
jogjaberkabar – Malam 1 Suro, yang juga bertepatan dengan malam 1 Muharram dalam kalender Islam, merupakan momen yang sangat sakral dalam budaya masyarakat Jawa.
Banyak yang mencari tahu weton apa yang tidak boleh keluar saat malam Suro? Malam ini bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Jawa, melainkan juga dipercaya sebagai waktu di mana alam gaib menjadi lebih aktif.
Tahun ini, malam 1 Suro akan jatuh pada Kamis malam, 26 Juni 2025, tepat setelah waktu Maghrib. Hari berikutnya, yakni 27 Juni 2025, adalah tanggal 1 Muharram 1447 H atau hari pertama tahun baru Islam.
Bagi sebagian orang, khususnya yang masih memegang teguh tradisi leluhur, malam ini menjadi waktu untuk bermuhasabah, menyepi, dan menjauh dari aktivitas yang bersifat ramai atau hura-hura.
Namun di balik nuansa sakral itu, terselip pula sejumlah pantangan dan larangan yang hingga kini masih diyakini.
Salah satunya adalah larangan keluar rumah bagi pemilik weton tertentu. Pertanyaannya, weton apa saja yang tidak disarankan untuk keluar saat malam Suro?
Apa Itu Weton dan Mengapa Penting?
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami apa itu weton. Weton adalah kombinasi antara hari dan pasaran dalam penanggalan Jawa, misalnya Senin Kliwon atau Rabu Pahing.
Dalam budaya Jawa, weton bukan hanya dianggap sebagai hari kelahiran, melainkan juga sebagai penanda karakter, rezeki, dan bahkan nasib seseorang.
Primbon Jawa kitab kuno yang memuat berbagai pengetahuan tentang kehidupan dan spiritualitas masyarakat Jawa menyebutkan bahwa ada jenis weton tertentu yang memiliki daya tarik spiritual yang sangat kuat. Weton-weton ini dikenal dengan sebutan weton tulang wangi.
Weton Tulang Wangi Apa Saja?
Weton tulang wangi dipercaya memiliki aura atau aroma spiritual yang sangat disukai oleh makhluk halus. Karena itulah, orang-orang dengan weton ini dianggap lebih sensitif terhadap keberadaan entitas tak kasat mata, bahkan bisa dengan mudah merasakan atau terpengaruh olehnya.
Dalam Primbon Jawa, ada 11 jenis weton tulang wangi, yakni:
- Senin Kliwon
- Senin Wage
- Senin Pahing
- Selasa Legi
- Rabu Pahing
- Rabu Kliwon
- Kamis Wage
- Sabtu Wage
- Sabtu Legi
- Minggu Pon
- Minggu Kliwon
Apabila Anda lahir pada salah satu weton di atas, ada baiknya lebih berhati-hati menjelang malam 1 Suro.
Mengapa Weton Tulang Wangi Dilarang Keluar Saat Malam Suro?
Berdasarkan kepercayaan turun-temurun, malam 1 Suro adalah waktu yang dipercaya sebagai “malam terbukanya gerbang gaib.” Makhluk halus dipercaya berkeliaran lebih bebas pada malam ini, sehingga suasana terasa lebih mistis dan tidak biasa.
Orang-orang dengan weton tulang wangi dinilai lebih mudah menyerap energi dari sekitar. Sayangnya, ini bukan hanya energi positif, tetapi juga energi negatif yang dibawa oleh makhluk gaib.
Mereka bisa lebih mudah kerasukan, jatuh sakit, atau bahkan mengalami gangguan psikologis ringan hingga berat setelah malam itu.
Karena alasan inilah, masyarakat Jawa yang masih memegang nilai-nilai adat sangat menyarankan agar pemilik weton tulang wangi tidak keluar rumah saat malam Suro, apalagi sendirian atau ke tempat sepi.
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan pada Malam 1 Suro?
Bukan hanya larangan bagi pemilik weton tulang wangi yang tidak dianjurkan keluar rumah, ada pula sejumlah pantangan lain yang masih diyakini dan dijalankan oleh masyarakat Jawa.
Tujuannya sama, yakni menjaga keselamatan, kesucian diri, dan menjauhkan diri dari mara bahaya di malam yang dipercaya penuh misteri ini.
Berikut adalah larangan-larangan umum di malam 1 Suro:
1. Tidak mengadakan pesta atau acara hiburan
Malam Suro lebih dimaknai sebagai waktu menyendiri, merenung, dan menyucikan batin.
2. Dilarang menggelar pernikahan
Menikah pada malam ini dipercaya tidak membawa keberuntungan dalam rumah tangga.
3. Jangan berkata kasar atau mencaci maki
Ucapan buruk dipercaya bisa mengundang energi negatif yang lebih kuat dari biasanya.
4. Tidak pindah rumah
Pergantian tempat tinggal di malam ini dianggap bisa mendatangkan kesialan.
5. Jangan membangun rumah atau memulai proyek besar
Dikhawatirkan proyek tersebut tidak akan berjalan lancar atau akan terganggu.
6. Hindari keramaian dan suara berisik
Suasana hening dipercaya lebih sesuai dengan karakter malam 1 Suro yang sakral.
Apa yang Dilakuka pada Malam 1 Suro?
Malam 1 Suro sebaiknya dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat spiritual dan mendalam, seperti:
- Berdoa dan berdzikir bersama keluarga
- Melakukan muhasabah atau introspeksi diri
- Membaca kitab suci
- Mengikuti pengajian atau tirakat
- Menghindari semua bentuk hiburan duniawi
Dengan mengisi malam tersebut secara positif, diharapkan seseorang bisa memulai tahun baru Jawa dan Hijriah dengan hati yang lebih bersih dan pikiran yang lebih jernih.
Malam 1 Suro bukanlah waktu yang biasa. Di balik maknanya sebagai awal tahun Jawa dan Hijriah, malam ini mengandung banyak nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Terutama bagi mereka yang lahir dengan weton tulang wangi, kehati-hatian perlu lebih ditingkatkan karena mereka diyakini lebih peka dan rentan terhadap gangguan dari alam gaib.
Namun demikian, larangan untuk tidak keluar rumah malam itu sebenarnya bisa berlaku untuk siapa saja. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai tradisi dan kearifan lokal yang telah terjaga selama berabad-abad.
Jadi, jika weton Anda termasuk dalam daftar yang telah disebutkan, pertimbangkanlah untuk tetap berada di rumah dan menghabiskan malam Suro dengan kegiatan yang menenangkan jiwa. Sebuah langkah kecil untuk menjaga keselamatan dan menyambut tahun baru dengan lebih berkah.
***