
jogjaberkabar – Yogyakarta selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, salah satunya melalui keindahan desa-desa wisata yang tersebar di berbagai wilayah.
Dari sekian banyak destinasi, Desa Wisata Kelor yang terletak di Sleman hadir dengan keunikan yang memadukan kekayaan alam, sejarah perjuangan bangsa, hingga pengalaman edukatif yang berkesan.
Lokasi Desa Wisata Kelor
Desa Wisata Kelor berada di Dusun Kelor, Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Jaraknya sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta sehingga mudah dijangkau wisatawan.
Jika dilihat dari arah utara, lokasi desa ini hanya sekitar 15 kilometer dari puncak Gunung Merapi, tepatnya di kawasan selatan gunung yang menjadi ikon Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.
Keindahan alam pegunungan yang sejuk serta lingkungan yang masih asri menjadikan desa ini destinasi favorit baik bagi wisatawan lokal maupun pengunjung dari luar daerah.
Daya Tarik Alam Desa Wisata Kelor
Salah satu pesona utama Desa Wisata Kelor adalah keberadaan Sungai Bedhog yang mengalir di sisi timur dusun.
Air sungai yang jernih, aliran yang relatif tenang, dan suasana sekitar yang masih alami menjadikan lokasi ini sebagai tempat yang tepat untuk menikmati aktivitas air.
Wisatawan yang ingin mencoba kegiatan seperti susur sungai atau trekking air akan didampingi langsung oleh warga desa.
Sensasi berjalan di aliran air yang dingin sambil menyusuri hamparan batu dan kerikil di dasar sungai, ditemani udara pegunungan yang segar, memberikan pengalaman yang sulit dilupakan.
Aktivitas sederhana ini justru menjadi salah satu kegiatan yang paling digemari oleh para pengunjung.
Jejak Sejarah di Joglo Tua
Selain pesona alam, Desa Wisata Kelor juga menyimpan kisah sejarah yang bernilai tinggi. Di desa ini terdapat sebuah rumah joglo tua yang tercatat sudah berdiri sejak tahun 1835.
Berdasarkan informasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, rumah joglo tersebut memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa.
Pada masa perjuangan, bangunan joglo pernah dipakai sebagai markas Tentara Pelajar. Hingga kini, keberadaan joglo menjadi simbol perjuangan sekaligus saksi bisu semangat pemuda pada masa kemerdekaan.
Cita Rasa Khas Desa Kelor
Di tempat ini juga ada salah satu kuliner yang khas yaitu Nasi Pondoh. Hidangan ini dimasak menggunakan santan sehingga menghasilkan nasi yang gurih, pulen, dan padat.
Lalu, setelah matang, nasi dipadatkan lalu dipotong berbentuk kotak. Biasanya, Nasi Pondoh disajikan bersama tempe bacem yang manis gurih.
Cita rasa sederhana namun autentik ini membuat siapa saja yang mencicipinya akan teringat suasana pedesaan yang hangat.
Kegiatan Edukatif untuk Wisatawan
Tak sampai di situ, Desa Wisata Kelor juga menghadirkan wisata edukatif. Salah satu kegiatan populer adalah belajar tentang budidaya salak.
Wisatawan bisa mengetahui langsung proses menanam, merawat, hingga memanen buah salak yang menjadi salah satu komoditas unggulan Sleman.
Kemudian, pengunjung juga diajak melihat bagaimana buah salak dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual, seperti manisan atau olahan makanan lain.
Perpaduan Wisata Sejarah hingga Alam
Jadi kesimpulannya, Desa Wisata Kelor adalah perpaduan harmonis antara alam, sejarah, kuliner, dan pendidikan.
Dengan lokasinya yang strategis di kaki Gunung Merapi, desa ini mampu menghadirkan suasana asri khas pedesaan sekaligus menyuguhkan cerita perjuangan yang inspiratif.
Dan bagi Anda yang ingin berlibur sambil belajar dan menikmati nuansa pedesaan, maka Desa Wisata Kelor bisa dijadikan pilihannya.***