Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Prediksi Versi Pemerintah dan Muhammadiyah serta Jadwal Liburnya

Bagikan :
Ilustrasi Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Prediksi Versi Pemerintah dan Muhammadiyah serta Jadwal Liburnya/Unsplash

JOGJA BERKABAR – Kapan Lebaran Idul Fitri 2026 dirayakan? Simak prediksi Idul Fitri 1447 Hijriah versi pemerintah dan Muhammadiyah, jadwal awal puasa Ramadhan 2026, serta libur nasional dan cuti bersama lengkap.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama tahun 2026, termasuk untuk perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Penetapan ini menjadi acuan awal bagi masyarakat dalam merencanakan mudik, liburan keluarga, hingga persiapan ibadah sejak awal Ramadhan.

Meski tanggal libur nasional Lebaran sudah tercantum dalam kalender resmi negara, penetapan hari raya Idul Fitri secara syariat tetap bergantung pada metode penentuan awal bulan Syawal. Di Indonesia, perbedaan metode antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama kerap membuat publik menantikan kepastian tanggal Lebaran setiap tahunnya.

Berikut penjelasan lengkap mengenai prediksi Lebaran Idul Fitri 2026, awal puasa Ramadhan, serta rangkaian libur panjang yang telah ditetapkan.

Libur Nasional Idul Fitri 2026 Sudah Ditetapkan

Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai hari libur nasional.

Dalam Surat Keputusan Bersama Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Idul Fitri ditetapkan jatuh pada:

Sabtu, 21 Maret 2026
Minggu, 22 Maret 2026

Surat keputusan tersebut ditandatangani pada 19 September 2025 dan menjadi dasar resmi kalender libur nasional tahun 2026.

Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/E/2025. Penetapan ini dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid menggunakan metode hisab hakiki dengan pedoman Kalender Hijriah Global Tunggal.

Berdasarkan hasil perhitungan astronomi, ijtimak menjelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 waktu universal. Pada saat Matahari terbenam di hari yang sama, kriteria visibilitas hilal belum terpenuhi di seluruh dunia. Namun setelah melewati pukul 24.00 waktu universal, parameter kalender global terpenuhi di wilayah daratan Amerika.

Dengan prinsip kesatuan matlak global, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 dan berlaku secara serentak di seluruh dunia.

Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Pemerintah

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah hingga kini belum menetapkan secara resmi tanggal awal Ramadhan 2026. Kementerian Agama masih akan menunggu hasil sidang isbat yang biasanya digelar pada 29 Syakban 1447 Hijriah, yang diperkirakan bertepatan dengan 17 Februari 2026.

Namun, melalui kalender Hijriah yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan ini mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Kepastian tanggal tersebut baru akan diumumkan secara resmi setelah sidang isbat yang menggabungkan metode perhitungan astronomi dan pengamatan hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Sikap Nahdlatul Ulama Terkait Awal Ramadhan 2026

Hingga saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama belum mengumumkan penetapan awal Ramadhan 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Nahdlatul Ulama menggunakan metode hisab imkanur rukyah yang dikombinasikan dengan rukyatul hilal secara langsung.

Pemantauan hilal akan dilakukan pada akhir bulan Syakban untuk menentukan awal Ramadhan. Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi dasar pengumuman resmi dari Nahdlatul Ulama.

Prediksi Lebaran Idul Fitri 2026 Versi Pemerintah

Meskipun tanggal libur nasional Lebaran telah ditetapkan, pemerintah secara syariat belum menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah. Penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pada penghujung bulan Ramadhan.

Namun, jika mengacu pada kalender Hijriah Kementerian Agama, Lebaran Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Tanggal ini masih bersifat prediktif dan dapat berubah tergantung hasil rukyatul hilal.

Lebaran Idul Fitri 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal tanggal Idul Fitri 1447 Hijriah. Berdasarkan Maklumat Nomor 02/MLM/I.0/E/2025, Lebaran Idul Fitri 2026 menurut Muhammadiyah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Keputusan ini sepenuhnya didasarkan pada perhitungan hisab hakiki dan implementasi Kalender Hijriah Global Tunggal yang telah menjadi pedoman resmi Muhammadiyah.

Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran 2026

Selain libur nasional Idul Fitri, pemerintah juga menetapkan cuti bersama yang membuat libur Lebaran 2026 semakin panjang. Menariknya, libur Lebaran tahun ini berdekatan dengan Hari Suci Nyepi, sehingga menciptakan rangkaian libur yang cukup panjang.

Berikut jadwal lengkap libur dan cuti bersama Maret 2026:

Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 2026
Sabtu, 21 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah
Minggu, 22 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah
Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 2026
Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 2026

Dengan susunan tersebut, masyarakat berpotensi menikmati libur panjang hingga tujuh hari berturut-turut.

Lebaran Idul Fitri 2026 diprediksi jatuh antara 20 Maret atau 21 Maret 2026, tergantung metode penetapan yang digunakan. Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026, sementara pemerintah masih menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat, meski kalender menunjukkan Sabtu, 21 Maret 2026.

Dengan jadwal libur nasional dan cuti bersama yang sudah ditetapkan, masyarakat dapat mulai merencanakan mudik, silaturahmi, dan agenda ibadah sejak dini sambil menunggu penetapan resmi pemerintah dan organisasi keagamaan.

***

Berita Terkini