
JOGJA BERKABAR – Sholat witir sering dianggap sebagai penutup saja setelah rangkaian sholat malam.
Padahal, ibadah ini punya banyak keutamaan yang sering luput dari perhatian. Meski hukumnya sunnah, nilainya tidak bisa dianggap ringan. Justru di situlah letak istimewanya.
Witir biasanya dikerjakan setelah sholat Isya, dan sering dirangkai dengan tahajud atau tarawih. Jumlah rakaatnya ganjil. Bisa satu, tiga, lima, dan seterusnya. Sederhana, tapi maknanya dalam.
Berikut beberapa keutamaan sholat witir yang jarang disadari:
Dicintai Allah karena bilangan ganjil
Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa Allah itu Maha Esa dan menyukai yang ganjil. Witir berarti ganjil.
Dari sini saja sudah terlihat bahwa ibadah ini punya kedekatan makna yang dalam. Sholat witir bukan sekadar tambahan, tapi bagian yang punya nilai khusus.
Jadi penutup ibadah malam yang menyempurnakan
Sholat witir berfungsi sebagai penutup sholat malam. Penutup itu penting. Ibarat tanda tangan di akhir surat, witir seperti penyempurna dari semua rakaat yang sudah dikerjakan sebelumnya. Dengan witir, rangkaian ibadah malam terasa lebih lengkap.
Termasuk amalan yang rutin dijaga Rasulullah
Sholat witir termasuk ibadah yang sangat dijaga oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan dalam perjalanan pun beliau tetap mengerjakannya.
Ini menunjukkan bahwa witir bukan amalan yang dianggap sepele. Kalau Rasul saja menjaganya, tentu ada nilai besar di dalamnya.
Bisa jadi penghapus kekurangan ibadah wajib
Setiap orang pasti punya kekurangan dalam sholat wajibnya. Mungkin kurang khusyuk. Mungkin kurang fokus.
Sholat sunnah seperti witir bisa menjadi pelengkap dan penambal kekurangan tersebut. Jadi meski terlihat sederhana, dampaknya besar.
Waktu yang tenang bikin doa lebih terasa
Witir sering dikerjakan di akhir malam. Suasana lebih sunyi. Pikiran lebih tenang. Di momen seperti itu, doa yang dipanjatkan terasa lebih dalam dan lebih tulus. Hati jadi lebih mudah tersentuh.
Melatih konsistensi dalam ibadah
Membiasakan witir setiap malam melatih kedisiplinan. Tidak harus banyak rakaat. Satu rakaat pun cukup. Yang penting rutin. Dari kebiasaan kecil seperti ini, iman bisa terasa lebih terjaga.
Pahala besar meski amalan singkat
Witir tidak memakan waktu lama. Namun pahalanya besar. Ini bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Amalan yang ringan tapi bernilai tinggi tentu sayang kalau dilewatkan begitu saja.
Sholat witir memang bukan kewajiban. Tapi justru karena itu, ia jadi bukti cinta seorang hamba kepada Tuhannya.
Ibadah yang dilakukan bukan karena harus, melainkan karena ingin lebih dekat. Tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai. Cukup satu rakaat dulu. Pelan-pelan dibiasakan.
Kalau dijaga dengan konsisten, witir bisa jadi penguat hubungan dengan Allah di saat orang lain sudah terlelap. Dari amalan yang terlihat kecil ini, ternyata tersimpan pahala dan keutamaan yang besar.***