Ketegangan antara Israel dan Iran meningkat tajam akhir pekan lalu. Serangan besar-besaran Israel terhadap target-target di Iran memicu balasan dari Teheran, mengakibatkan eskalasi konflik yang mengkhawatirkan dunia.
Reaksi internasional pun beragam, dengan Amerika Serikat dan China mengambil posisi yang berbeda. Kedua negara adikuasa ini memberikan pernyataan dan mengambil langkah-langkah diplomasi yang mencerminkan kepentingan dan strategi geopolitik masing-masing.
China Mengecam Pelanggaran Kedaulatan Iran
Pemerintah China secara tegas mengutuk serangan Israel ke Iran. Mereka menganggap tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Iran.
Utusan China untuk PBB, Fu Cong, menyatakan kecaman tersebut dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. China menekankan pentingnya menghindari eskalasi lebih lanjut dan menyerukan penghentian tindakan militer Israel.
China juga mendesak penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Mereka menilai bahwa eskalasi kekerasan hanya akan merugikan semua pihak yang terlibat.
Upaya Diplomasi China Melalui Komunikasi Bilateral
Sebagai tindak lanjut kecamannya, China mengambil langkah diplomasi langsung. Menteri Luar Negeri Wang Yi menghubungi Menteri Luar Negeri Israel dan Iran.
Dalam percakapan teleponnya dengan Menlu Israel, Gideon Saar, Wang Yi kembali menegaskan penolakan China terhadap serangan Israel. Ia menekankan bahwa serangan tersebut terjadi saat dunia berupaya mencari solusi politik untuk masalah nuklir Iran.
Wang Yi juga menghubungi Menlu Iran, Abbas Araghchi. Ia menyampaikan kecaman atas serangan Israel dan menegaskan dukungan China terhadap kedaulatan Iran.
Wang Yi menekankan pentingnya dialog dan diplomasi untuk menyelesaikan konflik. Ia memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan tidak akan membawa perdamaian abadi.
Amerika Serikat Meminta Perang Dihentikan dan Menolak Keterlibatan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sepakat bahwa perang antara Israel dan Iran harus diakhiri.
Trump menyatakan bahwa baik dirinya maupun Putin memandang pentingnya mengakhiri konflik tersebut. Pernyataan ini disampaikan melalui media sosial Truth Social.
Namun, Trump juga menegaskan bahwa AS tidak terlibat dalam serangan Israel ke Iran. Ia mengeluarkan peringatan keras kepada Iran untuk tidak melibatkan AS dalam konflik.
Trump mengancam akan memberikan respons yang sangat kuat jika AS diserang oleh Iran. Namun, ia juga menyatakan keyakinan bahwa kesepakatan damai antara Iran dan Israel dapat dicapai.
Situasi di Timur Tengah tetap tegang pasca serangan Israel ke Iran. Reaksi China yang menekankan diplomasi dan kecaman keras terhadap Israel, berbanding dengan pernyataan Trump yang menekankan perlunya penghentian konflik namun juga peringatan tegas terhadap Iran. Kedua negara adikuasa ini, meskipun memiliki pendekatan yang berbeda, sama-sama menyerukan diakhirinya konflik dan perlunya solusi damai. Namun, jalan menuju perdamaian masih panjang dan penuh tantangan.