
jogjaberkabar – Gempa bumi kembali mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa pada hari Sabtu, 12 Juli 2025.
Guncangan terasa hingga ke Daerah Istimewa Yogyakarta, mengejutkan warga yang tengah beraktivitas di pagi hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gempa tersebut terjadi pada pukul 10.25 WIB dengan kekuatan magnitudo 4,6.
Lokasi Pusat Gempa dan Kedalaman
Menurut data awal yang dirilis oleh BMKG melalui kanal resminya, pusat gempa berada di koordinat 8.74 Lintang Selatan dan 110.87 Bujur Timur, tepatnya di laut, sekitar 67 kilometer barat daya dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Gempa ini memiliki kedalaman 26 kilometer di bawah permukaan laut, sehingga masuk dalam kategori gempa dangkal yang biasanya berpotensi menimbulkan guncangan cukup terasa di permukaan.
Perlu dicatat bahwa informasi ini masih bersifat sementara karena data masih dalam proses analisis lanjutan.
BMKG memberikan disclaimer bahwa data awal bisa saja berubah seiring masuknya data tambahan dari berbagai sensor seismik.
Guncangan Terasa hingga Yogyakarta
Meskipun episentrum berada di perairan selatan Pacitan, dampak guncangan dirasakan cukup luas, termasuk di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Sejumlah warga melaporkan merasakan getaran ringan yang berlangsung beberapa detik.
Banyak dari mereka mengaku sempat terkejut namun tidak sampai menimbulkan kepanikan.
Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut, baik dari wilayah Pacitan maupun Yogyakarta.
Pihak berwenang masih melakukan monitoring dan pengumpulan data di lapangan untuk memastikan dampak secara menyeluruh.
Status Terkini dan Imbauan BMKG
BMKG juga belum mengungkap apakah ada potensi tsunami atau tidak.
Sehingga, masyarakat di daerah pesisir selatan diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi tidak benar yang belum dikonfirmasi sumber resmi.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meskipun tidak semua gempa utama diikuti oleh aftershock.
Warga juga disarankan untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG seperti aplikasi, situs web, atau media sosial resminya di @infobmkg.***