
Bantul, (jogjaberkabar)– Aksi klitih kembali meresahkan warga Yogyakarta. Kali ini, sekelompok pelaku nekat menganiaya dua pelajar di area SPBU Kretek, Bantul, pada Sabtu (8/3/2025) dini hari. Kejadian brutal ini terekam dalam laporan kepolisian dan menjadi viral di media sosial.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP. Kasus ini masih dalam penyelidikan.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi, serta mengecek lokasi kejadian,”ujar AKP Jeffry.
Dikejar hingga SPBU, Korban Dibacok Celurit
Berdasarkan informasi, kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB, saat korban NAF (16) bersama dua temannya, YA (15) dan Azka sedang berkeliling menggunakan sepeda motor Honda PCX. Warga kelurahan Sidomulyo Bambanglipuro ini berkeliling di sekitar Bantul.
Saat melintas di simpang empat Paker, mereka tiba-tiba dipepet dan dihentikan oleh seseorang yang mengendarai Honda Vario. Karena panik, mereka berbalik arah dan berusaha kabur. Namun, tak lama kemudian, mereka dikejar oleh empat orang yang menggunakan dua motor, yakni Honda PCX dan Yamaha N Max.
Aksi kejar-kejaran terus berlanjut hingga akhirnya korban dan teman-temannya masuk ke area SPBU Kretek untuk mencari perlindungan. Namun, para pelaku tetap mengejar dan langsung menantang mereka dengan nada marah.
Salah satu pelaku yang mengendarai Yamaha N Max kemudian mendekati korban dan tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam jenis celurit. Tanpa basa-basi, pelaku langsung membacok YA, menyebabkan luka serius.
Melihat itu, NAF juga menjadi sasaran penganiayaan. Sementara itu, Azka berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian. Setelah melukai korban, para pelaku langsung kabur ke arah utara melalui Jalan Parangtritis.
Korban Dibawa ke Klinik, Polisi Lakukan Penyelidikan
Usai kejadian, korban NAF dan YA segera dilarikan ke Klinik Darma Husada Parangtritis untuk mendapatkan perawatan. Tak terima dengan kejadian ini, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kretek pada Sabtu pagi, pukul 11.00 WIB.
Polisi langsung bergerak dengan melakukan pemeriksaan saksi, olah TKP, serta mengumpulkan bukti-bukti guna mengidentifikasi para pelaku yang hingga kini masih dalam penyelidikan.
“Kami akan bekerja maksimal untuk mengungkap identitas para pelaku dan segera menangkap mereka. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di malam hari,” tambah AKP Jeffry.
Fenomena Klitih Kembali Meresahkan
Aksi kekerasan jalanan atau yang lebih dikenal dengan istilah klitih terus menjadi momok bagi warga Yogyakarta, terutama bagi pelajar dan masyarakat yang beraktivitas di malam hari.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan jalanan yang terjadi di DIY. Warga pun berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku dan memberikan efek jera agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
“Polisi mengimbau siapa pun yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor ke pihak berwajib,” tambahnya