
Jogja Berkabar – Proses produksi film laga perang Believe: The Ultimate Battle ternyata menyimpan banyak cerita perjuangan, bukan hanya dari kisah yang diangkat dalam film, tetapi juga dari para aktor di balik layar.
Salah satu pengalaman yang paling menyentuh datang dari Ajil Ditto, aktor muda yang memerankan tokoh utama bernama Agus dalam film garapan rumah produksi Bahagia Tanpa Drama ini.
Disutradarai oleh Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, Believe: The Ultimate Battle mengadaptasi kisah nyata dari biografi Jenderal Agus Subiyanto.
Film ini tidak hanya menyuguhkan adegan pertempuran yang epik, tetapi juga menggali sisi emosional perjuangan keluarga prajurit yang kerap dilupakan.
Ajil Ditto, sebagai pemeran Agus, menjadi saksi langsung betapa beratnya proses pengambilan gambar film yang sarat dengan adegan fisik dan emosi.
Dalam sebuah sesi wawancara saat perilisan trailer dan poster kedua film di CGV FX Sudirman Jakarta, Selasa (3/6), Ajil mengungkapkan bagaimana ia harus menghadapi tantangan berat selama syuting.
“Itu adegannya lagi nyusruk ke semak-semak dan kurang pemanasan, sampai akhirnya ada ngilu. Awalnya di pinggang sebelah kanan, pangkal paha sebelah kanan itu ngilu banget. Tapi itu bahkan adegan fighting-nya belum kita mulai, paginya sudah cedera,” ujarnya dengan jujur.
Cedera yang dialaminya terjadi bahkan sebelum adegan pertempuran utama dilakukan. Dalam film ini, Ajil harus melakoni banyak adegan berat seperti berlari, merangkak, dan aksi tembak-menembak di medan yang menantang.
Semua adegan dilakukan dengan intensitas tinggi untuk menghasilkan gambaran perang yang realistis dan mengesankan.
Believe: The Ultimate Battle juga menjadi ajang pembuktian Ajil Ditto dalam menggali emosi karakter yang dilanda konflik batin.
Tokoh Agus digambarkan sebagai seorang anak yang sejak kecil tidak memahami alasan sang ayah, Sersan Kepala Dedi (diperankan Wafda Saifan), lebih memilih bertugas di medan perang ketimbang bersama keluarga.
Trauma masa kecil dan kehilangan mendalam akhirnya membentuk Agus sebagai pribadi yang penuh luka, tetapi juga memiliki semangat kuat untuk memahami jalan hidup sang ayah.
Perjalanan Agus dalam film bukan hanya soal menempuh medan tempur, tetapi juga perjuangan batin untuk memaafkan masa lalu dan menemukan arti pengabdian.
Dari amarah hingga tekad, dari kebencian hingga kesadaran, semua tergambar dalam karakter yang diperankan Ajil.
Di sisi lain, Believe: The Ultimate Battle menampilkan karakter perempuan yang memperkuat kisah secara emosional.
Evi, istri Agus (diperankan oleh Adinda Thomas), mewakili ribuan perempuan yang setia menanti suaminya pulang dari medan perang, meski tanpa kabar dan dalam ketidakpastian.
Sosok Iin (Maudy Koesnaedi), ibu mertua Agus, menjadi simbol ketegaran dari generasi sebelumnya yang pernah menghadapi hal serupa.
Film ini dikemas dengan visual yang kuat dan naskah yang menyentuh, menciptakan pengalaman sinematik yang menyatukan kekuatan fisik dan emosional.
Ajil Ditto yang rela mengalami cedera demi totalitas dalam akting, menjadi bukti nyata bahwa Believe: The Ultimate Battle adalah karya yang dibuat dengan kesungguhan hati.
Dengan jadwal tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 24 Juli 2025, Believe: The Ultimate Battle diharapkan bisa menjadi inspirasi, tidak hanya bagi keluarga prajurit, tetapi juga bagi generasi muda yang sedang mencari arti perjuangan dan keberanian dalam hidup mereka.***