7 Amalan 10 Muharram: Momen Penting Raih Berkah

Bagikan :
Ilustrasi amalan 10 Muharram bagi umat Islam. (Pixabay.com)

jogjaberkabar – Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sebagai salah satu dari empat bulan haram, Muharram memiliki keistimewaan tersendiri. Simak amalan 10 Muharram 2025 yang sayang dilewatkan.

Setiap amal ibadah yang dilakukan di bulan ini diganjar dengan pahala yang berlipat, terlebih pada hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Pada tahun 2025, hari Asyura bertepatan dengan tanggal 6 Juli 2025. Momen ini menjadi peluang emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW.

Hari Asyura bukan sekadar tanggal penting dalam kalender Hijriah. Ia menyimpan banyak peristiwa besar dalam sejarah para nabi.

Di hari inilah Nabi Musa AS diselamatkan dari kejaran Fir’aun, Nabi Adam AS diampuni oleh Allah SWT, dan berbagai kejadian luar biasa lainnya yang memperkuat iman umat Islam. Oleh karena itu, menghidupkan amalan 10 Muharram menjadi bentuk syukur dan penghambaan yang mendalam.

Berikut ini adalah 7 amalan utama yang dianjurkan dilakukan pada 10 Muharram sebagai sarana meraih berkah dan pengampunan dari Allah SWT.

1. Menjalankan Puasa Asyura

Salah satu amalan paling utama di tanggal 10 Muharram adalah puasa Asyura. Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa ini karena keutamaannya yang luar biasa, yakni menghapus dosa setahun yang lalu.

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulannya Allah, Muharram.” (HR Muslim)

Puasa Asyura termasuk dalam kategori sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Dalam hadis lain disebutkan bahwa pahala puasa ini setara dengan pahala ibadah para malaikat, orang berhaji, berumrah, bahkan para syuhada.

2. Membaca Doa Asyura

Amalan berikutnya yang sangat dianjurkan adalah membaca Doa Asyura. Doa ini bisa dibaca setelah shalat Maghrib sebanyak 7 kali, namun akan lebih baik jika dibaca sebanyak 70 kali dengan penuh kekhusyukan.

Doa ini berisi pujian kepada Allah SWT dan permohonan perlindungan dari segala keburukan. Membacanya pada hari Asyura dipercaya mendatangkan keberkahan dan perlindungan sepanjang tahun.

Bacaan Doa Asyura:

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلِ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرِ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ

Artinya: “Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung. Maha Suci Allah sepenuh timbangan, setinggi ilmu, sebanyak keridhaan, dan seberat ‘Arsy.”

3. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Hari Asyura adalah hari yang sangat tepat untuk memperbanyak dzikir dan istighfar. Dzikir yang dianjurkan pada hari ini antara lain:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ sebanyak 100 kali

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ sebanyak 100 kali

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ sebanyak 450 kali

Imam Al-Ajhuri menyarankan pembacaan dzikir ini agar seseorang dijauhkan dari keburukan sepanjang tahun. Selain itu, bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan tahlil juga dapat mempertebal keimanan.

4. Membaca Al-Quran

Tilawah Al-Quran menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada 10 Muharram. Para ulama menyarankan untuk membaca surah-surah pendek yang penuh makna seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Bahkan, ada amalan khusus membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali di bulan Muharram sebagai bentuk cinta kepada tauhid dan keesaan Allah SWT.

5. Menyantuni Anak Yatim

Di berbagai daerah di Indonesia, 10 Muharram dikenal juga sebagai “Lebaran Anak Yatim”. Hal ini menunjukkan betapa dianjurkannya menyantuni anak-anak yatim pada hari tersebut. Rasulullah SAW menjanjikan tempat istimewa di surga bagi orang yang memperhatikan dan menyayangi anak yatim.

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.” (HR Bukhari)

(Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau.)

Menyantuni tidak hanya berupa bantuan materi, tetapi juga kasih sayang, perhatian, dan rasa aman bagi anak-anak yatim.

6. Shalat Sunnah Tasbih

Amalan yang juga sangat dianjurkan adalah shalat sunnah Tasbih. Shalat ini terdiri dari empat rakaat dengan bacaan tasbih sebanyak 300 kali yang disebar dalam seluruh gerakan shalat.

Bacaan Tasbih:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْم

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

Shalat Tasbih dipercaya dapat menghapus dosa besar maupun kecil, serta menambah rasa khusyuk dan ikhlas dalam diri.

7. Bersedekah dan Melapangkan Rezeki untuk Keluarga

Amalan terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah bersedekah dan memberikan kelapangan rezeki kepada keluarga. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa melapangkan keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.” (HR At-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Memberi makanan lezat, pakaian, atau kebahagiaan lainnya kepada anggota keluarga pada hari Asyura merupakan wujud cinta dan syukur atas nikmat Allah SWT.

Hari Asyura bukan hanya momen untuk mengenang peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam, tetapi juga waktu yang sangat baik untuk memperkuat keimanan dan menebar kebaikan.

Dengan mengamalkan 7 amalan utama 10 Muharram di atas, umat Islam dapat memperoleh limpahan pahala, pengampunan dosa, serta keberkahan hidup dunia dan akhirat.

Jadikan tanggal 10 Muharram sebagai titik balik menuju kehidupan spiritual yang lebih baik. Jangan lewatkan momen ini, karena siapa tahu inilah kesempatan terbaik yang Allah SWT berikan untuk kita lebih dekat kepada-Nya.

***

Berita Terkini