
jogjaberkabar – Belakangan ini, film animasi Merah Putih: One for All ramai menjadi sorotan warganet hingga viral di media sosial.
Film animasi yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025 ini menjadi bahan omongan netizen, dan kebanyakan berisi kritikan.
Di balik proses pembuatannya, nama Sonny Pudjisasono kemudian mencuat sebagai produser eksekutif dari film dengan budget 6,7 Miliar Rupiah itu.
Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang penasaran dengan latar belakang dirinya, termasuk mencari tahu akun Instagram yang ia miliki.
Profil Sonny Pudjisasono
Sonny Pudjisasono merupakan sosok penting di balik layar film Merah Putih: One for All.
Bukan pendatang baru di dunia perfilman Indonesia, perjalanan kariernya terbilang panjang dan penuh pengalaman unik.
Melansir dari berbagai sumber, sejak tahun 1977, ia telah menggeluti usaha layar tancap atau bioskop keliling dan menjalankannya hingga tahun 2022.
Saat ini, Sonny menjabat sebagai Direktur Utama Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, sebuah lembaga swasta yang berfokus pada pengembangan industri film nasional.
Tidak hanya itu, ia juga memimpin sebagai Ketua Umum Perfiki Kreasindo, perusahaan yang memproduksi film animasi Merah Putih: One for All.
Dalam hal pendidikan, Sonny tercatat sebagai lulusan Universitas Bayangkara Surabaya pada tahun 2009, meraih gelar Sarjana Hukum.
Selain berkecimpung di dunia film, ia juga pernah mencoba terjun ke dunia politik melalui Pemilihan Legislatif sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Papua Tengah I. Akan tetapi, hal tersebut belum membuahkan hasil.
Akun Instagram Sonny Pudjisasono
Banyak warganet yang ingin mengetahui akun Instagram resmi Sonny Pudjisasono.
Namun, hingga kini belum ada informasi pasti mengenai akun media sosial yang benar-benar dimiliki dan dikelola olehnya.
Akun IG produser film itupun kini ramai diburu oleh pengguna medsos, khususnya mereka yang ingin tahu sosok di balik film animasi tersebut.
Pro dan Kontra Film Merah Putih: One for All
Perilisan trailer ataupun materi promosi film ini belakangan memunculkan beragam reaksi di media sosial.
Tak sedikit warganet memberikan kritik, terutama pada kualitas visual yang dinilai belum setara dengan ekspektasi untuk film layar lebar.
Dengan anggaran produksi mencapai miliaran tersebut, mayoritas warganet menilai hasil akhirnya masih kurang memuaskan.
Meski demikian, ada pula yang kemudian penasaran dengan seperti apa film saat sudah tayang di bioskop.
Yang jelas, perdebatan di dunia maya ini justru membuat film Merah Putih: Onf for All semakin populer sebelum penayangannya resmi dimulai.***