Bacaan Doa Tolak Bala Bulan Safar, Lengkap Arab hingga Artinya

Bagikan :
Ilustrasi doa Tolak Bala bulan Safar. (Pixabay.com)

jogjaberkabar – Bulan Safar sering kali dianggap sebagai waktu yang penuh ujian dan cobaan dalam kehidupan. Simak bacaan doa tolak bala di bulan Safar lengkap Arab, latin dan artinya.

Meskipun tidak ada dalil yang secara eksplisit menyebutkan bahwa bulan Safar membawa sial, banyak umat Islam yang memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah membaca doa tolak bala, sebagai bentuk tawakkal dan upaya untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Mengapa Bulan Safar Dianggap Waktu yang Rawan Bala?

Secara historis, masyarakat Arab pada masa Jahiliah menganggap bulan Safar sebagai bulan yang membawa kesialan. Kepercayaan ini lalu ditepis oleh ajaran Islam, karena tidak ada bulan yang lebih buruk dari bulan lainnya dalam pandangan Allah SWT.

Namun, banyak ulama tetap menyarankan umat Islam untuk memperbanyak amalan ibadah dan doa selama bulan ini. Tujuannya bukan karena bulan Safar itu sendiri, tetapi sebagai bentuk perlindungan dari segala musibah, penyakit, atau marabahaya yang bisa terjadi kapan saja, termasuk di bulan Safar.

Rasulullah Muhammad SAW memberikan bimbingan kepada umatnya agar selalu memohon perlindungan kepada Allah dari segala bentuk musibah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

عَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

Artinya: “Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR Bukhari)

Pesan dari hadis tersebut menggambarkan betapa pentingnya umat Islam untuk tidak lengah dan terus meminta perlindungan dari berbagai bentuk bencana atau gangguan yang bisa menimpa kapan saja.

Doa dan Anjuran dalam Al-Quran

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam juga memberikan arahan agar manusia selalu menjalin hubungan dengan Allah melalui doa. Allah SWT memerintahkan langsung dalam surah Gafir ayat 60 agar umat-Nya tidak ragu untuk berdoa:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.'”

Ayat ini menjadi penguat bagi umat Islam untuk tidak hanya berdoa ketika ditimpa kesusahan, namun juga menjadikan doa sebagai bagian dari rutinitas harian, terlebih saat memasuki bulan-bulan yang dianggap penuh tantangan, seperti Safar.

Bacaan Doa Tolak Bala Bulan Safar

Sebagai bentuk ikhtiar batiniah, berikut ini dua versi doa tolak bala yang bisa diamalkan oleh umat Muslim di bulan Safar. Doa-doa ini bersumber dari riwayat sahabat Nabi dan ulama serta telah banyak diamalkan oleh masyarakat Muslim.

1. Doa Tolak Bala Pertama

Doa ini dinisbatkan dari riwayat Utsman bin Affan RA yang mendengar Rasulullah SAW membacanya:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bacaan latin: Bismillahilladzi la yadurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fissamaa’i, wa huwassamii’ul ‘aliim

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Doa ini dapat diamalkan secara rutin setiap hari, khususnya saat pagi dan sore, karena mengandung permohonan keselamatan dari segala marabahaya yang tak terlihat maupun yang datang secara tiba-tiba.

2. Doa Tolak Bala Kedua

Doa berikut ini disarikan dari laman resmi Kementerian Agama Kantor Wilayah Surabaya. Isinya menyentuh dan penuh harapan, memohon kepada Allah dengan wasilah Al-Fatihah:

اللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَسِرِّ الْفَاتِحَةِ يَا فَارِجَ الْهَمِّ وَيَاكَاشِفَ الْغَمِّ، يَامَنْ لِعِبَادِهِ يَغْفِرُوَيَرْحَمُ، يَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اَللّٰهُ، وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحْمٰنُ وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحِيْمُ

Bacaan latin: Allohumma bihaqqil fatihah, wasirril fatihah, yaa faarijal hamma, wa yaa kasyifal ghomma, yaa man li ibaadihi yaghfiru wa yarham, yaa dafi’al bala-i yaa Allah, wa yaa dafi’al bala-i ya Rohman, wa yaa dafi’al bala-i yaa Rohiim

Artinya: “Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah dan rahasia Al-Fatihah, Wahai sang pembedah kegelisahan. Wahai Sang Penyingkap Kebingungan. Wahai Dzat yang mengampuni dan mengasihi para hamba-Nya, Wahai Sang Penolak Bala, Ya Allah. Tuhan Yang Maha Pengasih. Wahai Sang Penolak Bala, Tuhan Yang Maha Penyayang.”

Doa ini sering dibaca secara berjamaah maupun individu sebagai bagian dari dzikir penolak bala dan juga bisa dipanjatkan saat merasa hati sedang gelisah dan butuh ketenangan.

Doa sebagai Bentuk Tawakal dan Ketundukan

Membaca doa tolak bala di bulan Safar bukanlah kepercayaan terhadap nasib buruk yang melekat pada bulan tersebut, melainkan bentuk kesadaran akan pentingnya meminta perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk musibah. Ini adalah manifestasi dari iman dan kepasrahan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Dengan mengamalkan doa-doa di atas, umat Islam diharapkan dapat menjalani bulan Safar dengan penuh keyakinan, ketenangan hati, dan perlindungan ilahi. Doa menjadi tameng spiritual yang memperkuat jiwa dalam menghadapi segala cobaan hidup, kapan pun dan di mana pun datangnya.

Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, terhindar dari bala, dan dikaruniai kesehatan serta ketenangan sepanjang hidup, termasuk di bulan Safar yang penuh hikmah ini.

***

Berita Terkini