Penjelasan DKP Soal Ikan Mati, Diduga Musim Bediding

Bagikan :

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul berikan penjelasan ilmiah terkait temuan ratusan ekor ikan jenis Bawal mati mengambang di kolam milik warga Gunungkidul.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Sumardamto menjelaskan jika ratusan ikan bawal yang mati itu ada kemungkin karena musim bediding yaitu musim kemarau dengan suhu dingin di bawah rata-rata.

Oleh karenanya memang butuh penanganan yang berbeda baik manajemen pakan, manajemen air dan manajemen lingkungan.

Namun demikian, pihaknya belum menerima laporan berkaitan dengan kematian ratusan ikan siap panen tersebut. Namun dia akan meminta kepada jajarannya untuk melakukan pengecekan.

“DKP itu punya Posikandu (Pos Pelayanan Kesehatan Ikan Terpadu). Kami berkerja melalui monitoring lapangan dan merespon laporan masyarakat,” ujar Sudarmanto pada, Selasa (23/7/2024).

Sebelumnya, ratusan ekor ikan bawal dengan bobot rata-rata 4 kilogram milik Tri Joko yang merupakan warga Padukuhan Gadungsari Kalurahan Wonosari Kapanewon Wonosari Gunungkidul mendadak mati.

Tri Joko mengungkapkan kejadian matinya ratusan ikan Bawal ini secara bertahap dan paling banyak pada hari Jumat (19/7/2024) lalu. Matinya ratusan ekor ikan bawal ini pertama kali diketahui pertama kali oleh tetangganya.

“Itu tiba-tiba ikannya mengambang gitu saja,” ujar dia.

Tri mengatakan sebelum kejadian sebenarnya tidak ada tanda-tanda terkait kesehatan ikannya. Dia menduga matinya ratusan ikan miliknya tersebut karena suhu dingin yang sangat ekstrim.

Dia mengakui jika belakangan ini cuaca di Gunungkidul cukup dingin bahkan ketika dinihari bisa mencapai 18 derajat. Sehingga hal ini tentu juga menyebabkan suhu air di kolam miliknya jadi lebih dingin.

“Kemungkinan besar karena cuaca ekstrim akhir akhir ini,” kata dia.

Dia menepis penyebab ratusan ikan miliknya mati karena keracunan. karena jika faktor keracunan ada beberapa ikan kecil dari cethul dan nila masih hidup. Dan di dalam kolamnya yang mati justru ikan berukuran besar.

Akibat kejadian ini pemilik kolam mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta. Dia menghimbau untuk rekannya yang memiliki kolam ikan Bawal untuk berhati hati karena saat ini cuaca ekstrem dan sangat berpengaruh terhadap ikan ikan peliharaan yang ada di kolam.

Berita Terkini