Jadwal dan Kendala Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025: Penjelasan Lengkap Kemendikdasmen

Bagikan :
Ilustrasi Jadwal dan Kendala Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025: Penjelasan Lengkap Kemendikdasmen/Unsplash

JOGJA BERKABAR – Sebanyak 3,5 juta lebih siswa dari 43 ribu sekolah di Indonesia mengikuti Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025. Simak jadwal, sistem pelaksanaan, hingga kendala teknis yang terjadi di hari pertama.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun 2025 mencatat antusiasme tinggi terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar untuk pertama kalinya bagi jenjang SMA, SMK, MA, hingga pendidikan kesetaraan Paket C dan PKPPS Ulya.

Sebanyak 3.518.167 calon peserta dari 43.918 satuan pendidikan di seluruh Indonesia telah mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer ini.

Ujian TKA dijadwalkan berlangsung mulai 3 hingga 9 November 2025, sedangkan Gladi Bersih TKA diselenggarakan lebih awal pada 27–30 Oktober 2025 sebagai simulasi resmi bagi peserta.

Tahapan gladi ini menjadi ajang latihan nasional untuk memastikan kesiapan teknis, sistem, dan mental siswa menjelang ujian utama.

Tujuan dan Fungsi Gladi Bersih TKA 2025

Gladi bersih tidak hanya bertujuan melatih kesiapan peserta menghadapi format soal dan sistem digital, tetapi juga menjadi uji coba menyeluruh terhadap kesiapan server, infrastruktur jaringan, dan mekanisme administrasi di sekolah.

Melalui gladi bersih, panitia dapat memastikan moda pelaksanaan berjalan lancar, baik untuk sekolah dengan jaringan internet stabil maupun daerah dengan keterbatasan koneksi.

Dalam pelaksanaan tahun ini, TKA 2025 berbasis komputer dengan tiga pilihan moda:

  1. Full online, di mana seluruh proses berlangsung secara daring.
  2. Semi online dengan token online, untuk wilayah dengan koneksi terbatas.
  3. Semi online dengan token offline, khusus untuk daerah blank spot atau tidak memiliki akses internet memadai.

Rincian Jadwal dan Durasi Tes TKA 2025

Pelaksanaan TKA dirancang berlangsung selama dua hari dengan pembagian sesi yang ketat. Berikut jadwal dan struktur ujiannya:

Hari Pertama

  • Sesi 1: 07.30 – 10.00
  • Sesi 2: 10.30 – 13.00
  • Sesi 3: 14.00 – 16.30
    Rincian waktu:
  • Latihan: 10 menit
  • Bahasa Indonesia: 45 menit
  • Matematika: 50 menit
  • Bahasa Inggris: 45 menit

Hari Kedua

  • Sesi 1: 07.30 – 09.40
  • Sesi 2: 10.10 – 12.20
  • Sesi 3: 13.30 – 15.40
    Rincian waktu:
  • Latihan: 10 menit
  • Mata pelajaran pilihan pertama: 60 menit
  • Mata pelajaran pilihan kedua: 60 menit

Dengan sistem tersebut, setiap peserta memiliki waktu belajar dan berlatih yang terukur sebelum menghadapi sesi utama ujian.


Kendala Teknis di Hari Pertama Gladi Bersih

Meski menjadi ajang latihan penting, hari pertama Gladi Bersih TKA 2025 pada Senin, 27 Oktober 2025, tidak berjalan sepenuhnya mulus.
Berbagai keluhan muncul dari para siswa melalui media sosial X (Twitter), menandakan adanya gangguan teknis selama ujian berlangsung.

Sejumlah peserta mengeluhkan eror pada situs TKA, gangguan jaringan, hingga sistem yang menutup sesi ujian sebelum waktunya berakhir. Beberapa di antara mereka melaporkan munculnya pesan “ERROR 402” ketika sedang mengerjakan soal Matematika, sementara sebagian lainnya mengalami gangguan saat berpindah soal yang membuat sistem terhenti secara tiba-tiba.

