
JOGJA BERKABAR – PBTY XXI 2026 digelar di Kampoeng Ketandan Yogyakarta pada 25 Februari sampai 3 Maret 2026. Hadirkan panggung seni, bazaar kuliner, dan pameran akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara.
Yogyakarta kembali bersiap menyambut salah satu agenda budaya yang selalu dinanti setiap tahunnya. Perayaan Budaya Tionghoa Yogyakarta atau PBTY XXI 2026 dijadwalkan hadir di Kampoeng Ketandan Yogyakarta dan akan berlangsung selama beberapa hari penuh, menghadirkan perpaduan seni, kuliner, serta tradisi lintas budaya.
Sebagai kawasan pecinan yang memiliki nilai sejarah kuat, Kampoeng Ketandan dipilih sebagai lokasi utama penyelenggaraan PBTY XXI 2026. Kawasan ini sejak lama dikenal sebagai ruang pertemuan budaya Tionghoa dan Nusantara yang tumbuh berdampingan di tengah denyut Kota Yogyakarta.
Jadwal dan Lokasi PBTY XXI 2026
PBTY XXI 2026 akan digelar selama satu pekan penuh, memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk menikmati seluruh rangkaian acara yang disiapkan panitia. Berikut detail penyelenggaraannya:
- Tempat: Kampoeng Ketandan Yogyakarta
- Hari dan tanggal: Rabu hingga Selasa, 25 Februari sampai 3 Maret 2026
- Waktu: Pukul 17.00 hingga 22.00 WIB
Pelaksanaan pada sore hingga malam hari membuat acara ini cocok dijadikan pilihan kegiatan selepas aktivitas harian, termasuk sebagai alternatif ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa.
Panggung Utama dengan Beragam Pertunjukan Budaya
Salah satu daya tarik utama PBTY XXI 2026 adalah panggung pertunjukan yang akan menampilkan berbagai penampilan seni. Panggung utama menjadi ruang ekspresi budaya, menghadirkan pertunjukan yang mencerminkan kekayaan tradisi Tionghoa sekaligus unsur Nusantara.
Pengunjung dapat menikmati sajian seni yang dikemas secara atraktif, mulai dari pertunjukan tradisional hingga kolaborasi lintas budaya yang mencerminkan semangat kebersamaan. Setiap penampilan dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Bazaar Kuliner dan Ruang Ngabuburit Alternatif
Selain pertunjukan seni, PBTY XXI 2026 juga menghadirkan bazaar yang menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Area bazaar akan diisi oleh beragam tenant kuliner yang menawarkan pilihan makanan dan minuman khas, baik dari tradisi Tionghoa maupun cita rasa Nusantara.
Bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, bazaar ini dapat menjadi pusat kuliner sekaligus pilihan tempat ngabuburit yang berbeda. Suasana Kampoeng Ketandan yang khas, dipadu dengan aneka sajian kuliner, menciptakan pengalaman berkunjung yang hangat dan berkesan.
Pameran Budaya dengan Nuansa Akulturasi
PBTY XXI 2026 juga menghadirkan pameran budaya yang menyoroti proses akulturasi antara budaya Tionghoa dan Nusantara. Pameran ini menampilkan beragam elemen budaya yang telah hidup berdampingan selama ratusan tahun, mulai dari seni visual, ornamen, hingga cerita sejarah yang membentuk identitas kawasan Ketandan.
Melalui pameran ini, pengunjung diajak memahami bahwa keberagaman budaya bukanlah sekadar perbedaan, melainkan kekuatan yang memperkaya kehidupan sosial dan budaya Yogyakarta.
Kampoeng Ketandan sebagai Ruang Budaya Hidup
Pemilihan Kampoeng Ketandan Yogyakarta sebagai lokasi PBTY XXI 2026 bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan komunitas Tionghoa di Yogyakarta dan hingga kini tetap menjadi ruang budaya yang hidup.
Dengan digelarnya PBTY XXI 2026, Kampoeng Ketandan kembali ditegaskan sebagai pusat perjumpaan budaya, tempat tradisi lama dirawat sekaligus diperkenalkan kepada generasi masa kini melalui pendekatan yang relevan dan inklusif.
Catat Tanggalnya dan Jangan Lewatkan
PBTY XXI 2026 menjadi momen istimewa untuk menikmati seni, budaya, dan kuliner dalam satu rangkaian acara yang saling terhubung. Dengan konsep terbuka dan waktu penyelenggaraan yang ramah pengunjung, acara ini diharapkan dapat menjadi ruang berkumpul lintas generasi dan latar belakang.
Masyarakat diimbau untuk mencatat jadwal PBTY XXI 2026 dan meluangkan waktu berkunjung ke Kampoeng Ketandan Yogyakarta. Perayaan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga bentuk perayaan keberagaman yang terus tumbuh bersama Yogyakarta.
PBTY XXI 2026 akan berlangsung pada 25 Februari hingga 3 Maret 2026 di Kampoeng Ketandan Yogyakarta, setiap hari pukul 17.00 sampai 22.00 WIB.
Acara ini menghadirkan panggung seni, bazaar kuliner, serta pameran budaya yang menampilkan akulturasi Tionghoa dan Nusantara. Dengan konsep yang inklusif dan lokasi yang sarat nilai sejarah, PBTY XXI 2026 menjadi agenda budaya yang layak masuk dalam kalender kunjungan awal tahun.
***