Sekitar 45 pensiunan TNI dan Polri menduduki posisi komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Temuan ini berdasarkan riset CNNIndonesia.com terhadap 47 BUMN, sesuai dengan jumlah perusahaan yang disampaikan Menteri Erick Thohir.
Data tersebut tidak mencakup komisaris di anak perusahaan holding BUMN, kecuali untuk anak usaha PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) dan PT Len Industri (DEFEND ID) yang memiliki jumlah purnawirawan yang signifikan.
Beberapa contoh penempatan purnawirawan di posisi strategis BUMN cukup mencolok. Letjen TNI (Purn.) Nugroho Widyotomo misalnya, menduduki posisi Komisaris Independen MIND ID. Yang mengejutkan, MIND ID juga menunjuk Komjen Muhammad Fadil Imran, yang masih aktif sebagai Kabaharkam Polri, sebagai komisaris.
PT Pertamina (Persero) juga memiliki sejumlah purnawirawan di jajaran komisarisnya. Komjen Pol (Purn.) Mochamad Iriawan (Iwan Bule) menjabat Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen, Letjen TNI (Mar) (Purn.) Bambang Suswantono sebagai Komisaris, dan Komjen Pol (Purn.) Condro Kirono sebagai Komisaris Independen.
Nama-nama besar lainnya juga terlihat, seperti Laksamana TNI (Purn.) Agus Suhartono (mantan Panglima TNI 2010-2013) sebagai Komisaris Utama Pelindo, dan Laksamana TNI (Purn.) Yudo Margono (mantan Panglima TNI 2022-2023) sebagai Komisaris Utama Hutama Karya. Marsekal TNI (Purn.) Fadjar Prasetyo (mantan KSAU 2020-2024) juga dipercaya sebagai Komisaris Utama/Komisaris Independen Garuda Indonesia.
Bahkan, sektor pangan juga melibatkan purnawirawan. Tiga orang purnawirawan menduduki posisi penting di Dewan Pengawas Perum Bulog. Mereka adalah Mayjen TNI (Purn.) Arifin Seman, Letjen TNI (Purn.) Andi Geerhan Lantara, dan Komjen Pol (Purn.) Verdianto Iskandar Bitticaca.
PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID FOOD) juga menempatkan Mayjen TNI (Purn.) Fransiskus Xaverius Suhartono Suratman sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen, dan Irjen Pol (Purn.) Budiono Sandi sebagai Komisaris.
Menariknya, terdapat penempatan perwira aktif TNI di beberapa BUMN sektor pertahanan. Hal ini dinilai wajar karena berkaitan erat dengan masing-masing matra. Contohnya, KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono sebagai Komisaris Utama PT Dirgantara Indonesia, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Komut PT Pindad, dan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai Komut PT PAL.
Letjen TNI Tri Budi Utomo, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, juga ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Len Industri (DEFEND ID). Laksamana Muda TNI Tri Harsono juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT PAL.
Daftar 45 Pensiunan TNI dan Polri sebagai Komisaris BUMN
Berikut daftar lengkap 45 pensiunan TNI dan Polri yang menduduki posisi komisaris di berbagai BUMN, termasuk di anak perusahaan MIND ID dan DEFEND ID:
- Komisaris Independen MIND ID: Letjen TNI (Purn.) Nugroho Widyotomo
- Komisaris Utama dan Komisaris Independen Pertamina: Komjen Pol (Purn.) Mochamad Iriawan
- Komisaris Pertamina: Letjen TNI (Mar) (Purn.) Bambang Suswantono
- Komisaris Independen Pertamina: Komjen Pol (Purn.) Condro Kirono
- Komisaris Telkom Indonesia: Mayor TNI (Purn.) Ossy Dermawan
- Komisaris Independen PLN: Irjen Pol (Purn.) Yazid Fanani
- Komisaris Independen PLN: Marsma TNI (Purn.) Mutanto Juwono
- Komisaris Utama Pelindo: Laksamana TNI (Purn.) Agus Suhartono
- Wakil Komisaris Utama Pelindo: Komjen Pol (Purn.) Suntana
