Bayang-Bayang Super Flu Menghantui DIY, ZYMUNO Jadi Suplemen Rekomendasi Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Bagikan :
ZYMUNO menjadi suplemen herbal yang direkomendasikan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh di tengah kekhawatiran Super Flu di DIY.

JogjaBerkabar.com  – Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sempat digegerkan oleh kemunculan Super Flu varian K di Kabupaten Sleman. Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial dan media nasional, memicu kekhawatiran publik yang membandingkan penyakit ini dengan pandemi COVID-19 yang pernah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan.

Menanggapi keresahan masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia langsung memberikan penjelasan resmi dan meminta warga tetap tenang. Pemerintah menegaskan bahwa virus Super Flu bukanlah virus baru yang berbahaya, melainkan bagian dari influenza A (H3N2) yang telah dikenal dunia medis selama puluhan tahun.

“Super Flu ini sebenarnya influenza yang virusnya sudah lama ada, berbeda dengan COVID-19 yang merupakan virus baru,” tegas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito, Kamis (7/1/2026).

Kasus Super Flu Varian K di Sleman, Sudah Tercatat Sejak 2025

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Ari Kurniawati, menjelaskan bahwa kasus Super Flu varian K di Sleman sebenarnya sudah terjadi sejak September hingga Oktober 2025. “Ada satu kasus di DIY, pasien dirawat di Sleman meski berdomisili di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Pasien tersebut mengalami demam tinggi dan gangguan pernapasan hingga memerlukan perawatan intensif di rumah sakit rujukan. Tim medis langsung menangani kasus sesuai protokol penyakit infeksi saluran pernapasan. Ari memastikan bahwa pasien kini telah sembuh dan dipulangkan, menegaskan bahwa kasus tersebut berhasil ditangani tanpa menimbulkan komplikasi serius.

Varian K Bukan Ancaman Baru, Tapi Tetap Perlu Waspada

Menkes Budi menekankan bahwa varian K hanyalah subclade baru dari virus influenza A (H3N2) dan tidak setara dengan COVID-19. Menurutnya, tubuh manusia sudah lama mengenal influenza sehingga memiliki daya tahan alami yang lebih baik.

“Karena virus ini sudah lama, imunitas tubuh kita sudah mengenalnya. Itu yang membedakannya dengan COVID,” jelas Budi.

Ia menambahkan, langkah pencegahan Super Flu sama seperti flu musiman: menjaga kebersihan tangan, memakai masker bila batuk atau pilek, dan menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat. Hingga kini, belum ada laporan kematian akibat varian K.

Gejala Super Flu Lebih Berat, Tapi Masih Terkontrol

dr. Lana Unwanah, Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, menegaskan bahwa Super Flu varian K menimbulkan gejala lebih berat dibanding flu biasa. Gejala utama meliputi demam tinggi, nyeri otot, lemas ekstrem, sakit kepala berat, dan batuk menetap hingga lebih dari satu minggu.

“Super Flu menyerang saluran pernapasan atas dan jarang menimbulkan komplikasi berat seperti COVID-19. Kondisi ini bisa sembuh sendiri apabila daya tahan tubuh baik,” ujar dr. Lana.

Selain penyakit menular, dr. Lana mengingatkan tren meningkatnya penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, yang erat kaitannya dengan pola hidup tidak sehat. Ia mendorong masyarakat untuk disiplin menjalankan PHBS, menjaga asupan gizi seimbang, tidur cukup, dan rutin berolahraga.

Tetap Tenang dan Jaga Imunitas

Dengan informasi resmi dari pemerintah, tenaga medis, dan rekomendasi suplemen herbal seperti ZYMUNO, masyarakat DIY diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Pencegahan sederhana—seperti menjaga pola hidup sehat, makan cukup nutrisi, berolahraga, dan istirahat teratur—menjadi kunci utama menghadapi Super Flu varian K.

“Kesehatan tubuh kita adalah pertahanan terbaik. Suplemen bisa menjadi pendukung, tetapi pola hidup sehat tetap nomor satu,” tutup dr. Lana.

ZYMUNO, Suplemen Herbal Rekomendasi untuk Daya Tahan Tubuh

Di tengah kekhawatiran masyarakat, banyak figur publik merekomendasikan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya adalah ZYMUNO, yang disebut oleh beberapa influencer dan praktisi kesehatan sebagai suplemen herbal yang aman dan efektif.

Seorang mahasiswa semester akhir, Ina, membagikan pengalaman pribadinya setelah terkena penyakit yang membuatnya lemas dan demam. Selama isolasi mandiri, Ina rutin mengonsumsi ZYMUNO sesuai anjuran dokter dan rekomendasi teman keluarganya.

“Setelah minum ZYMUNO sekitar tiga hari, nafsu makan saya kembali, dan lemas perlahan hilang. Setelah dua minggu, tubuh saya kembali fit,” ceritanya.

Kandungan ZYMUNO yang Mendukung Imunitas Tubuh

ZYMUNO mengandung empat bahan utama yang terbukti mendukung sistem imun:

  • Phyllanthus niruri herba ekstrak (Meniran hijau) – Mengandung antioksidan kuat, meningkatkan kekebalan tubuh, melawan virus dan bakteri, serta meredakan inflamasi.
  • Moringa oleifera folium ekstrak (Daun kelor) – Kaya vitamin C, membantu menjaga daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan virus.
  • Curcuma xanthorrhiza rhizoma (Temulawak) – Mengandung kurkumin yang menstabilkan sistem imun dan meningkatkan nafsu makan.
  • Mel depuratum ad (Madu) – Memperkuat imun, mempercepat proses penyembuhan, dan memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk tubuh.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh, ZYMUNO juga membantu mencegah masuknya penyakit, mempercepat penyembuhan, dan aman dikonsumsi karena 100% bahan herbal. Suplemen ini cocok untuk semua anggota keluarga usia 2 tahun ke atas.

(ef linangkung)

Berita Terkini