
jogjaberkabar – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, perhatian masyarakat tertuju pada sosok-sosok muda yang akan mengemban tugas mulia sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di tingkat nasional.
Simak daftar nama calon peserta Paskibraka 2025 yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI?
Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi peserta terpilih, tetapi juga bagi daerah yang mereka wakili.
Seleksi Paskibraka tingkat nasional tahun ini telah melalui berbagai tahapan ketat dan profesional. Mulai dari seleksi di tingkat kabupaten dan kota, dilanjutkan ke tingkat provinsi, hingga akhirnya disaring ke level pusat.
Para peserta harus melewati sejumlah ujian, seperti seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan dan Pancasila, ujian intelegensia umum, pemeriksaan kesehatan, uji parade dan baris-berbaris, kesamaptaan jasmani, hingga penilaian kepribadian.
Rangkaian seleksi panjang ini diakhiri dengan rapat penentuan akhir atau pantukhir yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan hasilnya diumumkan secara resmi pada Rabu, 2 Juli 2025.
Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina, menegaskan bahwa para calon Paskibraka yang terpilih wajib mulai fokus dalam menjalani masa pelatihan intensif di pusat pelatihan nasional untuk menyambut tugas mereka pada perayaan HUT ke-80 RI mendatang.
Siapa Saja Calon Peserta Paskibraka 2025?
Berikut ini daftar lengkap nama calon peserta Paskibraka Nasional 2025 yang terpilih mewakili provinsi masing-masing, beserta nama cadangan yang juga telah dipersiapkan:
Dari ujung barat Indonesia, Provinsi Aceh mengirimkan Muhammad Ridho dan Nathania Putri Diwansyah sebagai calon utama, dengan Raihan Aqsho dan Syifa Shabrina sebagai cadangan.
Sumatera Utara diwakili oleh Adinata Kurniawan Harahap dan Kristine Andeska Br Ginting, sedangkan Jose Imanuel Alfredy Betram dan Siti Aisyah Lestari Brutu disiapkan sebagai pengganti jika dibutuhkan.
Untuk Sumatera Barat, terpilih Habib Burhan dan Lulu Athul Fuadah, dengan Zhafran Kazhim dan Jesyifa Humaira sebagai cadangan.
Riau mengutus Rafael Varindra dan Alya Zahra Khalisah, dibackup oleh Zikri Andika Pratama serta Nur Syifa Azmi.
Jambi turut serta mengirimkan Frans Sokhi Lase dan Nindya Eltsani Fawwaz, sementara Abi Salviandri dan Ardhini Novelin Pratiwi Sari menjadi cadangan.
Dari Sumatera Selatan, Ahmad Noval Al Farizi dan Putu Elysa Boniarta terpilih sebagai peserta utama, dengan Farras Oswada dan Quinshafarra Muhbita Haryanto di posisi cadangan.
Bengkulu menampilkan Rizqullah Naufal Habibie Bl dan Khanza Nabilla Putri sebagai perwakilan utama, dengan Andrean Putra Adliasyah serta Natasyah Martazhyva sebagai cadangan.
Lampung mengutus Muhammad Ghaalib Al Ghifari bersama Ni Made Ira Puspa Nandini. Nama cadangan untuk provinsi ini adalah Jovi Seraf Yanuar Siburian dan Siti Nur Hafizah.
Beralih ke Kepulauan Bangka Belitung, nama-nama yang muncul adalah Muhammad Aditya Kenzo Nugraha Alfaiz dan Fitri Atiqah Mahya, didampingi Muhammad Ilam dan Martika Putri sebagai cadangan.
Kepulauan Riau memilih Bagas Yudha Pratama dan Thifaal Maahirah Atika, serta Muhammad Al Aqsha Walidain dan Zahwa Nudriatul Rohmah sebagai cadangan.
Dari ibu kota DKI Jakarta, terpilih Farrel Argantha Irawan dan Sultana Najwa. Sementara, Asyraf Habbi Pratama dan Azzahra Rahmah Ramadhani disiapkan sebagai cadangan.
Jawa Barat menurunkan Andi Java Ibnu Hajar Sinjaya dan Kyla Princessa, didukung oleh Muhammad Wildan Ibrahim Rahadian dan Fajrea Zaina Nafisha sebagai cadangan.
Jawa Tengah akan diwakili Muhammad Rasya Alfarelhudy dan Anindya Putri Aprilia, dengan Abdi Gusti Wicaksono dan Lisa Anggun Rizkiana sebagai cadangan.
Daerah Istimewa Yogyakarta memilih Faishal Ahmad Kurniawan dan Naura Aullia Putri Darmawan, serta Ar Razzak Widi Satrio dan Rafhaela Azzahra sebagai pengganti.
Dari Jawa Timur, tampil Arka Bintang Is’adkauthar dan Kayla Zahra Tastaftian Elfirin. Cadangan provinsi ini adalah Bagus Tangguh Saputro dan Dinda Ayu Dian Gayatri.
Banten mengutus Affan Zahwan Ramadhan dan Daniella Shia Caely, serta I Made Dana Pramana dan Mariza Khairunisa sebagai cadangan.
