Presiden Suriah Bertekad Usut Bom Bunuh Diri Gereja

Bagikan :

Sebuah serangan teror mengguncang Damaskus, Suriah, pada Minggu, 22 Juni 2025. Sebuah gereja menjadi sasaran penembakan dan bom bunuh diri, menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai 63 lainnya. Peristiwa ini mengecam dunia dan memicu reaksi keras dari pemerintah Suriah dan komunitas internasional.

Presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa, langsung merespon insiden tersebut. Ia berjanji akan memburu para pelaku dan membawa mereka ke pengadilan. Sharaa menekankan pentingnya persatuan menghadapi ancaman terhadap keamanan dan stabilitas negara.

Serangan Teror di Gereja Damaskus

Serangan terjadi saat kebaktian di Gereja Saint Elias di daerah Dwelaa, Damaskus. Seorang pelaku bom bunuh diri yang berafiliasi dengan ISIS memasuki gereja, menembaki jemaat sebelum meledakkan dirinya.

Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan pelaku merupakan anggota ISIS. Ini merupakan serangan pertama di gereja di Damaskus sejak pasukan yang dipimpin Islamis menggulingkan pemerintahan lama pada Desember lalu.

Serangan ini juga menjadi yang pertama di dalam sebuah gereja di Suriah sejak perang saudara meletus pada tahun 2011. Kejadian ini kembali menyoroti situasi keamanan yang masih rawan di Suriah.

Reaksi Pemerintah dan Komunitas Internasional

Pemerintah Suriah langsung bergerak cepat dalam menyelidiki insiden tersebut. Mereka mengerahkan seluruh badan keamanan untuk menangkap pelaku dan dalang di balik serangan ini.

Presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa, menyatakan komitmennya untuk menangkap semua pihak yang terlibat. Ia menekankan pentingnya persatuan rakyat dan pemerintah untuk menghadapi ancaman keamanan.

Komunitas internasional mengecam keras serangan teror ini. Banyak negara mengecam tindakan brutal tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban.

Dampak Serangan dan Kondisi Suriah

Serangan ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang signifikan. Sedikitnya 22 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan angka korban tewas berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Suriah. Jumlah korban luka mencapai 63 orang.

Serangan di gereja ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ancaman terorisme di Suriah. Kondisi keamanan di Suriah masih rawan pasca perang saudara.

Peristiwa ini menyoroti betapa pentingnya upaya perdamaian dan rekonsiliasi di Suriah untuk mencegah terjadinya kekerasan serupa di masa mendatang. Upaya internasional untuk membangun kembali Suriah dan menjamin stabilitas keamanan menjadi semakin krusial.

Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama di tengah situasi yang masih penuh tantangan di Suriah. Perlu adanya peningkatan kerjasama internasional untuk mengatasi akar masalah terorisme dan membangun perdamaian yang berkelanjutan.

Insiden ini menjadi sorotan global, mengingatkan dunia pada pentingnya perdamaian dan stabilitas di kawasan yang dilanda konflik. Semoga kejadian ini menjadi momentum bagi upaya bersama untuk membangun perdamaian yang lebih kokoh di Suriah.

Berita Terkini