Rahasia Umur Panjang? Wanita Lebih Antusias Ikuti CKG, Studi Ungkap

Bagikan :

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan pada 10 Februari 2025 telah berjalan selama empat bulan. Data menarik terungkap, menunjukkan disparitas jumlah peserta antara perempuan dan laki-laki.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dan peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), dr. Iwan Ariawan, mengungkapkan temuan mengejutkan terkait partisipasi gender dalam program ini.

Partisipasi Perempuan Lebih Tinggi dalam Program Cek Kesehatan Gratis

Data menunjukkan jumlah perempuan yang mengikuti CKG jauh lebih banyak daripada laki-laki. Dari total 8.623.665 peserta, 62,24 persennya adalah perempuan (5.366.372 orang), sementara laki-laki hanya 37,76 persen (3.257.293 orang).

Menkes Budi Gunadi Sadikin bahkan secara khusus mengajak kaum laki-laki untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan. Hal ini didorong oleh fakta bahwa usia harapan hidup perempuan di Indonesia saat ini lebih tinggi daripada laki-laki.

Dr. Iwan Ariawan menambahkan, rendahnya partisipasi laki-laki dalam CKG mencerminkan kesadaran kesehatan yang masih kurang. Hal ini perlu menjadi perhatian serius.

Obesitas Sentral: Masalah Kesehatan Dominan di Antara Peserta CKG

Salah satu masalah kesehatan yang paling sering ditemukan pada peserta CKG adalah obesitas sentral. Kondisi ini ditandai dengan lingkar pinggang yang besar, di atas 90 cm untuk pria dan 80 cm untuk wanita.

Data menunjukkan tingginya angka obesitas sentral, terutama pada perempuan. Sekitar 50 persen perempuan peserta CKG mengalami obesitas sentral, sedangkan pada laki-laki angkanya mencapai 25 persen.

Obesitas sentral merupakan faktor risiko tinggi untuk hipertensi dan diabetes melitus. Peserta CKG dengan obesitas sentral memiliki risiko 1,5 hingga 2 kali lipat lebih besar untuk menderita kedua penyakit tersebut.

Hipertensi dan Diabetes: Ancaman Kesehatan yang Mengintai di Usia Muda

Hasil CKG juga menunjukkan angka signifikan penderita hipertensi (20,9 persen) dan diabetes (5,9 persen). Kedua penyakit ini meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Yang mengkhawatirkan, dr. Iwan mencatat adanya kasus hipertensi dan diabetes pada usia muda, bahkan sejak usia 18 tahun. Pada usia 40 tahun ke atas, angka penderita hipertensi mencapai sepertiga populasi, dan penderita diabetes mencapai sepersepuluh populasi.

Temuan ini menyoroti pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular sejak usia muda. Partisipasi aktif dalam program CKG dan gaya hidup sehat sangat krusial untuk menekan angka kejadian penyakit kronis di Indonesia.

Kesimpulannya, Program CKG memberikan gambaran nyata tentang kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Partisipasi yang lebih tinggi dari perempuan dibandingkan laki-laki, serta tingginya angka obesitas sentral, hipertensi, dan diabetes, menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran dan upaya preventif untuk mencapai masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Data dari CKG ini menjadi tolok ukur penting bagi pemerintah dalam merancang kebijakan kesehatan yang lebih efektif dan terarah. Peningkatan edukasi kesehatan dan aksesibilitas layanan kesehatan yang lebih baik merupakan langkah krusial untuk mengatasi tantangan kesehatan yang dihadapi.

Berita Terkini