Pameran Ekspedisi “Tutup Ngisor”: Menyelami Jejak Alam, Budaya, dan Kreasi di Sonobudoyo

Bagikan :

Yogyakarta — Gedung Pameran Temporer Sonobudoyo kembali menjadi ruang temu bagi para pecinta seni dan fotografi. Kali ini, melalui Pameran Ekspedisi “Tutup Ngisor” yang digelar pada 30 Oktober hingga 2 November 2025, pengunjung diajak menjelajahi kisah dan warna dari sebuah ekspedisi kreatif yang memadukan seni, budaya, dan eksplorasi alam.

Pameran ini diinisiasi oleh Serufo Day sebagai bentuk perayaan ekspresi lintas disiplin. Beragam kegiatan disuguhkan, mulai dari Tari Golek Ayun-Ayun oleh Kamasetra, Workshop Botanical Monoprint bersama Biru Jambon, hingga Art Performance “Hope & Sacrifice” oleh Sobri Lail.

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa mengikuti Workshop Kamera Lubang Jarum bersama Mudrik, Creative Sharing oleh Shidiq Hanif, dan Workshop Videography oleh Fulviandi Dalope. Sebagai penutup yang penuh energi, akan hadir pula Live Music dan Mural oleh IbieT.

Mengusung semangat eksplorasi dan kolaborasi, “Tutup Ngisor” tidak sekadar pameran, melainkan pengalaman artistik yang mengajak pengunjung menyelami hubungan antara manusia, alam, dan seni.

Pameran ini terbuka untuk umum setiap hari pukul 09.00 – 20.00 WIB di Gedung Pameran Temporer Sonobudoyo, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Dengan dukungan sponsor seperti Sony, Sentra Digital, dan Laminar Project, serta sejumlah media partner seperti Artpolologi, Radar Jogja, Jogja Berkabar dan Musik Jogja, acara ini menjadi bukti bahwa semangat berkesenian di Yogyakarta tak pernah padam.

“Masuk Sonobudoyo cuma pengen lihat pameran, tapi pulang-pulang rasanya kayak baru ikut ekspedisi ke Tutup Ngisor,” begitu kira-kira sensasi yang dijanjikan oleh gelaran penuh warna ini.

 

 

Berita Terkini