
jogjaberkabar – Bulan Muharram merupakan salah satu waktu istimewa dalam kalender Hijriah. Sebagai bulan pertama dalam sistem penanggalan Islam, Muharram memiliki kedudukan yang mulia.
Di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan anjuran ibadah, salah satunya adalah melaksanakan puasa sunnah. Lalu, seperti apa jadwal dan niat puasa Muharram 2025? Dan mengapa umat Islam sangat dianjurkan untuk berpuasa di bulan ini?
Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.
Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam
Muharram termasuk dalam deretan empat bulan haram (suci) dalam Islam, bersama dengan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Dalam bulan-bulan ini, amal kebaikan sangat dianjurkan dan dilipatgandakan pahalanya, termasuk ibadah puasa.
Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Dan shalat paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)
Bahkan dalam hadis lain disebutkan:
“Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Muharram, maka baginya pahala seperti berpuasa 30 hari.” (HR. At-Thabarani)
Dengan berbagai keutamaannya, Muharram menjadi momentum yang tepat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amalan sunnah seperti puasa, dzikir, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.
Jadwal Puasa Muharram 2025: Dari Hari Pertama Hingga Asyura
Menurut kalender Hijriah resmi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, 1 Muharram 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Di hari itu pula umat Islam dapat memulai puasa sunnah Muharram.
Puasa Muharram dapat dilaksanakan sejak hari pertama hingga hari kesepuluh. Puasa yang paling utama dalam rangkaian ini adalah Puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram), yang menjadi momen bersejarah dalam perjuangan para nabi dan umat terdahulu.
Beberapa peristiwa besar yang terjadi di bulan ini antara lain:
- Hijrahnya Rasulullah ke Madinah,
- Syahidnya cucu Nabi, Imam Husain dalam tragedi Karbala,
- Keselamatan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Firaun.
Niat Puasa Muharram 2025 Hari ke-1 sampai ke-8
Umat Islam yang ingin memulai puasa Muharram dari hari pertama hingga hari kedelapan bisa membaca niat berikut sebelum fajar:
Lafal Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shaumal Muharrami lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Tasua 2025 (Hari ke-9 Muharram)
Puasa Tasu’a dilakukan pada tanggal 9 Muharram atau 5 Juli 2025. Niat khusus untuk hari ini sebagai berikut:
Lafal Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma Tâsû’â-a lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Saya niat puasa Tasu’a karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Asyura 2025 (Hari ke-10 Muharram)
Hari Asyura jatuh pada tanggal 6 Juli 2025. Rasulullah sangat menganjurkan puasa di hari ini karena merupakan hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa dari kejaran Firaun.
Lafal Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Puasa Muharram
Pelaksanaan puasa Muharram pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lainnya. Berikut urutannya:
- Membaca niat pada malam hari hingga sebelum fajar (waktu subuh).
- Melaksanakan sahur sebelum imsak, walaupun hanya dengan seteguk air.
- Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai matahari terbenam.
Hal-Hal yang Membatalkan Puasa:
- Makan dan minum secara sengaja,
- Berhubungan suami istri di siang hari,
- Mengeluarkan air mani dengan sengaja,
- Masuknya benda melalui lubang tubuh secara disengaja.
Selain itu, menjaga lisan, menghindari perbuatan buruk, dan memperbanyak amal baik juga merupakan bagian dari penyempurna ibadah puasa.
Saat azan maghrib berkumandang, dianjurkan untuk segera berbuka dengan doa dan hidangan yang halal.
Kenapa Perlu Menjalankan Puasa Muharram?
Ada beberapa alasan kuat mengapa puasa di bulan Muharram sangat penting untuk dilakukan:
- Meraih pahala besar: Rasulullah menjelaskan bahwa puasa di bulan ini mendatangkan pahala setara dengan puasa 30 hari.
- Menghidupkan sunnah Rasulullah: Mengikuti jejak Nabi Muhammad adalah bentuk kecintaan kita pada beliau.
- Momen introspeksi diri: Awal tahun Hijriah menjadi titik awal untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal shaleh.
- Meneladani perjuangan nabi-nabi terdahulu: Seperti Nabi Musa yang diselamatkan di hari Asyura, menjadi pelajaran tentang keimanan dan pertolongan Allah.
Puasa Muharram bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tapi juga merupakan momen untuk memperkuat keimanan, meneladani Rasulullah, serta memperbanyak amal kebaikan di awal tahun Hijriah.
Mulai dari tanggal 27 Juni 2025 hingga 6 Juli 2025, mari manfaatkan hari-hari penuh berkah ini dengan berpuasa dan memperbaiki kualitas diri.
Jangan lupa untuk membaca niat sebelum subuh dan jalankan puasa dengan penuh keikhlasan hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga ibadah kita di bulan Muharram diterima dan menjadi bekal menuju tahun yang lebih baik.
***