
jogjaberkabar – Bacaan doa malam 1 Suro bagi umat Islam, apa doa yang dibaca? Malam 1 Suro selalu menjadi momen yang sarat makna, khususnya bagi umat Islam di Indonesia, terutama di Jawa.
Meski istilah “Suro” tidak berasal dari tradisi Islam secara langsung, melainkan merupakan adopsi budaya Jawa dari penanggalan Hijriah, maknanya tetap identik dengan 1 Muharam, yaitu permulaan Tahun Baru Islam.
Di tengah nuansa spiritual yang kuat, salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada malam 1 Suro adalah membaca doa khusus sebagai bentuk permohonan ampunan dan harapan akan tahun yang lebih baik.
Makna dan Latar Belakang Malam 1 Suro
Dalam kalender Hijriah, pergantian tahun baru dimulai saat matahari terbenam, bukan tengah malam seperti pada kalender Masehi. Oleh karena itu, malam 1 Suro diperingati pada petang hari setelah matahari terbenam di hari terakhir bulan Dzulhijjah.
Masyarakat muslim, terutama di tanah Jawa, mengenal malam ini sebagai momen sakral untuk merenung, bermuhasabah, serta meningkatkan kedekatan diri kepada Allah Swt.
Banyak yang mencari tahu doa apa yang dibaca saat malam 1 Suro. Pada dasarnya, doa-doa yang dipanjatkan di malam ini tidak berbeda dari doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah yang sudah menjadi tradisi di kalangan umat Islam.
Kapan Waktu Terbaik Membaca Doa Malam 1 Suro?
Waktu utama untuk membaca doa akhir tahun adalah setelah salat Ashar hingga menjelang Magrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah, tergantung jumlah hari dalam bulan tersebut.
Sedangkan doa awal tahun dibaca selepas Magrib, bertepatan dengan masuknya tanggal 1 Muharam atau 1 Suro dalam penanggalan Jawa.
Karena pergantian tahun dalam Islam terjadi saat matahari terbenam, membaca doa-doa ini setelah Magrib menjadi momen yang sangat tepat untuk menyambut tahun baru dengan penuh harapan dan keikhlasan.
Doa Akhir Tahun Hijriah (Dibaca Sebelum Magrib)
Salah satu amalan utama pada penghujung tahun Hijriah adalah memohon ampun atas segala kekhilafan dan dosa yang dilakukan selama setahun terakhir. Doa ini dibaca tiga kali sebelum matahari terbenam pada hari terakhir bulan Dzulhijjah:
“Allahumma maa ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis-sanati maa nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha ‘alayya bi fadllika ba’da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autani ilat taubati min ba’di jara’ati ‘ala ma’shiyatik.
Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma ‘amiltu fîha mimma tardla, wa wa’attani ‘alaihits tsawaba, fa as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karim.”
Artinya:
“Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang sementara aku belum sempat bertaubat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.
Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku, Ya Tuhan Yang Maha Pemurah.”
Doa Awal Tahun Hijriah (Dibaca Setelah Magrib)
Setelah membaca doa akhir tahun, disunnahkan untuk melanjutkannya dengan membaca doa awal tahun setelah Magrib. Doa ini menjadi simbol dimulainya tahun baru dengan niat yang baik dan harapan akan perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT.
Lafal Doa:
“Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa ‘ala fadllikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza ‘amun jadiidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis-su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.”
Artinya:
“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini.
Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu, Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
Hikmah dan Keutamaan Membaca Doa Malam 1 Suro
Membaca doa pada malam 1 Suro bukan hanya sebagai formalitas menyambut tahun baru Hijriah. Lebih dari itu, doa menjadi sarana introspeksi diri—menengok ke belakang untuk melihat apa yang sudah dilakukan dan memohon bimbingan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Selain itu, doa malam 1 Suro juga menjadi bentuk harapan agar tahun yang akan datang dipenuhi dengan kemudahan, keselamatan, dan keberkahan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Dengan penuh khusyuk dan keyakinan, doa ini dapat menjadi jalan pembuka untuk perubahan hidup yang lebih baik.
Jadikan Malam 1 Suro Sebagai Titik Awal Perubahan
Bagi umat Islam, setiap momen memiliki nilai ibadah jika disertai dengan niat yang baik. Malam 1 Suro adalah salah satunya. Dengan membaca doa-doa khusus dan melakukan amalan kebaikan, kita bukan hanya menyambut tahun baru, tapi juga mengukuhkan niat untuk memperbaiki diri.
Mari manfaatkan malam penuh berkah ini untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., memohon perlindungan-Nya dari segala marabahaya, dan mengawali tahun 1447 Hijriah dengan semangat baru serta doa yang tulus dari hati.
Semoga Allah SWT menerima doa dan amal ibadah kita, serta memberkahi perjalanan hidup di tahun baru ini.
***