Kereta Bandara YIA Yogyakarta Mogok di Kulon Progo, Penumpang Panik Takut Tertinggal Pesawat

Bagikan :
Ilustrasi Kereta Bandara YIA Yogyakarta Mogok di Kulon Progo, Penumpang Panik Takut Tertinggal Pesawat/Unsplash

JOGJA BERKABAR – Kereta Bandara rute Yogyakarta–Yogyakarta International Airport (YIA) mengalami gangguan teknis di wilayah Kulon Progo pada Rabu, 12 November 2025.

PT Railink menyampaikan permohonan maaf dan memberikan kompensasi penuh kepada seluruh penumpang yang terdampak.

Perjalanan Kereta Api Bandara Yogyakarta menuju Yogyakarta International Airport (YIA) terganggu akibat insiden mogok di kawasan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, pada Rabu siang, 12 November 2025.

Peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan di kalangan penumpang yang khawatir tidak sempat tiba di bandara tepat waktu untuk mengejar penerbangan mereka.

PT Railink selaku operator layanan kereta bandara segera menyampaikan permohonan maaf resmi atas kejadian tersebut. Dalam keterangan tertulisnya, Manager Komunikasi Perusahaan PT Railink, Ayep Hanapi, menjelaskan bahwa gangguan terjadi pada Kereta Api 539 di jalur antara Stasiun Wates dan Stasiun Kedundang, tepatnya di kilometer 509+3/4. Penyebabnya, kata dia, adalah adanya kendala teknis pada rangkaian kereta.

“Seluruh tim teknis kami sudah dikerahkan untuk melakukan penanganan secepat mungkin. Kami tetap menjadikan keselamatan dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama,” ujar Ayep. Ia menambahkan, PT Railink telah berkoordinasi intens dengan Daerah Operasi 6 Yogyakarta, petugas PPKA Stasiun Wates dan Kedundang, serta tim lapangan agar proses pemulihan bisa berlangsung seefisien mungkin.

Sementara upaya perbaikan dilakukan, seluruh penumpang Kereta Api 539 dialihkan menggunakan kendaraan darat menuju Bandara YIA. Langkah ini ditempuh untuk memastikan para penumpang dapat melanjutkan perjalanan dan tiba di bandara sesuai jadwal penerbangan masing-masing. Bagi penumpang yang memilih tidak melanjutkan perjalanan, PT Railink memberikan pengembalian biaya atau refund sebesar 100 persen.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, termasuk kompensasi penuh bagi pelanggan yang terdampak. Selain itu, evaluasi teknis juga segera dilakukan agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang di kemudian hari,” jelas Ayep.

Hingga pukul 13.00 WIB, pantauan lapangan menunjukkan kereta yang mogok masih berada di lokasi dan belum dapat melanjutkan perjalanan. Beberapa penumpang akhirnya turun dari kereta dan memilih mencari transportasi alternatif. Mereka terlihat membawa koper masing-masing, berlari menuju tepi jalan desa, dan mencoba menghentikan kendaraan yang melintas, mulai dari mobil pribadi hingga truk yang kebetulan lewat.

Seorang penumpang bernama Setio Adi, warga Sleman, mengaku telah menunggu lebih dari 40 menit di lokasi kejadian. Ia sedang dalam perjalanan dinas menuju Jakarta dengan jadwal penerbangan pukul 13.00 WIB. “Tadinya kami berharap kereta bisa segera jalan, tapi setelah lama menunggu akhirnya semua penumpang turun dan mencari tumpangan sendiri agar tidak ketinggalan pesawat,” ujarnya.

Beberapa unggahan video yang beredar di media sosial menunjukkan suasana kepanikan para penumpang saat kereta berhenti mendadak. Ada yang tampak meloncat dari pintu kereta ke bantalan rel, sementara yang lain menggunakan tangga bambu atau kursi besi milik warga sekitar untuk turun. Warga sekitar Kokap pun membantu penumpang yang kesulitan keluar dari rangkaian.

Meski kejadian ini sempat menimbulkan ketegangan, PT Railink menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pelanggan atas kesabaran mereka selama proses penanganan berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas pengertian seluruh pelanggan,” tutup Ayep.

Peristiwa mogoknya Kereta Bandara YIA ini menjadi perhatian publik karena dianggap mengganggu jadwal transportasi ke bandara yang biasanya dikenal tepat waktu dan efisien.

PT Railink memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pemeriksaan kondisi teknis armada, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.***

Berita Terkini