Meski Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

Bagikan :
Aktivitas Pasar Hewan Siyonoharjo Gunungkidul kian ramai. (e linangkung)
Aktivitas Pasar Hewan Siyonoharjo Gunungkidul kian ramai. (e linangkung)

Gunungkidul, (jogjaberkabar) – Wabah antraks yang sempat menghantui wilayah Gunungkidul ternyata tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk berdagang hewan ternak. Aktivitas jual beli di Pasar Hewan Siyonoharjo justru terus meningkat, terutama menjelang Idul Adha.

Lurah Pasar Siyonoharjo, Isnaningsih, menjelaskan bahwa sejak dua minggu sebelum Lebaran, jumlah transaksi hewan ternak mulai mendekati kondisi normal. “Saat antraks mewabah, jumlah sapi yang masuk hanya sekitar 40 ekor per hari. Namun sejak menjelang Lebaran, jumlahnya terus meningkat dan bahkan melebihi kondisi normal,” ujarnya.

Pada hari Sabtu (12/4/2025), pasar mencatat 504 ekor sapi dan 457 ekor kambing terjual. Angka ini melampaui jumlah rata-rata harian di masa normal, yakni sekitar 400 ekor sapi dan 400 ekor kambing.

Isnaningsih menambahkan bahwa pedagang dari luar daerah mulai berdatangan ke pasar. “Kami menerima pedagang dari Boyolali, Temanggung, bahkan Jakarta. Mereka mulai mencari hewan untuk persiapan Idul Adha,” jelasnya.

Pihak pasar juga mencatat kenaikan harga hewan ternak. Harga sapi naik antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per ekor, sementara harga kambing naik Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Harga sapi pedaging saat ini berada di kisaran Rp 17 juta hingga Rp 20 juta, sedangkan sapi ternak dijual antara Rp 14 juta hingga Rp 16 juta.

Untuk mencegah penyebaran antraks, pihak pasar langsung melakukan sterilisasi setelah aktivitas jual beli selesai. “Kami tetap waspada. Setelah pasar tutup, kami semprot semua area dengan disinfektan,” kata Isnaningsih.

Sardi, salah satu penjual hewan dari Patuk, juga merasakan lonjakan aktivitas. “Meski isu antraks masih beredar, pasar tetap ramai. Harga malah naik, bukan turun,” katanya. Ia bersama pedagang lain tetap menjaga kebersihan kandang dan rutin memeriksa kesehatan hewan untuk menghindari paparan antraks.

Dengan lonjakan aktivitas ini, Pasar Siyonoharjo bersiap menyambut puncak penjualan hewan pada masa Idul Adha mendatang yang diperkirakan bisa mencapai 800 ekor sapi per hari.

Berita Terkini