
JOGJA BERKABAR – Bulan Ramadan selalu dinanti-nanti. Tapi pernah kepikiran tidak, kenapa tanggal-tanggal penting di bulan ini seperti 17 Ramadan bisa berbeda tiap tahun kalau dibandingkan kalender Masehi?
Sebenarnya ini karena perbedaan sistem kalender yang dipakai. Kalender Hijriah yang dipakai umat Islam itu berdasarkan peredaran bulan, bukan matahari seperti kalender Masehi.
Makanya, tanggal 17 Ramadan tidak selalu jatuh pada hari yang sama setiap tahun kalau dihitung dari kalender Masehi.
Kenapa 17 Ramadan Bisa Berbeda Setiap Tahun
Kalender Hijriah itu bulan-lunar
Kalender Hijriah dihitung dari fase bulan. Satu bulan dimulai dari bulan baru sampai bulan berikutnya muncul. Jadi satu bulan Hijriah sekitar 29-30 hari.
Kalender Masehi itu matahari-solar
Kalender Masehi, yang biasa kita pakai sehari-hari, dihitung berdasarkan pergerakan bumi mengelilingi matahari. Satu tahun Masehi ada 365 atau 366 hari.
Jumlah hari berbeda
Karena satu tahun Hijriah lebih pendek dari tahun Masehi, sekitar 354 hari, tanggal-tanggal penting Hijriah seperti 17 Ramadan mundur sekitar 10-12 hari setiap tahunnya jika dibandingkan kalender Masehi. Jadi, tanggal ini terus bergeser tiap tahun.
Penentuan awal bulan kadang berbeda
Di beberapa negara, awal Ramadan ditentukan dengan pengamatan hilal (bulan sabit). Bisa saja hasilnya berbeda sedikit, sehingga tanggal 17 Ramadan juga ikut berbeda.
Efek pada ibadah dan perayaan
Perbedaan tanggal ini penting untuk ibadah, puasa, dan perayaan. Karena itulah umat Islam perlu mengikuti kalender Hijriah atau pengumuman resmi di daerah masing-masing agar ibadah tepat waktunya.
Jadi, tanggal 17 Ramadan memang tidak selalu sama tiap tahun kalau dilihat dari kalender Masehi. Perbedaan ini karena sistem kalender Hijriah yang berbasis bulan, sedangkan kalender Masehi berbasis matahari.
Meski begitu, perubahan ini justru membuat setiap Ramadan terasa unik dan spesial, karena setiap tahun kita merayakan momen penting pada tanggal Masehi yang berbeda, tapi tetap sesuai dengan perhitungan bulan Hijriah.***