Apa Penyebab Kasus ShopeeFood Jogja dan Customer? Viral Ratusan Ojol Geruduk Rumah di Bantulan

Bagikan :
Belakangan ramai perselisihan antara salah satu driver ShopeeFood dengan customer hingga pada akhirnya ada aksi massa, berikut penyebab awalnya, foto ilusrasi (Pexels// Kindel Media)

jogjaberkabar – Baru-baru ini, warga masyrakat Yogyakarta digegerkan dengan adanya peristiwa gerombolan pengemudi ShopeeFood yang geruduk rumah di Bantulan.

Hal tersebut kemudian ramai menjadi omongan di media sosial, baik TikTok, Facebook, Instagram dan lainnya.

Ini bermula pada Jumat malam, 4 Juli 2025 yang mana ada ratusan driver ojek online yang tergabung dalam layanan ShopeeFood mendatangi rumah seorang warga di kawasan Bantulan, Kalurahan Sidoarum, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman.

Aksi ini menjadi viral setelah berbagai rekaman video hingga tayangan live streaming peristiwa tersebut tersebar luas di media sosial.

Dalam video, nampak kerumunan driver serta suasana yang cukup memanas di lokasi kejadian.

Kejadian ini kemudian memunculkan tanda tanya, terutama bagi yang belum mengetahui konteksnya.

Lantas, Apa sebenarnya yang memicu keributan tersebut?

Apa Penyebab Driver ShopeeFood Geruduk Rumah Customer di Bantulan?

Aksi solidaritas besar-besaran ini diduga merupakan bentuk protes terhadap dugaan penganiayaan yang dialami oleh salah satu kurir ShopeeFood.

Akar peristiwa ini bermula pada malam hari Kamis, 3 Juli 2025.

Berbagai sumber mengungkap bahwa seorang pelanggan berinisial T diketahui memesan kopi dari gerai Fore menggunakan aplikasi ShopeeFood.

Pesanan tersebut diterima dan diantar oleh kurir bernama Arzeto yang saat itu ditemani oleh kekasihnya, Ayuningtyas.

Ayuningtyas rupanya memahami alur orderan, dan saat kejadian Arzeto menghadapi kondisi double order.

Ini merupakan kondisi ketika dua pesanan masuk dalam waktu yang berdekatan.

Salah satunya adalah makanan dari restoran Spesial Sambal. Karena itu, pengantaran ke rumah T mengalami keterlambatan.

Tampaknya, keterlambatan tersebut membuat pihak pelanggan tidak terima.

Setibanya kurir di rumah T, terjadi cekcok antara kedua belah pihak.

Dalam perdebatan yang berlangsung panas itu, disebutkan bahwa T sempat mengaku sebagai orang pelayaran, dan diduga melakukan tindakan kasar terhadap kurir ShopeeFood tersebut.

Ayuningtyas yang berada di lokasi juga disebut merekam sebagian kejadian sebagai bukti.

Videonya kemudian tersebar luas hingga viral di media sosial.

Merasa dirugikan dan mendapat perlakuan tidak menyenangkan, Arzeto dan Ayuningtyas memutuskan untuk melaporkan insiden tersebut ke pihak berwenang.

Laporan resmi atas dugaan penganiayaan diajukan ke Polresta Sleman pada dini hari, tepatnya Jumat, 4 Juli 2025 pukul 02.00 WIB.

Ratusan Ojol Geruduk Rumah T di Sleman

Sebagai buntut dari kejadian tersebut, solidaritas dari rekan-rekan sesama driver langsung mengalir.

Pada Juma malam, ratusan pengemudi ShopeeFood dari berbagai wilayah Yogyakarta mendatangi rumah T yang terletak di kawasan Bantulan.

Mereka menuntut klarifikasi, permintaan maaf, serta tanggung jawab dari pihak customer.

Kehadiran massa dalam jumlah besar ini terekam dan tersebar di berbagai platform media sosial sehingga perhatian luas dari masyarakat dan media lokal.

Pada akhirmya sang terduga pelaku muncul ke publik dan kemudian merilis video permohonan maaf.

Ia juga mengaku siap menerima konsekuensi atas perbuatannya.

Insiden Lanjutan dan Pengrusakan Mobil Polisi

Sementara itu, situasi sempat memanas saat sekelompok orang berkumpul kembali di sekitar Simpang Tiga Bantulan.

Di lokasi tersebut, terjadi insiden pengrusakan mobil polisi oleh oknum massa.

Mobil dinas tersebut dilaporkan sempat diseret dan digulingkan. Selain itu, kaca-kaca mobil dipecahkan dan lampu rotator dilepas.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Wahyu Agha Ari Septyan.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya sudah mengantongi identitas para pelaku pengrusakan.

“Kaca-kaca dipukulin semua. Lampu rotator di atas juga tadi dicopot. Tadi kita sudah dapat perekaman CCTV-nya, sudah kita amankan,” ujarnya pada Sabtu, 5 Juli 2025.

“Kita sudah buatkan LPA (Laporan Polisi Model A) untuk perusakan mobilnya. Nama-nama dan pelaku-pelaku oknum yang merusak mobil tersebut sudah kita kantongi, dalam waktu dekat kita akan melakukan pemeriksaan,” katanya.

Diduga Lakukan Tindak Penganiayaan

Jadi kesimpulannya, dari kronologi tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyebab kasus viral ShopeeFood Jogja adalah dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pelanggan terhadap kurir ShopeeFood.

Kejadian ini kemudian menyulut aksi solidaritas dari para pengemudi lain yang berujung pada kerumunan massa.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat kabarnya akan mendalami serta memeriksa lebih lanjut terkait kasus ini.***

Berita Terkini