Surah Yasin Dibaca Berapa Kali Saat 1 Muharram atau Malam Suro?

Bagikan :
Ilustrasi Surah Yasin dibaca berapa kali saat 1 Muharram? (Freepik.com)

jogjaberkabar – Saat malam 1 Muharram tiba, banyak umat Islam di Indonesia memanfaatkan waktu tersebut untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan membaca surah Yasin.

Namun, pertanyaan yang kerap muncul di kalangan umat adalah sebenarnya, berapa kali sebaiknya Surah Yasin dibaca di malam Tahun Baru Islam ini? Mari kita telusuri lebih dalam, tidak hanya soal jumlah bacaannya, tetapi juga makna spiritual dan keutamaannya menurut ajaran Islam.

Tradisi Membaca Surah Yasin di Malam 1 Muharram

Setiap datangnya malam 1 Muharram atau yang juga dikenal sebagai malam Suro dalam penanggalan Jawa, suasana batin umat Islam terasa berbeda.

Malam ini tidak hanya menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriyah, tetapi juga dimaknai sebagai momentum evaluasi diri dan pembuka lembaran baru dengan harapan dan doa terbaik.

Dalam tradisi masyarakat Muslim Indonesia, membaca surah Yasin tiga kali menjadi salah satu amalan yang sering dilakukan pada malam tersebut. Tiga kali pembacaan itu biasanya disertai dengan niat yang berbeda:

  • Agar diberikan umur panjang dan keberkahan.
  • Untuk memohon dijauhkan dari mara bahaya dan kesulitan.
  • Supaya dilimpahkan rezeki dan hajat dikabulkan.

Meskipun kebiasaan ini begitu melekat dalam praktik keagamaan lokal, tidak ditemukan dalil sahih yang secara khusus menganjurkan membaca Yasin tiga kali pada 1 Muharram dari hadits Nabi Muhammad SAW secara langsung.

Meski demikian, para ulama menyepakati bahwa membaca Al-Qur’an di malam hari, termasuk surah Yasin, adalah amal yang sangat dianjurkan, terlebih saat dilakukan dengan niat tulus karena Allah SWT.

Apa Makna Membaca Surah Yasin di Awal Tahun?

Malam 1 Muharram bukan sekadar pergantian tanggal dalam kalender Islam. Ia membawa nilai reflektif dan spiritual yang mendalam.

Di tengah malam yang tenang, saat dunia mulai hening, umat Islam mengambil waktu untuk merenung dan memohon petunjuk kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan menghadapi perjalanan hidup di tahun yang akan datang.

Dalam konteks inilah surah Yasin dibaca. Surah ini dikenal sebagai jantung Al-Qur’an karena kandungannya yang menyentuh aspek ketauhidan, keimanan, hingga kehidupan akhirat.

Saat seseorang membaca surah Yasin di malam pergantian tahun Hijriyah, itu menjadi simbol harapan baru dan ketundukan penuh kepada kehendak Allah.

Hadits Tentang Keutamaan Surah Yasin

Meskipun tidak ada hadits yang secara eksplisit menyebutkan bacaan tiga kali di malam Muharram, banyak riwayat yang menegaskan keutamaan surah Yasin itu sendiri. Salah satu sabda Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad, menyebutkan:

“Yasin adalah hati Al-Qur’an. Tidaklah seseorang membacanya karena mengharapkan ridha Allah dan hari akhir, melainkan dosanya akan diampuni. Bacakanlah surah ini kepada orang yang meninggal di antara kalian.” (HR Ahmad)

Begitu pula dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, dikisahkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membaca surah Yasin pada malam hari, maka pada pagi harinya ia akan diampuni.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Hadits serupa juga ditemukan dalam Shahih Ibnu Hibban, dari Jundub bin Abdullah RA:

“Siapa yang membaca Yasin di malam hari karena mengharap ridha Allah, maka diampunilah dosanya.”

