Penyebab KUR BRI Ditolak dan Cara Mengatasinya agar Pengajuan Disetujui

Bagikan :
Ilustrasi Penyebab KUR BRI Ditolak dan Cara Mengatasinya agar Pengajuan Disetujui/Unsplash

JOGJA BERKABAR – Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi solusi populer bagi pelaku UMKM untuk memperoleh tambahan modal dengan bunga ringan. Namun, tidak semua pengajuan langsung disetujui. Ketahui penyebab umum penolakan KUR BRI dan cara mengatasinya agar peluang Anda diterima semakin besar.

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memperoleh akses permodalan dengan bunga rendah.

Melalui skema pembiayaan yang ringan dan proses yang relatif cepat, banyak pelaku usaha yang menggantungkan harapan pada KUR BRI untuk memperluas atau menstabilkan usahanya.

Namun kenyataannya, tidak semua permohonan KUR dapat diterima oleh pihak bank. Banyak calon debitur yang mengalami penolakan karena kurang memahami kriteria penilaian dan persyaratan administrasi yang diberlakukan oleh BRI.

Agar hal tersebut tidak menimpa Anda, berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab umum pengajuan KUR BRI ditolak serta cara mengatasinya agar peluang persetujuan lebih tinggi.

1. Dokumen Tidak Lengkap atau Tidak Sesuai

Salah satu faktor paling umum yang menyebabkan pengajuan KUR ditolak adalah ketidaklengkapan atau ketidaksesuaian dokumen. BRI sangat ketat dalam hal verifikasi data karena setiap pengajuan akan dicocokkan dengan sistem administrasi perbankan maupun instansi pemerintah.

Cara mengatasi:
Pastikan Anda menyiapkan dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU), serta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) jika jumlah pinjaman yang diajukan melebihi Rp50 juta. Pastikan pula seluruh data sesuai dengan identitas dan tercatat dengan benar. Gunakan dokumen asli dan pastikan salinan atau fotokopi terbaca dengan jelas.

2. Riwayat Kredit Buruk di SLIK OJK

Sebelum menyetujui pinjaman, BRI akan memeriksa riwayat kredit calon peminjam melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Bila ditemukan catatan negatif seperti tunggakan, cicilan macet, atau keterlambatan pembayaran dari pinjaman sebelumnya, maka pengajuan kemungkinan besar ditolak.

Cara mengatasi:
Lakukan pemeriksaan skor kredit di SLIK OJK secara mandiri sebelum mengajukan pinjaman. Jika masih ada kewajiban yang belum terselesaikan, segera lunasi dan ajukan pembaruan data di OJK agar status kredit Anda menjadi bersih. Menjaga reputasi pembayaran sangat penting karena menjadi indikator utama bagi bank untuk menilai kelayakan calon debitur.

3. Usaha Belum Berjalan atau Tidak Memiliki Bukti Transaksi

KUR BRI hanya diberikan kepada pelaku usaha yang telah menjalankan kegiatan bisnisnya minimal selama enam bulan. Jika usaha masih baru atau tidak dapat menunjukkan bukti kegiatan operasional, maka bank akan menolak pengajuan pinjaman.

Cara mengatasi:
Pastikan usaha Anda sudah aktif dan memiliki legalitas yang jelas. Siapkan bukti pendukung seperti catatan penjualan, rekening koran tiga bulan terakhir, nota pembelian bahan baku, atau laporan transaksi usaha.

Jika bisnis baru saja berdiri, sebaiknya tunggu hingga memenuhi masa operasional yang disyaratkan sebelum mengajukan pinjaman.

4. Jumlah Pinjaman Tidak Sesuai Kemampuan Bayar

Bank akan menganalisis kemampuan bayar calon peminjam berdasarkan laporan keuangan dan omzet usaha. Jika nominal pinjaman dianggap terlalu besar dibandingkan penghasilan, bank akan menolak permohonan karena dinilai berisiko.

Cara mengatasi:
Hitung terlebih dahulu kemampuan pembayaran Anda. Ajukan jumlah pinjaman yang proporsional dengan omzet dan keuntungan usaha. Bila perlu, buat laporan keuangan sederhana yang mencakup arus kas, pendapatan, dan pengeluaran usaha untuk menunjukkan kelayakan finansial kepada pihak bank.

5. Masih Memiliki Pinjaman Produktif di Bank Lain

KUR BRI ditujukan bagi pelaku usaha yang belum mendapatkan kredit serupa di lembaga keuangan lain. Jika Anda masih memiliki pinjaman produktif aktif, maka pengajuan KUR kemungkinan tidak akan disetujui.

Cara mengatasi:
Lunasi atau kurangi jumlah pinjaman yang masih berjalan sebelum mengajukan KUR. Jika Anda memiliki pinjaman konsumtif seperti kredit pemilikan rumah (KPR) atau kartu kredit, hal itu tidak menjadi masalah selama catatan pembayaran tetap baik.

Namun, selalu pastikan tidak ada keterlambatan cicilan yang dapat memengaruhi penilaian pihak bank.

Syarat Umum Mengajukan KUR BRI

Agar tidak salah langkah sejak awal, berikut persyaratan dasar yang harus dipenuhi calon debitur KUR BRI:

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, dan maksimal 75 tahun saat kredit berakhir.
  • Memiliki usaha yang produktif dan telah berjalan minimal enam bulan.
  • Mempunyai izin usaha resmi seperti IUMK, SKU, SIUP, atau TDP.
  • Menyerahkan dokumen identitas berupa KTP, KK, dan Akta Nikah (jika sudah menikah).

Jenis dan Bunga KUR BRI

BRI menyediakan beberapa jenis KUR sesuai skala usaha dan kebutuhan peminjam:

  1. KUR Mikro
    • Plafon pinjaman mulai dari Rp11 juta hingga Rp100 juta.
    • Usaha telah berjalan minimal enam bulan.
    • Tidak sedang menerima kredit produktif dari bank lain.
    • Suku bunga 6% efektif per tahun.
  2. KUR Kecil
    • Plafon pinjaman di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta.
    • Wajib memiliki izin usaha resmi dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
    • Menyerahkan dokumen agunan seperti BPKB atau sertifikat kepemilikan.
    • Suku bunga menyesuaikan kebijakan pinjaman berulang (hingga 9% efektif per tahun).

Mengetahui penyebab utama penolakan KUR BRI merupakan langkah penting sebelum mengajukan pinjaman. Pastikan seluruh dokumen valid, riwayat kredit bersih, usaha berjalan stabil, serta nominal pinjaman disesuaikan dengan kemampuan bayar.

***

Berita Terkini