
Gunungkidul, Jogjaberkabar.com — Pelatihan sablon gratis digelar di Balai Padukuhan Kalangan 1, Kalurahan Ngipak, Kapanewon Karangmojo, Jumat (16/1/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sibag’z Punkarya bersama Forum Pemuda Kalangan, Karang Taruna, KKN Universitas Duta Bangsa, serta Kelompok Sosial Balak Kalangan.
Pelatihan tersebut diikuti oleh pemuda dan masyarakat dari berbagai wilayah. Kehadiran sejumlah komunitas dan perwakilan daerah turut memperkuat kegiatan ini, di antaranya Garuda Timur, perwakilan masyarakat Sambirejo, Kalurahan Sidorejo Kapanewon Ponjong, serta Paguyuban Wandra Danayaksa.
Kegiatan pelatihan sablon gratis ini dirancang sebagai wadah belajar dan berkarya bagi masyarakat umum. Peserta diajak untuk mempelajari sablon kaos mulai dari nol hingga praktik langsung. Melalui pelatihan ini, kreativitas anak muda diharapkan dapat berkembang dan memiliki nilai ekonomi.
Materi pelatihan disampaikan secara bertahap. Teknik dasar sablon manual dikenalkan kepada peserta, alat dan bahan sablon diperlihatkan, serta praktik penyablonan kaos dilakukan secara langsung. Pelatihan ini dinilai cocok bagi pemula, pelaku UMKM, komunitas, maupun masyarakat yang ingin menambah keterampilan baru.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gratis tanpa dipungut biaya. Pelatihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga selesai di Balai Dusun Kalangan 1.
Dalam kesempatan tersebut, Sibag’z Punkarya juga menyerahkan hibah peralatan sablon secara simbolis kepada Forum Pemuda Kalangan. Bantuan peralatan ini diberikan sebagai modal awal perjuangan pemuda agar mampu berdaya dan berkarya di kampung sendiri, tanpa harus meninggalkan daerah asal untuk mencari peluang di luar.
Pratisna, yang akrab disapa Sibag’z Punkarya, menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar berbagi keterampilan teknis. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk dorongan agar pemuda berani membangun usaha kreatif dari desa dan menjadikan kampung sebagai ruang tumbuh dan berkarya.
Dengan adanya pelatihan dan hibah peralatan tersebut, diharapkan akan lahir pelaku-pelaku kreatif baru di Kalangan dan sekitarnya. Kegiatan ini pun diharapkan dapat menjadi langkah awal penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas di wilayah Gunungkidul.