7 Contoh Ice Breaking MPLS 2025: Referensi Mudah untuk Panitia di Berbagai Jenjang

Bagikan :
Ada beberapa kegiatan Ice Breaking yang bisa Anda contoh untuk MPLS 2025, berikut beberapa diantaranya, foto ilustrasi (Pexels// 周 康)

jogjaberkabar – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS tahun 2025 sudah semakin dekat.

Masing-masing sekolah, baik di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tengah bersiap menyambut peserta didik baru.

Nah supaya, kegiatan pengenalan ini berjalan lebih menyenangkan dan tidak menegangkan bagi siswa baru, maka para panitia biasanya menyisipkan berbagai permainan ringan atau aktivitas pemecah kebekuan yang dikenal sebagai Ice Breaking.

Dan jika Anda yang ditunjuk menjadi panitia dan masih mencari ide-ide kreatif untuk kegiatan Ice Breaking, maka Anda tak perlu bingung lagi.

Berikut adalah beberapa Ice Breaking seru dan interaktif yang dapat digunakan dalam MPLS 2025.

1. Semuanya Jadi Guru

Aktivitas ini bertujuan membangun rasa percaya diri siswa baru, terutama bagi mereka yang cenderung pemalu atau kesulitan menyampaikan pendapat secara langsung.

Cara bermainnya yaitu:

  • Setiap siswa diminta menuliskan pertanyaan yang ingin mereka tanyakan (tetapi enggan mengucapkan langsung) di secarik kertas.
  • Guru atau fasilitator kemudian mengumpulkan seluruh pertanyaan, mengacaknya, dan membagikannya kembali ke peserta lain.
  • Setiap peserta diminta membaca dan mencoba menjawab pertanyaan tersebut di depan kelompok.

Ice breaking ini mendorong siswa berpikir kritis dan saling membantu menjawab pertanyaan dari sesama teman.

2. Tangkap Jari saat Mendengar Kata “Kancil”

Permainan ini melatih konsentrasi dan refleks sambil menciptakan tawa.

Langkah-langkah:

  • Peserta dibagi menjadi pasangan. Satu orang menengadahkan tangan, satu lainnya menaruh jari telunjuk di atas telapak tangan pasangannya.
  • Fasilitator menceritakan kisah yang penuh jebakan kata seperti: “Pada suatu hari mau malam, ada si Kanti yang melihat kucing miliknya di kandang lalu tiba-tiba dikejar seekor kancil…”
  • Saat kata “Kancil” disebut, peserta yang menengadahkan tangan harus mencoba menangkap jari pasangannya, sementara pasangannya harus cepat-cepat menarik jarinya agar tidak tertangkap.

3. Tepuk Semangat

Sebuah pembuka sederhana tapi efektif yang bisa membangkitkan energi peserta.

Formatny adalah:

  • Fasilitator memimpin dengan berkata, “Tepuk semangat!”
  • Peserta menjawab: “Prok prok prok… se…ma…ngat… seeeemangaaaattt!”
  • Tepuk semangat cocok dilakukan di awal sesi untuk meningkatkan antusiasme peserta.

4. Cerita Bersambung

Ice breaking ini melatih kreativitas, kerja sama, dan imajinasi.

Cara bermain:

  • Fasilitator memulai dengan satu kalimat cerita, misalnya: “Pagi itu, Andi menemukan seekor ayam memakai sepatu di halaman rumahnya.”
  • Peserta selanjutnya menambahkan satu kalimat, begitu seterusnya hingga terbentuk cerita unik dan menggelitik.
  • Permainan ini bisa memunculkan cerita-cerita lucu yang membuat suasana makin akrab.

5. Ikuti Apa yang Saya Katakan

Permainan ini menguji daya tangkap dan konsentrasi peserta.

Langkah-langkahnya adalah:

  • Fasilitator memegang tiga spidol dengan warna berbeda, misalnya merah, biru, dan hitam.
  • Ia mengatakan, “Ini merah,” sambil menunjukkan spidol berwarna biru, “Ini biru,” sambil menunjukkan spidol hitam, dan seterusnya.
  • Peserta diminta mengikuti instruksi sesuai ucapan, bukan warna sebenarnya.

Kebingungan dan tawa pasti akan muncul saat peserta terkecoh oleh ketidaksesuaian antara ucapan dan objek.

6. Gerakan 1 2 3 4 5 6

Latihan ringan dan menyegarkan tubuh peserta agar tidak kaku.

Cara melakukannya adalah:

  • Minta peserta mengangkat tangan kanan ke atas, ke depan, lalu turunkan.
  • Tangan kiri diangkat ke atas lalu diturunkan.
  • Ucapkan hitungan “1 2 3 4 5 6” sambil memimpin gerakan.
  • Ulangi beberapa kali untuk membentuk pola ritmis.

Aktivitas ini cocok dilakukan setelah sesi materi panjang supaya para siswa baru tetap fokus.

7. Tebakan Menjebak “Sapi Minum Apa?”

Permainan ini menyenangkan sekaligus mengasah logika.

Contoh:

  • Fasilitator bertanya, “Rambut warnanya apa?” (Peserta jawab: “Hitam”)
  • “Daun warnanya apa?” (Peserta jawab: “Hijau”)
  • “Susu warnanya apa?” (Peserta jawab: “Putih”)
  • “Sapi minum apa?”

Sebagian besar peserta kemungkinan akan menjawab “susu”, padahal sapi minum air.

Tebakan seperti ini sangat bagus untuk mencairkan suasana karena akan mengundang tawa dan rasa penasaran.

Nah, itu tadi beberapa ide Ice Breaking yang bisa Anda jadikan referensi untuk kegiatan MPLS 2025.***

Berita Terkini