- Komisaris Independen Jasa Marga: Mayjen TNI (Purn.) Nachrowi Ramli
- Komisaris Independen Jasa Marga: Irjen Pol (Purn.) Rudi Antariksawan
- Anggota Dewan Pengawas Perum Peruri: Komjen Pol (Purn.) Sutanto
- Komisaris Independen Wijaya Karya (WIKA): Mayjen TNI (Purn.) Rusmanto
- Komisaris Utama Hutama Karya: Laksamana TNI (Purn.) Yudo Margono
- Komisaris Independen Hutama Karya: Irjen Pol (Purn.) Agung Sabar Santoso
- Komisaris Independen KAI: Mayjen TNI (Purn.) Rochadi
- Komisaris Utama/Komisaris Independen Garuda Indonesia: Marsekal TNI (Purn.) Fadjar Prasetyo
- Komisaris Garuda Indonesia: Mayjen TNI (Purn.) Glenny Kairupan
- Komisaris Independen PT PP: Irjen Pol (Purn.) Istiono
- Komisaris Utama Adhi Karya: Mayjen TNI (Purn.) Dody Usodo Hargo
- Anggota Independen Dewan Pengawas Perum Bulog: Mayjen TNI (Purn.) Arifin Seman
- Anggota Independen Dewan Pengawas Perum Bulog: Letjen TNI (Purn.) Andi Geerhan Lantara
- Anggota Independen Dewan Pengawas Perum Bulog: Komjen Pol (Purn.) Verdianto Iskandar Bitticaca
- Komisaris Independen DEFEND ID: Mayjen TNI (Purn.) Eddy Syahputra Siahaan
- Komisaris Independen DEFEND ID: Mayjen TNI (Purn.) Arkamelvi Karmani
- Komisaris Utama/Komisaris Independen ID FOOD: Mayjen TNI (Purn.) Fransiskus Xaverius Suhartono Suratman
- Komisaris ID FOOD: Irjen Pol (Purn.) Budiono Sandi
- Komisaris Utama PT Taspen: Komjen Pol (Purn.) Suhardi Alius
- Ketua Dewan Pengawas Perum DAMRI: Irjen Pol (Purn.) Sam Budigusdian
- Anggota Dewan Pengawas Independen Perum DAMRI: Brigjen TNI (Purn.) Anwar Ende
- Anggota Dewan Pengawas AirNav Indonesia: Marsdya TNI (Purn.) Daryatmo
- Komisaris Antam: Komjen Pol (Purn.) Rudy Sufahriadi
- Komisaris Utama/Komisaris Independen Bukit Asam: Letjen TNI (Purn.) Bambang Ismawan
- Komisaris Freeport: Letjen TNI (Purn.) Hinsa Siburian
- Komisaris Utama/Komisaris Independen Inalum: Mayjen TNI (Purn.) Musa Bangun
- Komisaris Independen Inalum: Brigjen TNI (Purn.) Hari Soebagijo
- Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Timah: Letjen TNI (Purn.) Agus Rohman
- Komisaris Independen PT Timah: Mayjen TNI (Purn.) M Hita Tunggal
- Wakil Komisaris Utama PT Pindad: Komjen Pol (Purn.) Ahmad Dofiri
- Komisaris Independen PT Pindad: Mayjen TNI (Purn.) Surawahadi
- Komisaris Utama PT Dahana: Marsma TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto
- Komisaris PT Dahana: Brigjen TNI (Purn.) Rusdianto
- Komisaris Independen PT Dahana: Irjen Pol (Purn.) Wahyudi Hidayat
- Wakil Komisaris Utama PT Dirgantara Indonesia: Marsda TNI (Purn.) Bonar Halomoan Hutagaol
- Komisaris PT Dirgantara Indonesia: Marsda TNI (Purn.) Oki Yanuar
Daftar ini menunjukkan tingginya representasi pensiunan TNI dan Polri di jajaran komisaris BUMN. Hal ini memicu pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan, transparansi, dan kriteria seleksi yang digunakan dalam penunjukan tersebut. Perlunya kajian lebih mendalam untuk memastikan efektivitas dan objektivitas pengelolaan BUMN.
Lebih lanjut, perlu diperjelas kriteria penunjukan komisaris BUMN, apakah berdasarkan keahlian dan pengalaman yang relevan, atau faktor lainnya. Transparansi dalam proses seleksi juga sangat penting untuk mencegah praktik kolusi dan korupsi.
Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan perlu adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap pengangkatan komisaris BUMN, sehingga dapat menjamin good governance dan kepentingan negara.
Halaman berikutnya berisi analisis lebih lanjut mengenai dampak penempatan purnawirawan di BUMN dan prosedur seleksi yang seharusnya diterapkan.
Halaman 1 | Halaman 2