Tradisi Butuh Nyali: Ribuan Perempuan Siap Hadiri “Berani Berkebaya 2025” di Yogyakarta

Bagikan :
2.025 perempuan siap ramaikan Berani Berkebaya 2025 di Jogja, satukan nyali dan tradisi dalam parade, pameran, dan aksi digital.

JOGJA BERKABAR – Ribuan perempuan dari berbagai pelosok Tanah Air akan berkumpul di Yogyakarta dalam gelaran budaya nasional bertajuk Berani Berkebaya 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 27 Juli 2025 di Ballroom Malika, Sleman City Hall.

Acara ini bukan sekadar perayaan Hari Kebaya Nasional, tetapi juga bentuk nyata gerakan budaya yang mengangkat kebaya sebagai simbol keberanian dan identitas perempuan Indonesia masa kini.

Sebanyak 2.025 perempuan akan terlibat langsung dalam kegiatan ini, menampilkan kebaya dalam berbagai gaya dan makna.

Kehadiran mereka bukan hanya simbolik, melainkan wujud dari keyakinan bahwa kebaya layak hadir kembali di ruang-ruang publik modern. Acara ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti dengan tiket sebesar Rp50.000 untuk pelajar dan Rp100.000 untuk masyarakat umum.

Dari Ruang Adat ke Panggung Publik

Kegiatan ini mengusung tema “Tradisi Butuh Nyali”, mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk melihat kebaya tidak lagi sekadar pakaian seremonial, melainkan bagian dari gaya hidup yang berakar kuat pada tradisi namun tetap kontekstual dengan zaman.

“Seringkali kita menganggap kebaya hanya cocok untuk acara resmi atau upacara adat. Padahal, kebaya bisa hadir di pasar, di kafe, di jalanan, bahkan di ruang-ruang publik modern,” kata Yani Ambar Polah, Ketua Panitia Berani Berkebaya 2025.

Acara ini diinisiasi oleh gabungan organisasi dan komunitas budaya nasional seperti Komunitas Kain & Kebaya Indonesia (KKI), Lions Club International 307B2 Wilayah 3, PBBN, Kebaya Foundation Yogyakarta, PERSIKINDO, dan EPIK.

Para inisiator berharap kegiatan ini menjadi pemicu gerakan berkelanjutan dalam pelestarian budaya secara aktif dan terbuka bagi semua kalangan.

Rangkaian Acara Sarat Budaya dan Partisipatif

Kegiatan akan dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan doa pembuka dan pengumandangan lagu Indonesia Raya, yang secara istimewa akan dipandu oleh dirigen perempuan.

Setelah itu, peserta akan mengikuti parade kebaya lintas generasi dan profesi, yang menampilkan ragam keunikan dan keberagaman desain kebaya dari seluruh Indonesia.

Berbagai kegiatan lainnya turut menyemarakkan acara ini, antara lain:

  • Fashion show kebaya dari berbagai generasi
  • Pameran karya UMKM berbasis budaya lokal
  • Zona foto budaya
  • Sesi testimoni dari tokoh perempuan dan seniman muda
  • Hiburan seni dan pembagian doorprize

Setiap peserta juga akan mendapatkan snack, pin dan kipas eksklusif, serta sertifikat digital sebagai bentuk apresiasi partisipasi dalam gerakan budaya ini.

Aksi Digital

Dalam upaya menjangkau khalayak yang lebih luas, panitia juga menyelenggarakan lomba video Reels Instagram bertajuk #DigitalChallengeBerkebaya, yang terbuka untuk umum dengan total hadiah sebesar Rp2.250.000. Peserta diminta mengunggah video saat mengenakan kebaya di ruang publik, dengan batas akhir unggahan hingga 15 Juli 2025.

Ajakan Terbuka bagi Semua Kalangan

Panitia mengajak masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam acara ini—baik sebagai peserta, relawan, maupun pendukung. Informasi pendaftaran dan peliputan dapat diakses melalui kontak resmi panitia:

  • Mbak Tanti – 0851-1715-7769
  • Instagram: @beraniberkebaya2025

Berita Terkini