Bali mempercayakan posisi utama kepada I Kadek Mentor Sad Ananta Wicaksana dan Ni Putu Anindya Permata Wardana, dengan I Made Dwi Saputra Dananjaya dan Ni Kadek Wulan Dwi Lestari sebagai cadangan.
Dari Nusa Tenggara Barat, Arafat Abdullah Hanif dan Mutia Yuningsih terpilih sebagai peserta utama, cadangannya adalah Kevin Bayu Permana dan Wardatunnisail Ulya.
Nusa Tenggara Timur mempercayakan wakilnya kepada Paulus Gregorius Afrizal dan Merlin Anggraeni Mausali, dengan Andre Sila Sakti Tonga dan Valeria Yitu Kaju sebagai cadangan.
Beralih ke Kalimantan Barat, terpilih Gregorius Marhico dan Chelsea Olivia, serta Zaydan Putra Darmawan dan Yohana sebagai cadangan.
Kalimantan Tengah menurunkan Angga Nugraha Za’ahir dan May Wulandari. Cadangannya adalah Akmal Wikrama Pranaja dan Muntiara Handayani.
Untuk Kalimantan Selatan, perwakilan utamanya adalah Dimas Budiman dan Alvina Dhiya Kamila Faradisa. Mereka didampingi Khadafi Hafiz Alfaridzi dan Zahrotunisa sebagai cadangan.
Kalimantan Timur mengutus El-Rayyi Mujahid Faqih dan Putri Nur Azizah, serta Fakhry Afandi Rasyid dan Belvarena Kharisma Izari sebagai cadangan.
Kalimantan Utara memilih Nabil El Zahr dan Tabella Ismayati Assa, dengan Bima Purnama Aji dan Shabrina Nurul Afifah sebagai pengganti.
Dari Sulawesi Utara, nama Firji Beeg dan Bianca Alessia Christabella Lantang muncul sebagai peserta utama. Cadangannya adalah Marfel Christian Polii dan Marsya Lamusu.
Sulawesi Tengah mempercayakan posisi kepada Riswan Komian dan Anggita Damayant, sedangkan I Made Guna Indra Prasetya dan Naurah Talitha Vania dipilih sebagai cadangan.
Sulawesi Selatan menurunkan Nadhif Infanteri Ibha dan Aliah Sakira. Di posisi cadangan ada M. Surya Ramadhan dan Jade Marianty Jenesia Tiwa.
Sulawesi Tenggara memilih Muhammad Faiq Alimuddin dan Waode Alika Zea Chanidya sebagai peserta utama, serta Muhammad Ikram Latif dan Wa Ode Ariqa Hidayasti sebagai cadangan.
Gorontalo diwakili Rahmat Hidayat dan Armelya Indira Zahra Habibie. Moh. Saputra P. Ahmad dan Mutiara Aisyah ditetapkan sebagai cadangan.
Dari Sulawesi Barat, nama Hilton Pratama Mantong dan Zalfa Naqiyya tampil sebagai peserta utama, sedangkan Georgius Yudha Sakti dan Amelia Cindy Rahmawati mengisi posisi cadangan.
Maluku mempercayakan Samuel Frangki Balsala dan Inggrid Christiani Nahak, serta Ode Afgan Fathan Jaelan dan Alfira Faizah Maharani sebagai cadangan.
Maluku Utara mengirimkan M. Aqsyahiful Ikram dan Beatrix Missy. Di cadangan ada M. Rizki Aditya Kasir dan Dyah Ashimah Fathiyah Tukuboya.
Wilayah Papua diwakili Theodorus Alfredo Wanma dan Friyella Msiren, serta Marten Hanas Niki dan Inggrit Yappo sebagai cadangan.
Papua Barat memilih Hayavi Arsenal Lemauk dan Rhita Lovely Chantika Febiolla Ayomi, dibackup oleh Avrian Alieskia Glen Darberth Hindom dan Chelsea Margaretha Tupamahu.
Papua Barat Daya menurunkan Frans Jemput dan Esterline Putri Wulandari Warmasen. Nama cadangannya adalah Paulus Gerad Ajokwapi dan Jessica Gloria Suwamtika Ijie.
Papua Pegunungan diwakili Fransiscus Xaverius Pahabol Hisage dan Kenny Maria Eluya, serta Alex Day Wenda Milly dan Bintang Melane Wakur sebagai cadangan.
Papua Tengah mempercayakan tugas kepada Matthew Farel Jun Abetyo Sawo dan Stince Clara Muyapa, dengan Arens Erfan Awek dan Anerita Ursula Elsa Yoku di posisi cadangan.
Terakhir, Papua Selatan mengirimkan Abraham Sarau dan Tersisia Devota Wanggimop, didampingi Fransiskus Sosokcemen dan Agnella Mop sebagai nama cadangan.
Dengan diumumkannya daftar calon Paskibraka 2026 ini, maka seluruh peserta terpilih diimbau untuk menjaga semangat, kesehatan, dan kedisiplinan selama mengikuti pemusatan latihan.
Peran mereka bukan hanya simbolik, tetapi juga mencerminkan semangat kebangsaan dan kebhinekaan Indonesia. Mari kita dukung generasi muda ini dalam melaksanakan tugas mereka dengan penuh tanggung jawab pada 17 Agustus 2025 nanti.
***