Apa Isi Tuntutan Demo Gojek 20 Mei 2025? Driver Ojol Juga Off Bid

Bagikan :
Ilustrasi isi tuntutan demo Gojek 20 Mei 2025. (Pixabay.com)

jogjaberkabar – Pada Selasa, 20 Mei 2025, para pengemudi ojek online (ojol), taksi online (taksol), hingga kurir akan menggelar demo besar-besaran. Apa isi tuntunan demo Gojek 20 Mei 2025 mendatang?

Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan bentuk perlawanan kolektif terhadap kondisi kerja yang dianggap tidak manusiawi dan sangat merugikan para pekerja di sektor transportasi online.

Seruan ini datang dari Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) yang mengajak semua pengemudi ojol dan taksol di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi off bid massal, yaitu mematikan aplikasi secara serempak sebagai bentuk protes.

Tak hanya di dunia digital, para pengemudi juga akan turun ke jalan, menggelar unjuk rasa yang dipusatkan di beberapa titik penting di Jakarta: Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR RI.

Tidak hanya di Jakarta, aksi serupa juga akan dilakukan di berbagai kota besar lainnya. Organisasi Garda Indonesia menyebut bahwa para pengemudi yang tergabung dalam aliansi dan federasi pengemudi dari wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bandung, Cikampek, Karawang, Palembang, Lampung, hingga Banten akan ikut ambil bagian.

Apa Itu Aksi Off Bid dan Mengapa Dilakukan?

Aksi off bid merupakan langkah simbolik dan praktis yang dilakukan pengemudi ojol dengan mematikan aplikasi mereka sehingga tidak menerima orderan apa pun.

Aksi ini merupakan bentuk tekanan terhadap perusahaan platform seperti Gojek, Grab, ShopeeFood, Maxim, Lalamove, InDrive, dan lainnya agar mendengar keluhan para mitra pengemudi.

Ketua SPAI, Lily Pujiati, dalam keterangannya pada Jumat (16/5/2025) menyebut bahwa aksi off bid nasional ini dilakukan karena kondisi kerja yang makin memburuk dan potongan dari platform yang sangat mencekik.

“Pengemudi hanya mendapatkan upah Rp 5.200 untuk mengantar makanan, padahal pelanggan membayar Rp 18.000. Ini artinya platform mengambil hampir 70% dari hasil kerja pengemudi,” ujar Lily.

Tuntutan Utama Aksi Demo Ojol 20 Mei 2025

Berikut beberapa tuntutan utama yang disuarakan oleh pengemudi ojol dalam aksi demo 20 Mei 2025:

1. Penghapusan atau Pengurangan Potongan Aplikasi

Pengemudi menuntut agar potongan dari setiap transaksi yang diambil oleh platform tidak melebihi 10%, bahkan bila memungkinkan dihapus sepenuhnya.

Mereka berpendapat bahwa pendapatan saat ini tidak mencerminkan kerja keras yang telah mereka lakukan, apalagi dengan kenaikan harga BBM dan biaya operasional lainnya.

2. Keadilan Tarif Penumpang, Barang, dan Makanan

SPAI juga meminta tarif yang adil dan transparan untuk semua layanan, baik itu penumpang, pengiriman barang, maupun makanan. Tarif yang saat ini berlaku dinilai tidak manusiawi dan seringkali hanya menguntungkan pihak perusahaan.

3. Penghapusan Skema Prioritas yang Diskriminatif

Banyak platform digital memiliki skema prioritas yang membuat hanya sebagian mitra pengemudi mendapat order lebih banyak karena mengikuti program tertentu seperti:

  • GrabBike Hemat
  • Skema slot dan argo goceng (aceng) di Gojek
  • Skema hub ShopeeFood
  • Skema prioritas di Maxim, Deliveree, Lalamove, InDrive, Borzo, dan lainnya

Skema ini dianggap menciptakan kesenjangan dan diskriminasi di antara pengemudi, sehingga bertentangan dengan prinsip keadilan kerja.

4. Payung Hukum bagi Pekerja Platform Digital

Tuntutan lainnya adalah mendesak Kementerian Ketenagakerjaan dan DPR RI untuk membahas dan memasukkan perlindungan hukum bagi pengemudi ojol ke dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan, yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Dengan aksi off bid massal dan demonstrasi besar-besaran, diperkirakan layanan transportasi online akan terganggu pada 20 Mei 2025.

Masyarakat diimbau untuk mengatur perjalanan lebih awal atau mencari moda transportasi alternatif pada hari tersebut.

Namun di balik ketidaknyamanan sesaat itu, para pengemudi berharap masyarakat bisa memahami perjuangan mereka dalam menuntut hak yang lebih adil sebagai pekerja lapangan yang berjasa dalam mobilitas harian masyarakat.

Aksi demo Gojek 20 Mei 2025 dan off bid massal adalah peringatan serius kepada para perusahaan teknologi transportasi daring di Indonesia.

Para pengemudi menuntut keadilan, kesejahteraan, dan perlindungan hukum sebagai pekerja. Melalui aksi ini, mereka ingin suara mereka tidak hanya terdengar oleh perusahaan, tetapi juga oleh pemerintah dan masyarakat luas.

***

Berita Terkini