barang siapa yang melakukan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat balasan.” (QS. Al-An’am: 160)

Jika dikalkulasikan, tiga hari puasa setiap bulan dikalikan sepuluh sama dengan tiga puluh hari, yang berarti sama dengan puasa sebulan penuh. Lakukan ini selama dua belas bulan, maka seakan-akan seseorang telah berpuasa selama satu tahun penuh.

Dengan memahami arti, jadwal, niat, dan keutamaannya, puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu ibadah ringan namun sarat makna yang patut dilestarikan. Di bulan Agustus 2025 ini, puasa sunnah tersebut jatuh pada tanggal 7, 8, dan 9 Agustus, yang bertepatan dengan 13, 14, dan 15 Safar 1447 Hijriah.

Momen ini bisa menjadi peluang spiritual bagi umat Islam untuk menyucikan diri, memperkuat keimanan, dan mengumpulkan pahala sebanyak mungkin di tengah kesibukan duniawi. Jangan lewatkan untuk mencatat jadwalnya dan mempersiapkan diri sejak malam hari dengan niat yang tulus.

***

Berita Terkini