Viral, Siapa Perempuan yang Sebut SDM Jogja Rendah? Akun IG Diburu Warganet

Bagikan :
Ilustrasi viral seorang perempuan sebut SDM Jogja rendah. (IG @wisatadiyogyakarta)

jogjaberkabar – Jagat media sosial tengah diramaikan oleh sebuah video kontroversial yang memicu kemarahan publik, terutama masyarakat Yogyakarta.

Seorang perempuan dalam sebuah unggahan menyampaikan pernyataan bernada merendahkan terhadap warga Jogja.

Ia menyebut bahwa sumber daya manusia (SDM) di Yogyakarta rendah dan menyebut masyarakat setempat sebagai “rakyat jelata”. Video ini memancing reaksi keras dari warganet dan menjadi viral di berbagai platform, terutama Instagram.

Awal Mula Video Viral yang Menyinggung Warga Jogja

Video tersebut pertama kali mencuat lewat unggahan di akun Instagram @wisatadiyogyakarta. Dalam cuplikan video itu, seorang perempuan yang diidentifikasi dengan nama akun Instagram @sherlly_sheer menyampaikan komentar yang mengejutkan dan dianggap sangat tidak pantas.

Ia menyinggung pelaksanaan Festival Lampion yang akan diadakan pada 25 Oktober 2025 di Yogyakarta.

Namun, alih-alih mendukung acara tersebut, perempuan itu justru melontarkan pernyataan yang melecehkan pihak penyelenggara dan masyarakat Yogyakarta.

Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa kegiatan festival tersebut tidak diselenggarakan oleh dinas atau pemerintah daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia lalu melanjutkan dengan komentar yang mengundang kontroversi, mengatakan:

“Mohon maaf, ternyata yang membuat acara Festival Lampion pada 25 Oktober 2025 di Jogja itu bukan dari tim DIY. Lupa kalau rakyat jelata dari Yogyakarta itu memang tidak mampu untuk maju, mohon maaf ya. Emang rakyat jelata Yogyakarta ini SDM-nya rendah.”

Pernyataan tersebut sontak mengundang gelombang protes dari masyarakat, khususnya warga Jogja yang merasa tersinggung dan dihina.

Reaksi Keras Warganet dan Warga Jogja

Tak butuh waktu lama, video tersebut langsung memicu amarah dari ribuan pengguna media sosial. Komentar demi komentar membanjiri unggahan akun @wisatadiyogyakarta yang mempublikasikan ulang video tersebut.

Mayoritas netizen mengecam keras ucapan si perempuan dan menilai bahwa kata-kata yang ia lontarkan sama sekali tidak mencerminkan etika, apalagi jika disampaikan di ruang publik.

Akun @wisatadiyogyakarta juga menuliskan keterangan tegas dalam unggahannya:

“Kepada pemilik akun @sherlly_sheer, kami sebagai warga Jogja TIDAK TERIMA atas hinaan kepada WARGA JOGJA!!”

Banyak pengguna Instagram lainnya yang ikut menyerukan solidaritas terhadap warga Yogyakarta, mengecam tindakan perempuan tersebut yang dinilai arogan dan menghina martabat masyarakat.

Tak hanya itu, dalam video yang sama, perempuan tersebut sempat tertawa sembari menyampaikan pernyataan lain yang menyakitkan. Ia bahkan menyinggung tentang karma, serta mengatakan bahwa Jogja “tidak lagi istimewa”.

Ucapan ini memperkuat kesan bahwa ia memang sengaja ingin memancing emosi dan menyudutkan masyarakat Jogja secara keseluruhan.

Siapa Sosok Perempuan Bernama @sherlly_sheer?

Setelah video tersebut menjadi perbincangan luas dan kecaman berdatangan dari berbagai pihak, akun Instagram @sherlly_sheer mendadak hilang dari platform.

Nama tersebut tidak lagi bisa ditemukan melalui fitur pencarian Instagram. Diduga kuat, akun tersebut telah dihapus atau dinonaktifkan, baik secara sukarela maupun karena banyaknya laporan dari pengguna lain.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti siapa identitas asli di balik akun tersebut. Namun, banyak netizen yang mendesak agar sosok ini bertanggung jawab atas ucapannya, atau setidaknya memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka kepada warga Jogja.

Masyarakat Menilai: Tidak Pantas Menghina SDM Jogja

Komentar yang menyebut SDM Jogja rendah dianggap sangat tidak berdasar. Sebagai kota pelajar dan pusat kebudayaan nasional, Yogyakarta selama ini dikenal melahirkan banyak tokoh cendekiawan, seniman, dan intelektual.

Warga Jogja juga terkenal dengan keramahannya, etika sosial yang tinggi, serta semangat gotong royong yang kuat.

Banyak warganet membalikkan kritik terhadap si pemilik akun, menyebut bahwa perilaku menghina dan tertawa atas penderitaan orang lain justru menunjukkan kualitas moral yang rendah dari si pelaku sendiri.

Tak sedikit yang menilai bahwa perempuan tersebut mempermalukan dirinya sendiri di hadapan publik.

“Ya ampun mohon maaf. Kami rakyat jelata Yogyakarta jauh lebih berkelas dibanding yang ada di video. Diksi anda cerminan kualitas dirimu,” demikian komentar akun @totokwaryanta.official.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa media sosial adalah ruang publik yang harus digunakan dengan bijak. Ucapan atau tindakan yang merendahkan orang lain dapat berdampak besar, bahkan menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. Di era digital ini, etika dan kesantunan tetap menjadi kunci dalam berinteraksi.

Sikap saling menghormati, apalagi terhadap daerah dengan latar budaya yang kuat seperti Yogyakarta, seharusnya dijaga oleh siapa pun, terutama saat berbicara di ruang maya. Penyampaian kritik pun seharusnya dilakukan dengan cara yang elegan dan membangun, bukan dengan mencaci atau menyebarkan ujaran kebencian.

Viralnya video penghinaan terhadap SDM Jogja dan penyebutan “rakyat jelata” oleh perempuan bernama akun @sherlly_sheer menjadi contoh nyata bagaimana ucapan di media sosial bisa menjadi bumerang.

Warga Yogyakarta telah menyuarakan kekecewaannya secara tegas, dan kini publik menantikan tanggapan atau permintaan maaf yang layak dari sosok tersebut.

***

Berita Terkini