
JOGJA BERKABAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG kembali mengingatkan soal potensi gempa besar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Isu ini ramai dibicarakan karena berkaitan dengan zona megathrust di selatan Jawa. Meski begitu, informasi ini bukan untuk bikin panik. Justru sebaliknya, ini jadi pengingat supaya lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa wilayah selatan Jawa memang berada di zona pertemuan lempeng aktif.
Artinya, secara ilmiah daerah ini punya potensi gempa bumi dan tsunami. Tapi yang perlu dipahami, sampai sekarang gempa belum bisa diprediksi kapan akan terjadi. Jadi tidak ada jadwal pasti.
Angka magnitudo 8,7 yang sering disebut juga bukan tanda gempa akan segera datang. Itu hanya angka maksimum dari hasil kajian ilmiah. Tujuannya untuk simulasi keselamatan. Jadi lebih ke persiapan, bukan peringatan waktu kejadian.
Potensi bukan prediksi waktu
Angka magnitudo besar itu dipakai untuk menghitung risiko. Bukan berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat.
Jarak waktu gempa tidak pasti
Memang ada hitungan rata-rata antar gempa besar. Tapi sifatnya probabilitas. Rentangnya bisa puluhan sampai ratusan tahun.
Data dipakai untuk perencanaan
Informasi ini jadi dasar pemerintah dalam menyiapkan infrastruktur. Mulai dari bangunan tahan gempa sampai sistem peringatan tsunami.
Kenali area rawan dan jalur evakuasi
Wilayah berisiko perlu dipetakan dengan jelas. Termasuk titik aman dan rute penyelamatan saat kondisi darurat.
Teknologi dan kesiapan harus jalan bareng
Alat canggih saja tidak cukup. Masyarakat juga perlu tahu apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi.
Selain itu, literasi kebencanaan juga jadi hal penting. Banyak informasi simpang siur yang beredar, apalagi di media sosial. Kalau tidak dibekali pemahaman yang benar, mudah sekali percaya hal yang tidak jelas sumbernya.
Langkah sederhana di rumah juga bisa membantu mengurangi risiko. Perabot seperti lemari atau rak sebaiknya dipasang kuat ke dinding. Ini penting supaya tidak roboh saat terjadi guncangan. Hal kecil, tapi dampaknya besar.
Di lingkungan sekitar, penting juga tahu jalur evakuasi. Baik itu di rumah, tempat kerja, atau tempat umum. Semakin sering dibiasakan, semakin siap saat kondisi darurat benar-benar terjadi.
Potensi gempa besar di DIY memang nyata secara ilmiah. Tapi bukan berarti harus hidup dalam rasa takut. Informasi dari BMKG ini lebih ke ajakan untuk siap siaga.***