
jogjaberkabar – Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam penanggalan Hijriyah setelah bulan Muharram. Dalam tradisi Islam, bulan ini dipandang memiliki keistimewaan tersendiri.
Meski tak ada dalil kuat yang menyatakan bahwa bulan Safar membawa kesialan, sebagian ulama menyarankan umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah guna menghindari berbagai bentuk mara bahaya yang mungkin terjadi.
Menilik asal-usulnya, istilah Safar berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti “kosong” atau “sepi.” Menurut riwayat dari Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsîr Ibnu Katsîr, bulan Safar dinamai demikian karena pada masa dahulu, masyarakat Arab meninggalkan rumah mereka untuk berperang atau bepergian, sehingga rumah-rumah menjadi kosong.
“Safar dinamakan demikian karena rumah-rumah menjadi kosong saat mereka keluar untuk berperang atau melakukan perjalanan.” (Tafsîr Ibnu Katsîr, Juz IV, halaman 146)
Menyikapi momentum ini, para ulama dan tokoh agama menganjurkan beberapa amalan yang bisa dikerjakan selama bulan Safar. Amalan ini bertujuan untuk membersihkan diri, meningkatkan ketakwaan, dan memohon perlindungan dari musibah.
Berikut enam amalan utama yang bisa dilakukan di bulan Safar:
1. Mandi Tolak Bala
Mandi tolak bala merupakan simbol dari usaha menyucikan diri, baik lahir maupun batin. Secara fisik, mandi ini bertujuan untuk membersihkan tubuh, sedangkan secara spiritual, mandi ini dimaknai sebagai langkah introspeksi dan permohonan perlindungan kepada Allah dari bala atau musibah.
Niat mandi tolak bala:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu ghusla lidaf’il balaa-i lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Saya berniat mandi untuk menolak bala semata-mata karena Allah Ta’ala.”
Mandi ini dianjurkan dilakukan pada hari Rabu terakhir bulan Safar, namun dapat juga dilakukan kapan saja selama bulan ini.
2. Memperbanyak Istighfar
Salah satu bentuk permohonan ampun yang dianjurkan pada bulan Safar adalah membaca istighfar sebanyak 300 kali. Dzikir ini merupakan ikhtiar spiritual untuk menghapus dosa dan meminta perlindungan dari berbagai bentuk kesulitan.
Bacaan istighfar:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaahal ‘azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaik
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
Dengan istighfar yang dilakukan secara konsisten, hati akan menjadi lebih tenang dan terhindar dari penyakit hati serta kesialan yang tidak diinginkan.
3. Membaca Ayat Kursi Tujuh Kali
Amalan ini sangat dianjurkan untuk menjaga diri dari gangguan makhluk halus, sihir, dan bala. Ayat Kursi dikenal sebagai ayat pelindung yang sangat kuat dari Al-Quran dan biasa dibaca setiap selesai shalat.
Pada bulan Safar, disunnahkan untuk membacanya tujuh kali setiap hari, khususnya pada Rabu terakhir bulan Safar.
4. Rutin Menjalankan Ibadah Sunnah
Memperbanyak ibadah sunnah selama bulan Safar merupakan salah satu bentuk ketaatan yang dapat memperkuat iman dan memperluas keberkahan. Beberapa ibadah sunnah yang disarankan antara lain:
- Shalat Dhuha
- Shalat Tahajjud
- Shalat Witir
- Membaca Al-Qur’an
- Dzikir pagi dan petang
- Shalat Rawatib
- Bersedekah
- Berdoa sebelum tidur dan bangun tidur
Selain itu, memperbaiki akhlak dengan membersihkan hati dari sifat-sifat tercela seperti sombong, iri hati, dan riya juga sangat dianjurkan.
5. Bersedekah dengan Niat Tolak Bala
Sedekah merupakan salah satu bentuk ibadah sosial yang memiliki kekuatan luar biasa untuk menolak bala. Rasulullah bersabda:
“Barang siapa memberitahuku telah berakhirnya bulan Safar, maka disunnahkan untuk menyembelih hewan pada tanggal 27 Safar dan mensedekahkannya karena Allah.”
Dengan bersedekah, tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memperkuat perlindungan dari gangguan yang tidak terlihat.
6. Berdoa dan Berpasrah kepada Allah
Selain amalan-amalan yang telah disebutkan, doa merupakan senjata utama seorang Muslim dalam menghadapi segala kondisi, termasuk dalam bulan Safar. Berdoalah dengan sungguh-sungguh agar terhindar dari bala, diberi kesehatan, dan keberkahan dalam menjalani hidup.
Berpasrah bukan berarti menyerah, namun menjadi bentuk keyakinan bahwa segala sesuatu hanya terjadi atas izin dan kehendak Allah.
Bulan Safar bukanlah bulan sial seperti yang diyakini oleh sebagian kalangan. Justru bulan ini bisa menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai amalan kebaikan.
Dengan melaksanakan mandi tolak bala, membaca istighfar, mengamalkan ayat Kursi, memperbanyak ibadah, dan bersedekah, semoga kita senantiasa berada dalam lindungan dan rahmat Allah.
Mari manfaatkan bulan Safar sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan, dengan tetap menjaga semangat dan rasa syukur dalam menjalani hari-hari yang penuh ujian dan harapan.
***