
JOGJA BERKABAR – Cuaca di Jogja selama bulan April terasa berubah-ubah. Siang hari bisa sangat panas, tapi tiba-tiba sore atau malam turun hujan.
Kondisi seperti ini bikin banyak orang bingung. Sebenarnya ini bukan hal aneh, karena Jogja sedang masuk masa pancaroba atau peralihan musim.
Menurut BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari skala global, regional, sampai lokal. Semua faktor ini saling berhubungan dan membuat cuaca jadi tidak menentu seperti sekarang.
Pengaruh dari skala global
Di tingkat global, ada dua fenomena yang cukup berpengaruh, yaitu ENSO dan IOD. Kedua fenomena ini biasanya menentukan apakah suatu wilayah akan mengalami musim hujan atau kemarau.
Saat ini, keduanya berada di fase netral. Artinya, tidak ada dorongan kuat ke salah satu musim. Dampaknya, cuaca jadi tidak stabil dan sering berubah.
Pengaruh dari skala regional
Dari sisi regional, ada angin monsun Australia yang mulai menguat. Angin ini bertiup dari arah timur dan membawa udara yang cenderung kering.
Ini jadi salah satu tanda bahwa musim kemarau mulai mendekat. Tapi prosesnya tidak langsung, melainkan bertahap.
Pengaruh dari skala lokal
Kalau dilihat dari kondisi lokal, wilayah Jawa termasuk Jogja punya udara yang cukup labil. Artinya, pergerakan udara di langit tidak stabil dan mudah membentuk awan hujan.
Inilah yang bikin hujan masih sering turun, meski suhu udara terasa panas di siang hari.
Kenapa panas dan hujan bisa terjadi bersamaan
Karena ketiga faktor tadi terjadi bersamaan, cuaca jadi seperti “tarik-menarik”. Di satu sisi mulai kering karena pengaruh angin monsun.
Di sisi lain, masih ada pembentukan awan hujan karena kondisi lokal. Hasilnya, siang panas tapi hujan tetap turun di waktu tertentu.
Potensi hujan di akhir April
BMKG memperkirakan hujan masih akan terjadi di Jogja hingga akhir April. Pada tanggal 22 April, potensi hujan bahkan cukup tinggi. Setelah itu, hujan masih turun tapi dengan intensitas sedang sampai sekitar tanggal 26 April.
Perkiraan musim kemarau
Untuk wilayah Jogja, puncak musim kemarau biasanya terjadi sekitar bulan Agustus. Jadi saat ini masih dalam masa peralihan. Prosesnya memang tidak langsung berubah, tapi pelan-pelan.
Perubahan cuaca seperti ini memang cukup terasa dalam aktivitas sehari-hari. Pagi bisa cerah, siang terik, lalu sore mendung dan hujan.
Kondisi jalan juga bisa berubah cepat, dari kering jadi basah. Karena itu, penting untuk tetap waspada, terutama saat berkendara atau beraktivitas di luar.***