Momentum Sumpah Pemuda dan Hari Santri, Bupati Lucky Hakim Luncurkan Perbup Pesantren untuk Kuatkan Pendidikan Religius di Indramayu

Bagikan :
Bupati Lucky Hakim luncurkan Perbup Pesantren di Hari Santri 2025, perkuat pendidikan religius di Indramayu.

JogjaBerkabar.com – Kabupaten Indramayu kembali mencatat sejarah penting di bulan Oktober 2025. Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dan Hari Santri Nasional, Bupati Lucky Hakim secara resmi menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) Indramayu Nomor 42 Tahun 2025 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2022 mengenai Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.

Kebijakan tersebut menjadi hadiah berharga bagi kalangan santri, santriwati, dan generasi muda Indramayu, karena memberikan payung hukum yang kuat bagi pengembangan pesantren di tingkat daerah. Peraturan ini juga menjadi bukti nyata perhatian Pemkab Indramayu terhadap pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan dan moralitas.

Pesantren Diperkuat Sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah

Dalam Perbup yang diundangkan pada 20 Oktober 2025 itu, pemerintah daerah secara tegas mengakui pesantren sebagai lembaga strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa. Bukan hanya berfungsi sebagai tempat belajar ilmu agama, pesantren juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat dan kegiatan dakwah.

Pemkab Indramayu melalui regulasi tersebut berkomitmen memberikan rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi bagi pesantren yang sudah terdaftar dan memiliki izin operasional dari Kementerian Agama. Kebijakan ini menjadi dasar bagi peningkatan mutu pendidikan pesantren sekaligus memastikan lembaga-lembaga keagamaan berjalan sesuai ketentuan hukum.

“Dengan adanya rekognisi, pemerintah dapat mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada pesantren, dan yang paling utama adalah pesantren diberikan akses mengembangkan sayapnya,” ujar Bupati Lucky Hakim dalam keterangannya.

Wujud Nyata Visi Indramayu REANG

Lahirnya Perbup Pesantren ini sejalan dengan visi besar Kabupaten Indramayu, yakni Indramayu REANG (Religius, Aman, Nyaman, Gotong Royong). Di dalam visi tersebut, nilai religius menjadi pondasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.

Pemerintah daerah menilai bahwa kemajuan Indramayu tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh pembangunan karakter dan moral masyarakatnya. Melalui penguatan peran pesantren, Pemkab Indramayu berharap muncul generasi muda yang beriman, berilmu, dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi.

Langkah ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan keagamaan dalam mewujudkan masyarakat Indramayu yang beradab, toleran, dan produktif.

Strategi Membangun Generasi Menuju Indonesia Emas 2045

Kebijakan yang diambil Bupati Lucky Hakim juga dipandang sebagai langkah strategis dalam mendukung visi nasional Indonesia Emas 2045. Pemerintah Kabupaten Indramayu menyadari bahwa pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan bermoral adalah kunci keberhasilan menuju masa depan bangsa yang gemilang.

Dengan Perbup ini, pesantren diharapkan mampu berperan lebih luas dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman dan kebangsaannya. Pemerintah daerah berupaya menjadikan pesantren sebagai pusat pembinaan spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan mendorong lahirnya santri-santri produktif yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan potensi daerah.

Kado Spesial untuk Santri dan Pemuda Indramayu

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional, terbitnya Perbup Nomor 42 Tahun 2025 menjadi kado istimewa bagi seluruh santri di Indramayu. Momentum ini memperlihatkan bagaimana semangat nasionalisme dan religiusitas dapat berjalan berdampingan dalam membangun daerah.

Langkah visioner Bupati Lucky Hakim diapresiasi banyak pihak karena tidak hanya memperkuat eksistensi pesantren, tetapi juga mempertegas arah pembangunan Indramayu yang berbasis nilai-nilai moral dan spiritual.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional,” ucap Bupati Lucky Hakim penuh semangat. Ia berharap, dengan lahirnya kebijakan ini, generasi muda Indramayu akan semakin kokoh dalam iman, tangguh menghadapi perubahan, dan menjadi motor penggerak kemajuan daerah.***

Berita Terkini