Mengapa Surah Yasin Disebut Hati Al-Quran?

Dari berbagai riwayat yang ada, surah Yasin memang memiliki keistimewaan tersendiri. Rasulullah SAW bersabda:

“Segala sesuatu itu memiliki jantung, dan jantung Al-Qur’an adalah surah Yasin. Barang siapa yang membacanya, maka ia akan mendapatkan pahala seperti membaca Al-Qur’an sepuluh kali.” (HR Tirmidzi, dari Anas RA)

Julukan “jantung Al-Qur’an” bukan tanpa alasan. Kandungan Yasin mencakup tauhid, kisah para rasul, kebangkitan setelah kematian, serta peringatan bagi mereka yang ingkar terhadap ajaran Allah. Inilah yang menjadikan surah ini memiliki resonansi spiritual sangat kuat.

Keutamaan Membaca Yasin Saat Menghadapi Kesulitan

Dalam banyak tradisi Islam, surah Yasin juga biasa dibaca ketika seseorang sedang mengalami kesulitan, baik karena sakit, krisis ekonomi, ataupun dalam keadaan genting lainnya. Tujuannya adalah untuk memohon kemudahan dari Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “Bacakanlah Yasin kepada orang yang sedang menghadapi kematian.”
(HR Nasai)

Ulama juga menyebutkan bahwa surah ini bisa menjadi wasilah untuk memperlancar urusan, memohon pertolongan dalam keadaan genting, hingga menenangkan hati ketika berada dalam situasi yang sulit.

Salah satu keutamaan membaca surah Yasin di awal hari juga disinggung dalam beberapa karya ulama. Dalam buku “5 Amalan Penyuci Hati” karya Ali Akbar bin Aqil, disebutkan hadits dari Atha’ bin Abi Rabbah yang menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW:

“Siapa yang membaca Yasin pada pagi hari, maka seluruh hajatnya akan dikabulkan oleh Allah.” (HR Ad-Darimi)

Ini menjadi alasan mengapa sebagian umat Islam juga membaca Yasin tidak hanya di malam Muharram, tetapi juga pagi harinya, sebagai doa pembuka tahun yang penuh dengan harapan baik.

Susunan Bacaan Surah Yasin pada 1 Muharram

Surah Yasin terdiri dari 83 ayat dan merupakan surah ke-36 dalam Al-Qur’an. Tidak ada versi khusus surah Yasin untuk 1 Muharram, artinya bacaan tetap menggunakan susunan standar seperti yang tercantum dalam mushaf.

Sebagian umat biasanya membaca surah Yasin dari ayat pertama hingga akhir sebanyak tiga kali berturut-turut, lalu diiringi dengan doa akhir tahun dan doa awal tahun Hijriyah.

Setiap kali selesai satu kali pembacaan, mereka mengucapkan niat atau doa yang ditujukan kepada Allah, disesuaikan dengan harapan masing-masing individu.

Malam 1 Muharram atau malam Suro adalah saat yang penuh keberkahan, sekaligus menjadi waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Membaca surah Yasin, meskipun tidak diwajibkan, merupakan bentuk ibadah sunnah yang sarat makna, terlebih jika dilakukan dengan hati yang ikhlas dan penuh pengharapan.

Meskipun tidak ada ketentuan jumlah pasti dalam hadits sahih mengenai berapa kali membaca Yasin di malam 1 Muharram, kebiasaan membacanya sebanyak tiga kali tetap bisa dipandang sebagai bentuk kebaikan selama tidak meyakininya sebagai kewajiban agama.

Inti dari semua amalan adalah niat yang lurus dan ketundukan kepada Allah SWT, bukan semata-mata pada jumlah atau ritual semu.

Dengan membaca surah Yasin di malam awal tahun Hijriyah, semoga setiap Muslim mampu membuka lembaran hidup baru yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih dekat kepada-Nya.

***

Berita Terkini