
JOGJA BERKABAR – Gempa magnitudo 4,4 mengguncang Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 27/1/2026 pukul 13.15 WIB. BMKG sebut gempa berkedalaman 11 kilometer dan data masih bersifat sementara.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa siang, 27/1/2026. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.15 Waktu Indonesia Barat dan dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah, termasuk kawasan perkotaan Yogyakarta dan sekitarnya.
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pusat gempa berada di koordinat 7,8 lintang selatan dan 110,49 bujur timur. Lokasi tersebut tercatat berada sekitar 15 kilometer ke arah timur laut dari pusat Kabupaten Bantul. Sementara itu, kedalaman gempa dilaporkan berada pada 11 kilometer di bawah permukaan bumi.
BMKG Ingatkan Data Gempa Masih Bersifat Sementara
BMKG menegaskan bahwa informasi awal terkait gempa bumi ini disampaikan dengan mengutamakan kecepatan penyebaran data kepada masyarakat. Oleh karena itu, hasil pengolahan gempa masih berpotensi mengalami perubahan seiring masuknya data tambahan dari berbagai sensor seismik.
Dalam keterangannya, BMKG menyampaikan bahwa masyarakat diharapkan tetap tenang dan terus memantau informasi lanjutan dari sumber resmi. Hingga laporan awal ini disampaikan, belum ada keterangan resmi terkait dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.
Warganet Laporkan Getaran Terasa Lebih Kuat
Getaran gempa Bantul siang ini ramai diperbincangkan di media sosial X. Sejumlah warganet mengaku merasakan guncangan yang cukup jelas, bahkan berbeda dari gempa-gempa kecil yang sebelumnya sempat terjadi pada hari yang sama.
BMKG Masih Menunggu Analisis Lanjutan
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kompas.com masih menunggu konfirmasi lanjutan dari Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, terkait analisis lebih mendalam mengenai penyebab gempa serta potensi gempa susulan.
BMKG kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta tetap waspada namun tidak panik, serta memastikan hanya mengikuti perkembangan informasi dari kanal resmi BMKG.