
jogjaberkabar – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS adalah momen penting yang menandai dimulainya perjalanan baru seorang anak di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
MPLS bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas bagi sekolah untuk membimbing peserta didik baru dalam mengenali lingkungan belajar, menumbuhkan semangat belajar, dan membentuk karakter positif sejak hari pertama.
Tahun ajaran 2025/2026 membawa semangat baru melalui tema “MPLS Ramah”, yaitu pendekatan kegiatan yang berpusat pada hak anak, menciptakan lingkungan aman dan nyaman, serta mendukung inklusivitas dan kegembiraan dalam belajar.
Kegiatan MPLS ini akan berlangsung selama tiga hari, tepatnya 14–16 Juli 2025, sebagaimana diatur dalam Kalender Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Tujuan Pelaksanaan MPLS
MPLS dirancang bukan hanya untuk mengenalkan fasilitas sekolah, melainkan juga untuk membentuk kepribadian siswa sejak dini. Tujuan utamanya mencakup:
- Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya.
- Menumbuhkan semangat belajar yang menyenangkan dan bermakna.
- Membangun interaksi positif antara siswa, guru, serta warga sekolah lainnya.
- Mengembangkan sikap positif seperti gotong royong, toleransi, dan kejujuran.
- Menstimulasi kesadaran siswa terhadap potensi dirinya secara menyeluruh.
Enam Prinsip Dasar MPLS 2025
Agar kegiatan MPLS berjalan sesuai dengan semangat pembelajaran abad ke-21 dan pendidikan karakter, terdapat enam prinsip utama yang harus diterapkan setiap satuan pendidikan:
1. Ramah: Menjunjung tinggi hak anak serta membangun iklim belajar yang positif.
2. Edukatif: Setiap aktivitas harus bersifat mendidik, mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai moral.
3. Efektif dan Efisien: Kegiatan dilaksanakan sesuai tujuan tanpa membuang sumber daya secara berlebihan.
4. Inklusif: Terbuka bagi seluruh siswa baru tanpa diskriminasi, baik secara fisik, sosial, ekonomi, maupun budaya.
5. Partisipatif: Melibatkan semua unsur warga sekolah, termasuk komite pendidikan dan orang tua siswa.
6. Fleksibel: Dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing, tetap mengacu pada pedoman nasional.
Rangkaian Kegiatan MPLS: Wajib dan Pilihan
Dalam pelaksanaannya, kegiatan MPLS dikelompokkan menjadi dua kategori besar, yakni kegiatan utama yang wajib dilakukan, serta kegiatan pilihan yang bisa disesuaikan dengan kreativitas dan kebutuhan sekolah.
A. Kegiatan Utama MPLS 2025
Kegiatan inti MPLS dirancang untuk membentuk karakter siswa serta mengenalkan seluk-beluk dunia sekolah. Berikut beberapa kegiatan utama yang harus dilaksanakan oleh sekolah:
- Penanaman karakter dan penguatan profil pelajar Pancasila melalui program seperti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pertemuan Pagi Ceria, dan kampanye sosial.
- Pengenalan warga sekolah: kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan kakak kelas.
- Orientasi sarana dan prasarana: ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, toilet, dan lain-lain.
- Pengenalan lingkungan sekitar sekolah, seperti jalan, tempat ibadah, atau fasilitas publik.
- Pemaparan visi dan misi sekolah, termasuk nilai-nilai yang ingin dikembangkan.
- Pengenalan kurikulum, baik intrakurikuler maupun kokurikuler.
- Eksplorasi kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, seni, olahraga, dan teknologi.
- Penguatan budaya sekolah, termasuk rutinitas harian, norma, dan tradisi positif.
B. Kegiatan Pilihan yang Dapat Diadaptasi
Selain kegiatan wajib, sekolah juga dapat menyisipkan aktivitas tambahan yang bersifat kontekstual, edukatif, dan menyenangkan, antara lain:
- Sosialisasi program kesehatan sekolah dan keselamatan kerja (K3).
- Edukasi mengenai empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
- Penyuluhan mengenai bahaya pornografi dan dampak negatif pernikahan dini.
- Kegiatan sosial seperti kerja bakti, bakti sosial, atau peduli lingkungan.
Contoh Ide Kegiatan Seru dan Edukatif untuk MPLS SD 2025
Agar kegiatan MPLS terasa hidup dan menyenangkan, berikut beberapa inspirasi aktivitas yang bisa dilaksanakan di jenjang Sekolah Dasar.
1. Ice Breaking “Aku dan Temanku Istimewa”
Permainan ini dirancang untuk mencairkan suasana dan menumbuhkan semangat kerja sama. Langkah-langkahnya:
- Guru memperkenalkan lagu sederhana dengan gerakan tubuh.
- Siswa diminta mengikuti dan menirukan gerakan sesuai lirik.
- Fokus kegiatan adalah kegembiraan, bukan menghafal gerakan atau lagu.
2. Mengenal dan Mengelola Emosi Diri
Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu siswa mengenali perasaannya sendiri:
- Gunakan alat bantu seperti roda emosi dan catatan perasaan.
- Ajak siswa menunjuk ekspresi wajah sesuai perasaannya.
- Ajukan dua pertanyaan penting: apa yang kamu rasakan sekarang? kenapa kamu merasa seperti itu?
Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melatih empati dan kesadaran emosi sejak dini.
3. Permainan Kenalan Berantai
Aktivitas ini melatih keberanian dan mempererat hubungan antar siswa:
- Siswa duduk membentuk lingkaran.
- Siswa pertama menyebutkan nama dan hobinya.
- Siswa berikutnya mengulang nama dan hobi temannya, lalu menyebutkan dirinya sendiri.
- Kegiatan berlanjut hingga semua siswa menyampaikan perkenalan.
4. Tur Sekolah dengan Panduan Khusus
Salah satu kegiatan favorit siswa baru adalah mengelilingi sekolah:
- Bagi siswa dalam kelompok kecil.
- Pandu mereka dengan bantuan guru atau kakak kelas.
- Kenalkan area seperti ruang kelas, perpustakaan, toilet, UKS, lapangan, dan kantin.
- Berikan checklist atau stempel sebagai tanda mereka telah mengunjungi area tertentu.
MPLS 2025 sebagai Fondasi Masa Depan Pendidikan
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bukan hanya tentang berkenalan dengan gedung dan jadwal pelajaran, tetapi tentang membangun hubungan, karakter, dan rasa percaya diri siswa sejak awal.
MPLS 2025 yang ramah, inklusif, dan edukatif diharapkan menjadi awal yang menyenangkan bagi seluruh siswa baru di Indonesia.
Dengan menyusun kegiatan berdasarkan prinsip nasional, menyisipkan aktivitas menarik dan menyentuh sisi emosional siswa, serta melibatkan seluruh warga sekolah, MPLS akan menjadi kenangan manis yang tak terlupakan dan bekal berharga dalam perjalanan pendidikan mereka.
***