Cuitan dari beberapa akun siswa menggambarkan suasana frustrasi:

  • “Gladi TKA sesi 1 server-nya sempat down, takutnya pas hari ujian nanti juga error,” tulis salah satu peserta.
  • “Waktu belum habis, tapi malah dipaksa keluar ke halaman login,” keluh pengguna lainnya.
  • “Lab komputer di sekolahku malah mati listrik pas tengah ujian,” ungkap siswa dari Jawa Timur.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan siswa maupun orang tua, terutama mengenai kemungkinan gangguan serupa saat pelaksanaan ujian utama.


Penjelasan Resmi Kemendikdasmen dan BSKAP

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, memberikan klarifikasi resmi.
Menurutnya, gangguan yang terjadi pada hari pertama gladi disebabkan oleh perbedaan sistem antara TKA dan Asesmen Nasional (AN) yang selama ini digunakan.

“TKA memiliki mekanisme aplikasi yang lebih kompleks karena seluruh jadwal pelaksanaannya diatur secara ketat dan terintegrasi langsung dengan sistem autentifikasi,” jelas Toni.
Ia menambahkan, gangguan terjadi akibat kegagalan mekanisme autoscaling pada server autentifikasi internal. Artinya, ketika jutaan pengguna secara bersamaan mencoba login, server tidak berhasil menambah kapasitasnya secara otomatis, sehingga menyebabkan antrean koneksi dan gangguan pada proses masuk ke sistem.

Setelah diidentifikasi, tim teknis langsung melakukan penyesuaian konfigurasi sistem autentifikasi untuk menstabilkan kembali layanan. Toni menegaskan bahwa langkah-langkah perbaikan sudah dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang pada pelaksanaan ujian utama awal November nanti.

“Kami memahami kekhawatiran siswa dan guru, namun perlu diingat gladi bersih ini memang dirancang untuk menguji kesiapan sistem secara menyeluruh. Dari situ, kami bisa menemukan titik lemah untuk segera diperbaiki,” ujarnya.


Reaksi Publik dan Harapan ke Depan

Selain keluhan siswa, beberapa orang tua juga mengungkapkan kekhawatiran anak mereka akan mendapat nilai rendah akibat eror sistem. Menanggapi hal ini, Toni memastikan bahwa hasil gladi bersih tidak memengaruhi nilai akhir TKA.
Gladi bersih semata-mata menjadi simulasi nasional agar seluruh pihak memahami alur pelaksanaan dan dapat menyesuaikan diri pada hari pelaksanaan nanti.

Ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada gladi bersih tambahan setelah sesi yang berakhir pada 30 Oktober 2025. Gladi ini dianggap cukup untuk mengukur kesiapan sistem dan infrastruktur di seluruh satuan pendidikan.

Pihak Kemendikdasmen berharap siswa tetap fokus mempersiapkan diri dan tidak terlalu khawatir dengan kendala teknis yang muncul pada tahap simulasi. “Kami terus memperkuat koordinasi agar pelaksanaan TKA 2025 berjalan lancar dan kredibel,” tegas Toni.

Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menjadi langkah penting menuju pelaksanaan ujian berbasis komputer nasional yang lebih modern dan terstandar.

Meski sempat diwarnai kendala teknis pada tahap simulasi, pemerintah memastikan seluruh masalah telah ditangani agar tidak terulang saat ujian utama.

Dengan jumlah peserta yang mencapai jutaan siswa dari berbagai wilayah Indonesia, TKA 2025 menjadi momentum besar untuk menegaskan komitmen Kemendikdasmen terhadap peningkatan kualitas asesmen pendidikan nasional.

Para siswa diharapkan tetap semangat mempersiapkan diri, sebab ujian ini bukan hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan baru di era digital pendidikan.

***

Berita Terkini