Mubeng Beteng Kraton Yogyakarta Hari Ini Jam Berapa? Simak Jadwal dan Makna di Baliknya

Bagikan :
Ilustrasi jadwal Mubeng Beteng Kraton Yogyakarta hari ini jam berapa? (Pixabay.com)

jogjaberkabar – Kraton Yogyakarta kembali menggelar tradisi tahunan yang sarat makna spiritual dan budaya, yakni Mubeng Beteng, sebagai bagian dari peringatan Tahun Baru Jawa Dal 1959.

Tradisi ini dijadwalkan berlangsung pada malam Kamis Wage, 26 Juni 2025, tepat di malam 1 Suro, yang dalam kalender Jawa dikenal sebagai malam penuh refleksi dan keheningan.

Dalam sistem penanggalan Jawa, 1 Suro merupakan awal tahun baru, mirip dengan 1 Muharam dalam kalender Hijriah. Penanggalan Jawa ini menggunakan sistem kamariah, yaitu perhitungan berdasarkan siklus bulan, sama seperti kalender Hijriah, namun tetap mempertahankan tahun Saka.

Sejak pertama kali diresmikan oleh Sultan Agung dari Kerajaan Mataram pada tahun 1633 Masehi, kalender Jawa disusun sedemikian rupa agar selaras dengan nilai-nilai spiritual masyarakat Jawa.

Tahun baru Jawa menjadi momen sakral yang identik dengan perenungan diri, kesunyian, dan semangat pembaruan batin.

Pada tahun 2025 ini, malam 1 Suro jatuh pada Kamis Wage, 26 Juni 2025, dan 1 Suro 1959 Dal tepat pada hari Jumat Kliwon, 27 Juni 2025. Kombinasi hari Kamis Wage dan Jumat Kliwon dikenal masyarakat Jawa sebagai waktu yang sangat sakral dan dipercaya memiliki kekuatan spiritual yang besar.

Meskipun menggunakan metode perhitungan bulan seperti kalender Islam, kalender Jawa tetap mempertahankan ciri khasnya sendiri dengan menggabungkan unsur-unsur budaya Hindu-Buddha dan Islam.

Keunikan lainnya terletak pada sistem windu dan pasaran (seperti Wage, Kliwon, Legi, dan sebagainya) yang memberikan dimensi spiritual pada tiap hari.

Saat kalender Jawa pertama kali diberlakukan, ia langsung dimulai dari tahun 1555 Jawa, berbeda dengan kalender Hijriah yang dimulai dari tahun 1 Hijriah. Hal ini menunjukkan betapa penanggalan Jawa bukan hanya sistem waktu, tetapi juga media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan.

Apa Itu Mubeng Beteng?

Secara harfiah, Mubeng Beteng berarti “mengelilingi benteng”. Tradisi ini merupakan ritual budaya yang telah dijalankan secara turun-temurun oleh Kraton Yogyakarta.

Dalam prosesi ini, para abdi dalem, keluarga keraton, dan masyarakat yang ikut serta akan berjalan kaki menyusuri jalur luar benteng Kraton secara diam dan hening.

Diamnya prosesi ini bukan tanpa alasan. Suasana senyap menjadi simbol introspeksi dan evaluasi diri atas segala hal yang telah terjadi selama setahun ke belakang. Kesunyian juga menciptakan ruang kontemplatif bagi peserta untuk menyambut tahun baru Jawa dengan hati yang bersih dan penuh harapan.

Jadwal Mubeng Beteng Kraton Yogyakarta Hari Ini

Mengutip unggahan akun resmi Instagram @kratonjogja, pelaksanaan Lampah Budaya Mubeng Beteng akan dimulai pada pukul 23.00 WIB, Kamis 26 Juni 2025.

Tradisi ini termasuk dalam rangkaian acara Hajad Dalem Kraton Yogyakarta, yang merupakan persembahan khusus dari Kraton untuk masyarakat sebagai bagian dari peringatan tahun baru Jawa.

Berikut detail jadwal lengkapnya:

  • Tanggal: Kamis, 26 Juni 2025
  • Waktu: Mulai pukul 23.00 WIB hingga selesai
  • Lokasi awal: Bangsal Ponconiti, Kompleks Kamandungan Lor (Keben), Kraton Yogyakarta

Rangkaian acara:

  • Pembukaan dengan pembacaan kidung Macapat selepas waktu Isya
  • Dilanjutkan dengan prosesi jalan kaki mengelilingi benteng mulai pukul 23.00 WIB

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti prosesi secara langsung namun tidak dapat hadir, Kraton Yogyakarta akan menyiarkan acara ini secara live streaming melalui akun Instagram dan TikTok @kratonjogja.

Syarat dan Etika Mengikuti Prosesi

Jika Anda berencana untuk turut serta dalam prosesi Mubeng Beteng malam ini, perhatikan beberapa aturan dan etika yang wajib dipatuhi agar acara tetap khidmat dan tertib:

  • Menjaga ketertiban dan keheningan
  • Berbusana rapi, sesuai dengan nuansa sakral acara
  • Tidak mengenakan celana pendek atau pakaian yang tidak sopan

Pihak Kraton secara khusus mengimbau kepada seluruh peserta untuk saling menghormati suasana tenang yang menjadi inti dari tradisi ini. Sebagaimana disampaikan melalui unggahan resmi, partisipasi masyarakat sangat dihargai selama mengikuti aturan yang ada.

“Bagi Sahabat yang hendak mengikuti agenda tersebut, Sahabat diharapkan dapat saling menjaga kenyamanan, keheningan, ketertiban, berbusana rapi, serta tidak mengenakan celana pendek,” tulis Kraton Jogja dalam akun Instagram-nya.

Rangkaian Awal: Pembacaan Kidung Macapat

Sebelum prosesi jalan kaki dimulai, acara akan diawali dengan pembacaan kidung Macapat oleh para seniman dan abdi dalem Kraton.

Lokasi pembacaan ini berada di Bangsal Ponconiti, sebuah tempat penting di lingkungan Kamandungan Lor, yang menjadi salah satu pusat kegiatan spiritual di kompleks Kraton.

Kidung Macapat adalah bentuk puisi tradisional Jawa yang sarat dengan nilai-nilai kebijaksanaan, doa, serta ajakan untuk introspeksi diri. Pembacaan kidung ini turut menegaskan nuansa sakral yang meliputi keseluruhan acara Mubeng Beteng.

Mubeng Beteng, Tradisi Spiritual yang Tetap Relevan

Mubeng Beteng bukan sekadar ritual budaya, melainkan bentuk nyata pelestarian warisan spiritual dan nilai luhur nenek moyang yang masih relevan hingga kini. Dengan suasana hening, jalan kaki mengelilingi benteng menjadi simbol perjalanan batin manusia dalam menyambut tahun baru dengan jiwa yang bersih.

Jadi, bagi Anda yang ingin menyaksikan atau ikut serta dalam prosesi Mubeng Beteng Kraton Yogyakarta hari ini, pastikan untuk datang sebelum pukul 23.00 WIB dan mematuhi semua tata tertib yang ditetapkan.

Apabila tidak memungkinkan hadir secara langsung, Anda bisa menikmati suasananya melalui siaran langsung di media sosial Kraton Jogja.

Selamat menyambut 1 Suro 1959 Dal, semoga tahun baru ini membawa ketenangan, keberkahan, dan kesadaran baru dalam kehidupan kita semua.

***

Berita Terkini